
Perusahaan pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, bekerja sama dengan militer Austria mengembangkan sistem pengisian ulang amunisi otomatis (automatic reloading system) untuk platform pertahanan udara bergerak canggih, Skyranger. (more…)

Perusahaan pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, bekerja sama dengan militer Austria mengembangkan sistem pengisian ulang amunisi otomatis (automatic reloading system) untuk platform pertahanan udara bergerak canggih, Skyranger. (more…)

Lockheed Martin secara resmi menggelar upacara rollout untuk jet tempur F-35A Lightning II pertama milik Jerman pada 18 September 2026. Acara perkenalan yang berlangsung di fasilitas produksi Lockheed Martin di Fort Worth, Texas, menjadi wujud konkret dari langkah melompat Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) menuju era operasional jet tempur generasi kelima. (more…)

Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) resmi memasuki era jet tempur generasi kelima setelah pesawat F-35A Lightning II pertamanya sukses melaksanakan penerbangan perdana (maiden flight) di fasilitas manufaktur Fort Worth, Texas, Amerika Serikat. (more…)

Jerman semakin mempertegas ketergantungannya pada teknologi pertahanan udara (air defense) buatan Israel untuk melindungi wilayahnya dari potensi ancaman militer Rusia. Setelah sebelumnya mengamankan kontrak raksasa pembelian sistem pertahanan rudal anti-balistik Arrow 3, Jerman kini mengambil langkah awal untuk mengakuisisi sistem penangkal roket dan amunisi presisi Iron Dome, buatan Rafael Advanced Defense Systems. (more…)

Konsorsium industri pertahanan lintas negara yang melibatkan perusahaan asal Jerman, Amerika Serikat, dan Ukraina resmi memulai produksi massal secara komersial untuk lebih dari 5.000 unit drone serang (kamikaze) jarak jauh (long-range strike drones). Proyek bernilai 300 juta Euro yang didanai penuh oleh pemerintah Jerman ini ditujukan untuk memperkuat armada udara tak berawak Ukraina dalam menembus benteng pertahanan serta jaringan Perang Elektronik Rusia. (more…)

Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, kembali mencatatkan terobosan penting dalam inovasi alutsista nirawak. Bertempat di National Test Centre Cochstedt, Jerman, Rheinmetall sukses mendemonstrasikan peluncuran amunisi terpandu (loitering munition) FV-014 langsung dari peluncur berbasis kontainer standar 20 kaki (20-foot container) yang diusung oleh truk taktis berat seri HX. (more…)

Kekuatan bawah laut Angkatan Laut Israel resmi memasuki babak baru setelah menangguk kesepakatan penyerahan kapal selam paling mutakhir dalam sejarahnya. Galangan kapal ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) di Kiel, Jerman, secara diam-diam telah meluncurkan dan menyerahkan INS Drakon kepada militer Israel tanpa adanya seremoni publik atau penyiaran resmi yang megah. (more…)

Keretakan hubungan pertahanan antara Jerman dan Perancis tampaknya tidak hanya terjadi di segmen jet tempur generasi keenam (Future Combat Air System – FCAS). Harapan untuk melihat bersatunya dua kekuatan besar Eropa ini dalam melahirkan sebuah Main Battle Tank (MBT) generasi baru yang terpadu kini harus gigit jari. (more…)

Tabung peluncur torpedo standar kaliber 21 inci atau 533 mm pada kapal selam kini tidak lagi hanya menjadi domain eksklusif bagi torpedo berat, rudal anti-kapal, atau penyebaran ranjau laut. Dua perusahaan pertahanan asal Jerman, GABLER yang dikenal sebagai spesialis pembuat tiang mast kapal selam dan FLANQ sebagai pabrikan teknologi otonom maritim, baru saja mengumumkan keberhasilan uji penerimaan laut (Sea Acceptance Test/SAT) untuk Ranger. (more…)

Setelah rencana produksi komponen sistem pertahanan udara (hanud) Iron Dome di Jerman dijegal oleh Qatar melalui pengaruh sahamnya di Volkswagen, raksasa pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, langsung bergerak cepat mencari basis produksi alternatif. Tidak tanggung-tanggung, Israel kini mengalihkan fokus strategisnya ke Asia. (more…)