Rusia Tampilkan Garmon-ME: Radar Portabel 60 Km dengan Kemampuan Counter-Battery

Rusia kembali mendemonstrasikan inovasi terbarunya dalam teknologi pengindraan pasca-pengalaman tempur modern. Dalam ajang International Security Forum yang berlangsung pada 26–29 Mei 2026 di wilayah Moskow, raksasa ekspor pertahanan Rusia, Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation), resmi memperkenalkan varian radar terbaru bernama Garmon-ME.
Baca juga: Kalashnikov Resmi Luncurkan AM-17: Karabin Polimer Generasi Baru Pasukan Khusus
Aspek paling mencolok dari Garmon-ME adalah lonjakan performa jangkauan deteksi (range) terhadap sasaran udara yang meningkat drastis hingga mencapai 60 kilometer. Sebagai perbandingan untuk melihat lompatan teknologi ini, versi basis (komparasi awal) radar Garmoni hanya memiliki jangkauan 40 km, sementara versi peningkatan Garmoni-M mentok di angka 45 km. Dengan demikian, varian mutakhir Garmon-ME mengungguli model dasar sebesar 30% dan versi peningkatan sebelumnya sebesar 25%.
Meskipun jangkauannya melonjak tajam, Rosoboronexport memastikan bahwa Garmon-ME tetap mempertahankan reputasi pendahulunya sebagai perangkat radar yang andal, tangguh, dan minim perawatan (low-maintenance). Radar ini dirancang dengan konfigurasi kompak dan dapat dibongkar menjadi beberapa komponen terpisah hanya dalam hitungan menit.
Fitur portabilitas ini memungkinkan kru operator untuk menggendong komponen radar secara manual (man-portable) guna menembus medan-medan sulit, seperti kawasan pegunungan terjal atau rawa-rawa masif yang mustahil diakses oleh kendaraan pembawa radar berukuran besar. Selain versi jinjing/portabel, Garmon-ME juga dirancang fleksibel untuk diintegrasikan pada berbagai jenis sasis kendaraan bergerak (mobile chassis). Dari aspek ketahanan di lapangan, radar taktis ini memiliki keunggulan komparatif tinggi karena mampu beroperasi secara kontinyu terus-menerus selama 48 jam tanpa henti.

Secara teknis, Garmon-ME bekerja dengan memancarkan gelombang pada frekuensi L-band. Penggunaan L-band memberikan keuntungan tersendiri bagi radar kompak ini, terutama dalam hal ketahanan terhadap gangguan cuaca buruk (hujan atau kabut tebal) serta kemampuan penetrasi vegetasi yang lebih baik saat digelar di medan hutan atau perbukitan.
Tidak hanya andal di medan berat, interseptor elektronik pada sistem Garmon-ME juga diklaim sangat responsif. Radar ini sanggup mendeteksi, mengunci, dan melacak objek atau target yang bergerak sangat cepat di udara hingga kecepatan 700 meter per detik (atau setara dengan Mach 2.0). Kemampuan ini membuatnya sangat ideal untuk mengendus pergerakan jet tempur cepat, rudal jelajah, hingga proyektil artileri berpemandu sebelum memasuki zona pertahanan.
Rusia Luncurkan Kanon Kontra Drone ZAK-30 Citadel dengan Amunisi Airburst
Lompatan paling menarik dari Garmon-ME bukan sekadar masalah jarak jangkauan atau ketahanan operasionalnya, melainkan kemampuan multi-misi yang disandangnya. Radar yang sejatinya didesain untuk mendukung operasi pertahanan udara (hanud) taktis ini, kini secara resmi dibekali kemampuan untuk beroperasi dalam mode counter-battery (kontra-baterai).
Artinya, Garmon-ME mampu menjalankan misi intelijen artileri secara simultan. Sistem radar dapat melacak trajektori (pola lintasan) proyektil di udara untuk mendeteksi secara presisi di mana posisi koordinat meriam artileri gempur maupun posisi mortir pihak lawan yang sedang menembak.
Kombinasi dual-fungsi ini mentransformasikan radar taktis kompak Garmon-ME menjadi sistem pengintai multiguna (multi-purpose reconnaissance system). Sistem ini menjadi jawaban atas kebutuhan taktis di medan perang modern saat ini, di mana ancaman drone (udara) dan artileri (permukaan) kerap beroperasi secara tandem untuk menekan pertahanan garis depan.
Dengan kemampuan deteksi ganda dalam satu platform portabel, Garmon-ME diprediksi akan menjadi aset berharga untuk perlindungan titik bernilai tinggi sekaligus memandu serangan balasan artileri secara instan. (Gilang Perdana)


