Setelah 55 Tahun Mengabdi, Angkatan Laut India Resmi Pensiunkan Helikopter Legendaris Sea King Mk.42B

Angkatan Laut India (Indian Navy) secara resmi menutup salah satu lembaran sejarah kedirgantaraan maritim paling gemilangnya. Armada helikopter pemburu kapal selam Westland Sea King Mk.42B kini telah dinyatakan pensiun sepenuhnya dari kedinasan aktif, dibarengi dengan pembubaran Skuadron Udara Angkatan Laut INAS 330 “Harpoons” yang selama puluhan tahun menjadi rumah bagi helikopter legendaris tersebut.
Keputusan ini menandai akhir dari masa pengabdian luar biasa keluarga besar Sea King di bawah bendera India yang telah berlangsung selama lebih dari 55 tahun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari modernisasi skala besar militer New Delhi guna menghadapi lanskap ancaman bawah laut modern yang semakin senyap dan mematikan.
Menilik sejarah panjangnya, perjalanan keluarga Sea King di India dimulai sejak tahun 1971 ketika varian awal Mk.42 pertama kali tiba untuk memperkuat lini penerbangan angkatan laut. India tercatat mengakuisisi total sekitar 39 unit helikopter Sea King dari Inggris yang dikirim secara bertahap dalam beberapa gelombang hingga tahun 1986. Jumlah tersebut mencakup varian awal Mk.42, varian serang taktis Anti-Submarine Warfare (ASW) Mk.42B sebanyak 20 unit, serta varian transportasi komando Mk.42C sebanyak 6 unit.
Kehadiran awal helikopter ini langsung diuji lewat pertempuran nyata dalam Perang Indo-Pakistan tahun 1971, di mana armada Sea King memainkan peran yang sangat krusial dalam memburu kapal selam Pakistan dan mengamankan perimeter armada tempur laut India.
Khusus untuk varian Mk.42B yang baru saja pensiun, helikopter ini merupakan versi kustomisasi khusus yang digarap oleh manufaktur Inggris, GKN Westland, demi memenuhi kebutuhan taktis spesifik Angkatan Laut India. Selama lebih dari tiga dekade beroperasi, Sea King Mk.42B memikul beban berat mulai dari pengawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), pengintaian armada, misi pencarian dan penyelamatan (SAR), kesadaran domain maritim (MDA), hingga operasi intelijen dari atas dek kapal induk.
Namun, seiring berjalannya waktu, kemunculan kapal selam modern yang jauh lebih senyap serta rudal anti-kapal yang semakin canggih membuat perangkat sensor lawas milik Sea King mulai ketinggalan zaman. Masalah kelelahan struktur badan pesawat (airframe wear) serta kelangkaan suku cadang yang persisten akhirnya membuat biaya operasional helikopter ini menjadi tidak lagi efisien.
Dari sisa armada Mk.42B yang ada, tidak semuanya langsung dihancurkan. Empat unit di antaranya telah dimodifikasi menjadi helikopter angkut utilitas pendukung dengan mencopot seluruh sistem sonar, pemrosesan akustik, dan perangkat tempur internalnya. Sementara itu, tiga unit lainnya akan dipertahankan sebagai platform uji coba dan evaluasi untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) militer, termasuk uji coba penembakan rudal anti-kapal lokal NASM-SR.
Sisa pesawat yang ada nantinya akan digunakan sebagai “donor” suku cadang kanibalan demi mendukung operasional enam unit helikopter Sea King varian transportasi Mk.42C yang saat ini masih tersisa dan bertugas di Skuadron INAS 350 “Saaras”.
Sebagai pengganti dari kekosongan peran yang ditinggalkan oleh Sang Raja Laut, Angkatan Laut India kini mengandalkan armada helikopter multiperan modern Sikorsky MH-60R Seahawk buatan Amerika Serikat, di mana India telah menyetujui kontrak pembelian 24 unit senilai 2,4 miliar dolar AS pada tahun 2020 lalu.
Untuk jangka panjang, pemenuhan kebutuhan helikopter maritim India akan dialihkan pada kemandirian industri domestik melalui program Indian Multi-Role Helicopter (IMRH) yang tengah dikembangkan oleh Hindustan Aeronautics Limited (HAL) di Bengaluru, termasuk varian khusus dek kapal induk yang dikenal sebagai Deck-Based Multi-Role Helicopter (DBMRH). (Gilang Perdana)


