Cek Fakta: Benarkah A-10 Thunderbolt II Baru Saja Selamat dari Hantaman Rudal Hanud?

Media sosial X (dahulu Twitter) belakangan ini diramaikan oleh unggahan video viral yang mengklaim sebuah jet serang darat A-10 Thunderbolt II “Warthog” berhasil selamat dan kembali ke pangkalan setelah dihantam rudal darat ke udara (hanud/SAM) dalam misi tempur baru-baru ini.

Baca juga: Analisis Citra Satelit Ungkap Kehancuran Masif Pangkalan AS Akibat Serangan Presisi Iran, F-35 Turut Menjadi Korban?

Video tersebut memperlihatkan kerusakan hebat pada bagian nacelle mesin kanan pesawat, yang memicu decak kagum sekaligus spekulasi mengenai keterlibatan terbaru pesawat legendaris ini di wilayah konflik. Namun, berdasarkan penelusuran fakta, klaim tersebut dipastikan keliru atau hoaks.

Rekaman yang beredar merupakan arsip lama dari peristiwa yang terjadi pada 8 April 2003 di Pangkalan Udara Tallil, Irak. Pesawat dalam video tersebut adalah A-10A dengan nomor seri 80-0258 yang saat itu dipiloti oleh Mayor Gary “Wolfman” Wolf dari Wing Tempur ke-110, bukan peristiwa yang terjadi pada tahun 2026.

Meskipun video yang viral saat ini adalah kejadian masa lalu, reputasi A-10 Warthog sebagai pesawat yang “tahan banting” memang bukan isapan jempol. Sejarah mencatat berbagai momen luar biasa di mana pesawat ini berhasil kembali ke pangkalan dalam kondisi yang secara teknis seharusnya sudah hancur. Salah satu kisah paling ikonik terjadi pada Perang Teluk tahun 1991, yang melibatkan Kapten Kim Campbell.

Saat melakukan misi dukungan udara dekat di atas Baghdad, pesawat A-10 miliknya terkena tembakan artileri antipesawat yang melumpuhkan seluruh sistem hidrolik dan merusak salah satu mesinnya. Dalam kondisi kritis di mana pesawat tempur lain mungkin sudah jatuh, Campbell berhasil beralih ke mode kendali manual sepenuhnya (manual reversion) dan mendaratkan pesawatnya dengan selamat meski ekor pesawatnya dipenuhi lubang peluru.

Ketangguhan luar biasa A-10 ini bersumber dari desainnya yang memang dipersiapkan untuk skenario pertempuran paling buruk. Struktur pesawat ini dibangun dengan redundansi yang sangat tinggi, di mana pilot dilindungi oleh “bak mandi” titanium seberat 540 kg yang mampu menahan hantaman proyektil kaliber 23mm hingga 57mm.

Selain itu, posisi mesin yang diletakkan tinggi dan jauh dari badan pesawat bertujuan untuk meminimalisir risiko kerusakan pada kedua mesin sekaligus jika terkena tembakan dari bawah. Desain tangki bahan bakar yang mampu menutup sendiri (self-sealing) serta sistem kendali ganda memastikan pesawat tetap bisa diterbangkan meskipun sebagian besar struktur sayap atau ekornya telah hancur.

Fenomena viralnya video lama A-10 ini menunjukkan bahwa kecintaan audiens militer terhadap pesawat “si pembunuh tank” ini tidak pernah pudar, meskipun Angkatan Udara AS telah lama berencana untuk mempensiunkannya. Ketangguhan A-10 dalam menghadapi serangan musuh tetap menjadi standar emas bagi pesawat dukungan udara dekat hingga saat ini.

A-10 Thunderbolt II mungkin memang “tank terbang” yang sulit dijatuhkan, namun rekaman yang beredar belakangan ini hanyalah pengingat dari sejarah panjang pengabdiannya yang penuh keberanian, bukan berita dari medan tempur hari ini. (Gilang Perdana)

Inggris Resmi Pensiunkan Rudal Rapier, Selamat Datang Sistem Pertahanan Udara Sky Sabre

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *