Bukti Lapangan: Arab Saudi Gempur Houthi di Yaman Pakai Rudal Balistik DF-15A Buatan Cina

Temuan sisa-sisa amunisi militer di kawasan Raghwan, Marib, Yaman Utara, baru-baru ini menyedot perhatian pengamat intelijen pertahanan internasional. Sebuah bagian pendorong (booster stage) dari rudal balistik buatan Cina yang teridentifikasi sebagai varian DF-15A (Dong Feng-15A) ditemukan jatuh di wilayah tersebut setelah digunakan dalam serangan udara terhadap kelompok Ansarullah (Houthi).
Karena kelompok Houthi tidak memiliki inventaris rudal jenis ini—di mana seluruh armada rudal balistik mereka berbasis pada teknologi buatan Iran—temuan booster ini merujuk pada bukti kuat penggunaan rudal balistik oleh Angkatan Bersenjata Arab Saudi. Para analis menilai insiden di Marib ini menjadi momen pertama tercatatnya penggunaan tempur (combat deployment) rudal balistik seri DF-15A oleh Arab Saudi di medan pertempuran nyata.
Militer Arab Saudi selama ini memang memiliki rekam jejak panjang dalam akuisisi rahasia sistem rudal balistik dari Cina, meskipun Riyadh tidak pernah secara resmi mengumumkan kepemilikan keluarga rudal DF-15 ke publik. Sejarah pengadaan ini dimulai sejak pembelian rudal balistik jarak menengah DF-3A pada era 1980-an, yang kemudian dilanjutkan dengan akuisisi rudal DF-21 (Medium-Range Ballistic Missile/MRBM) pada tahun 2007.
Para pakar militer menduga kuat bahwa keluarga rudal DF-15A ini diam-diam dibeli oleh Arab Saudi sekitar dekade 2000-an untuk mengisi celah pertahanan strategis di kategori rudal balistik jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile/SRBM), sebelum akhirnya terkonfirmasi melalui temuan fisik booster di daratan Yaman.
INTERESTING: Chinese-made DF-15A missile booster found in Ma’rib, Yemen.
Houthis don’t have these missiles. Their arsenal is Iranian-derived.
Saudi Arabia has a documented history of secret Chinese ballistic missile purchases (DF-3A, DF-21).
Analysts are pointing to this as… pic.twitter.com/3JGGFYc2lk
— Clash Report (@clashreport) September 14, 2026
Apparently we have the first confirmed operational use of the Chinese-made DF-15A short-range ballistic missile (SRBM) by Saudi Arabia.
Parts of the missile were found in Yemen’s Marib Governorate after it was presumably launched by the Saudis at Houthi forces.
The… https://t.co/FJHU597mwA pic.twitter.com/87FP3DHSVM
— Status-6 (War & Military News) (@Archer83Able) September 14, 2026
Dari spesifikasi, DF-15A termasuk dalam kelompok rudal balistik taktis jarak pendek (SRBM) berpendorong bahan bakar padat (solid-fuel), yang dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC). Rudal ini memiliki jangkauan operasional antara 600 hingga 900 kilometer, yang memungkinkannya menjangkau target-target strategis di seluruh wilayah Yaman dari pangkalan peluncur di selatan Arab Saudi.
Dibekali sistem panduan inersial (INS) yang dipadukan dengan pemandu satelit serta maneuverable reentry vehicle (MaRV) pada bagian hulu ledaknya, DF-15A mampu meluncur dengan kecepatan supersonik hingga Mach 6 dan membawa beban hulu ledak konvensional seberat 500 hingga 600 kilogram dengan tingkat akurasi presisi tinggi (CEP sekitar 30–50 meter).
Gempur Ukraina, Rusia Perdana Gunakan Rudal Balistik Iskander-1000, Jangkauan 550 Km
Penggunaan rudal balistik berteknologi bahan bakar padat seperti DF-15A memberikan keunggulan taktis yang signifikan bagi Arab Saudi dalam konflik di Yaman. Berbeda dengan rudal berbasis bahan bakar cair yang membutuhkan waktu persiapan dan pengisian lama, rudal bahan bakar padat dapat disiapkan dan diluncurkan dari kendaraan peluncur bergerak (Transporter Erector Launcher/TEL) dalam hitungan menit.
Langkah peluncuran DF-15A ini tidak hanya mengonfirmasi diversifikasi alutsista strategis Arab Saudi di luar pasokan negara-negara Barat, tetapi juga menegaskan eskalasi baru dalam penggunaan doktrin serangan presisi jarak jauh di medan perang Timur Tengah. (Bayu Pamungkas)
Hanwha Systems (Korea Selatan) Pasok Radar Hanud Canggih MFR ke Arab Saudi


