
Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, kembali mencatatkan terobosan penting dalam inovasi alutsista nirawak. Bertempat di National Test Centre Cochstedt, Jerman, Rheinmetall sukses mendemonstrasikan peluncuran amunisi terpandu (loitering munition) FV-014 langsung dari peluncur berbasis kontainer standar 20 kaki (20-foot container) yang diusung oleh truk taktis berat seri HX. (more…)

Kekuatan bawah laut Angkatan Laut Israel resmi memasuki babak baru setelah menangguk kesepakatan penyerahan kapal selam paling mutakhir dalam sejarahnya. Galangan kapal ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) di Kiel, Jerman, secara diam-diam telah meluncurkan dan menyerahkan INS Drakon kepada militer Israel tanpa adanya seremoni publik atau penyiaran resmi yang megah. (more…)

Keretakan hubungan pertahanan antara Jerman dan Perancis tampaknya tidak hanya terjadi di segmen jet tempur generasi keenam (Future Combat Air System – FCAS). Harapan untuk melihat bersatunya dua kekuatan besar Eropa ini dalam melahirkan sebuah Main Battle Tank (MBT) generasi baru yang terpadu kini harus gigit jari. (more…)

Tabung peluncur torpedo standar kaliber 21 inci atau 533 mm pada kapal selam kini tidak lagi hanya menjadi domain eksklusif bagi torpedo berat, rudal anti-kapal, atau penyebaran ranjau laut. Dua perusahaan pertahanan asal Jerman, GABLER yang dikenal sebagai spesialis pembuat tiang mast kapal selam dan FLANQ sebagai pabrikan teknologi otonom maritim, baru saja mengumumkan keberhasilan uji penerimaan laut (Sea Acceptance Test/SAT) untuk Ranger. (more…)

Setelah rencana produksi komponen sistem pertahanan udara (hanud) Iron Dome di Jerman dijegal oleh Qatar melalui pengaruh sahamnya di Volkswagen, raksasa pertahanan Israel, Rafael Advanced Defense Systems, langsung bergerak cepat mencari basis produksi alternatif. Tidak tanggung-tanggung, Israel kini mengalihkan fokus strategisnya ke Asia. (more…)

Berbeda dengan Iran yang memilih konfrontasi militer terbuka, Qatar menempuh jalur yang berbeda dalam menunjukkan sikap politiknya terkait eskalasi di Gaza. Melalui diplomasi ekonomi dan kekuatan finansial globalnya, negara kaya minyak ini baru saja mengambil langkah strategis yang mengejutkan panggung industri pertahanan Eropa. (more…)

MBDA Deutschland resmi meluncurkan inovasi alutsista terbarunya yang diberi nama Air Launched Effect (ALE). Persenjataan ini hadir sebagai amunisi presisi ringan berkonsep modular yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pertempuran modern. Memiliki fleksibilitas operasional yang tinggi, ALE tidak hanya dapat dilepaskan dari helikopter dan pesawat nirawak (drone), melainkan juga dapat diintegrasikan pada platform kapal perang permukaan. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)

Dalam pergeseran strategi militer Eropa paling masif selama beberapa dekade terakhir, Jerman secara resmi telah mencapai kesepakatan mercusuar dengan Amerika Serikat untuk membeli dan menempatkan rudal jelajah jarak jauh legendaris, Tomahawk, di wilayah domestiknya. (more…)

Kemenangan raksasa galangan kapal asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), dalam mengamankan proyek Canadian Patrol Submarine Project menandai babak baru dalam hubungan geopolitik Trans Atlantik. Setelah berhasil menyisihkan pesaing ketatnya dari Korea Selatan, Hanwha Ocean Co. Ltd., perusahaan manufaktur papan atas asal Kiel ini kini mengemban tanggung jawab besar untuk merealisasikan proposal investasinya di Kanada. (more…)