
Industri pertahanan India kian agresif untuk naik kelas di panggung global lewat terobosan teknologi artileri terbarunya. Dalam sebuah langkah strategis yang mengejutkan, perusahaan pertahanan asal India, Kalyani Strategic Systems Limited (KSSL), resmi berkolaborasi dengan manufaktur kendaraan militer terkemuka asal Amerika Serikat, AM General. (more…)

Dinamika pengadaan alutsista di kawasan Timur Tengah mencatat pergerakan yang signifikan. Setelah Mesir sukses meminang sistem artileri medan Self-Propelled Howitzer (SPH) K9 Thunder buatan Hanwha Aerospace, kini giliran Uni Emirat Arab (UEA) yang mengambil langkah serupa. (more…)

Menjawab tingginya kebutuhan akan daya gempur presisi jarak jauh yang berkaca dari doktrin perang modern, KNDS (KMW+Nexter Defense Systems) resmi meluncurkan sistem artileri mutakhir yang diberi label LORAS (Long-Range Artillery System) di Eurosatory 2026. (more…)

Eurosatory 2026 di Perancis menorehkan dinamika baru dalam konstelasi kekuatan artileri medan di kawasan Asia Tenggara. Pabrikan pertahanan raksasa Eropa, KNDS (KMW+Nexter Defense Systems), secara resmi mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan Malaysia telah menandatangani kontrak pengadaan awal untuk 18 unit Self-Propelled Howitzer (SPH) CAESAR 155mm pada Selasa, 16 Juni 2026. (more…)

Upaya mengatasi kelangkaan amunisi artileri berat akibat tingginya intensitas palagan di Ukraina kembali mencatat babak baru. Pemerintah Australia secara resmi mengumumkan kontrak senilai 72 juta dolar Australia (sekitar US$51 juta) dengan Rheinmetall Nioa Munitions (RNM) untuk membangun lini produksi proyektil artileri kaliber 155mm varian M795. (more…)

Rusia kembali mendemonstrasikan inovasi terbarunya dalam teknologi pengindraan pasca-pengalaman tempur modern. Dalam ajang International Security Forum yang berlangsung pada 26–29 Mei 2026 di wilayah Moskow, raksasa ekspor pertahanan Rusia, Rosoboronexport (bagian dari Rostec State Corporation), resmi memperkenalkan varian radar terbaru bernama Garmon-ME. (more…)

Peta kekuatan artileri di wilayah Kaukasus resmi memasuki babak baru setelah sistem artileri gerak sendiri (Self-Propelled Howitzer) CAESAR 155mm pasokan Perancis terlihat untuk pertama kalinya di depan publik Armenia. Kehadiran alutsista ini terekam dalam gladi resik parade peringatan Hari Republik yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei mendatang di pusat kota Yerevan. (more…)

Dalam pertempuran artileri modern, kecepatan dan akurasi adalah dua variabel yang menentukan hidup dan mati di medan perang. Menjawab tantangan tersebut, industri pertahanan dalam negeri melalui Hariff Defense berkolaborasi dengan Pussenarmed (Pusat Kesenjataan Artileri Medan) berhasil mengembangkan Aldalbak (Artillery Firing System), sebuah sistem pengendali tembakan digital yang merevolusi cara kerja unit Artileri Medan (Armed) TNI AD. (more…)

Sejak era MEF (Minimum Essential Force) tahap I, pengadaan alutsista di lini artileri medan TNI AD mendapat perhatian serius dari pemerintah. Lebih mengerucut lagi pada hadirnya SPH (Self Propelled Howitzer) jenis TRF-1 CAESAR kaliber 155 mm buatan Nexter GIAT, Perancis. Kemhan pun tak ‘pelit,’ 37 unit CAESAR resmi didatangkan ke Indonesia untuk memperkuat dua batalyon armed (artileri medan).
(more…)

Indonesia tidak sendiri dalam mengoperasikan alutsista hanud era Soviet. Selain meriam S-60 kaliber 57 mm, ada kesamaan antara Indonesia dan Vietnam dalam mengoperasikan meriam hanud 61-K (M1939) kaliber 37 mm. Di Indonesia, meriam hanud 61-K (M1939) masih dioperasikan Batayon Arhanud Korps Marinir TNI AL. (more…)