Keberhasilan sebuah negara dalam melakukan alih teknologi (Transfer of Technology/ToT) alutsista tingkat tinggi kembali dibuktikan oleh India. Pada 22 Mei 2026, perusahaan pertahanan pelat merah India, Armoured Vehicles Nigam Limited (AVNL), mencetak sejarah besar dengan menyerahkan unit Main Battle Tank (MBT) T-90 Bhishma buatan domestik yang ke-1000 kepada Angkatan Darat India. (more…)
Dengan latar kerinduan menggebu pada kejayaan militer Indonesia di dekade 60-an, di mana saat itu Indonesia tak terbantahkan menyandang sebagai negara dengan militer terkuat di belahan Asia Selatan, membuat banyak kalangan di Tanah Air bekalangan eforia pada peralatan militer buatan Eropa Timur, khususnya asal Rusia. Segala yang ‘berbau’ Rusia begitu diagungkan. Tidak ada yang keliru dengan perspektif tersebut, pasalnya memang banyak produk alutsista besutan Rusia yang memang mumpuni, bandel dan mampu memberi efek getar. (more…)
Debut KRI Banjarmasin 592 dalam mendukung operasi pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia tahun 2011, dan aksi KRI Banda Aceh 593 yang menjadi kapal markas dalam misi evakuasi pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, nyatanya memang memukau. Dengan basis LPD (landing platform dock), kapal angkut bertonase besar buatan PT PAL ini mampu mengambil peran yang sangat strategis guna mendukung operasi militer dan operasi militer bukan perang. (more…)
Su-35 paling di favoritkan oleh masyarakat sebagai pengganti F-5E/F TNI AU.
Gara-gara sering disebut pelit untuk urusan ToT (transfer of technology), membuat pemerintah Rusia harus mengambil strategi lain agar pemasaran produk alutsista yang ditawarkan ke Indonesia bisa terus mulus, tak tergerus oleh kompetisi keras dari pemasok asal Korea Selatan, Eropa Barat dan AS yang rajin menawarkan skema ToT ke Indonesia. ToT menjadi isu yang krusial, mengingat pemerintah Indonesia telah mensyaratkan harus adanya ToT dalam tiap produk alutsista yang di impor. (more…)
Sistem pengadaan alutsista merupakan salah satu isu krusial dalam pembangunan pertahanan. Selama ini, banyak pihak berpendapat bahwa sistem pengadaan alutsista di Indonesia tidak efisien dan efektif, dimana disinyalir banyak terjadi pemborosan biaya dalam proses tersebut. Di sisi lain, anggaran yang disediakan pemerintah untuk kepentingan pertahanan masih jauh dari kebutuhan sebenarnya. Untuk itu, diperlukan efisiensi yang tinggi dalam pengelolaan dan pemanfaatan anggaran tersebut. (more…)
Di sela-sela keriuhan Indo Defence 2014, tepatnya di booth Rheinmetall terselip sosok ranpur unik dengan warna loreng gelap. Ranpur ini masuk golongan beroda rantai (tank), namun ukurannya super mini alias imut, bahkan lebih kecil ketimbang ukuran tank ringan (light tank) yang populer di TNI AD, seperti AMX-13 dan Alvis Scorpion. Ranpur inilah yang disebut sebagai Si Musang (Wiesel), ranpur besutan Rheinmetall, Jerman. (more…)