
Setelah sebelumnya sukses melaksanakan penembakan perdana meriam Leonardo Strales Sovraponte 76/62, fregat KRI Prabu Siliwangi 321 dalam rangkaian pelayaran sea going terakhir sebelum bertolak menuju Indonesia, melaksanakan uji tembak perdana meriam Leonardo Otobreda 127 mm, yang merupakan meriam utama dan terdapat di anjungan kapal kombatan serbaguna PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) class TNI AL. (more…)

Dunia maya kembali dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan tabrakan dahsyat antara kereta kargo seberat ribuan ton dengan sebuah kendaraan tempur legendaris milik Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army). (more…)

Meski pembangunannya diwarnai delay panjang dengan sejumlah polemik, fregat Angkatan Laut Malaysia Maharaja Lela class, rupanya dibekali persenjataan unik, yaitu pada haluan terpasang meriam Bofors 57 MK.3 L70 Naval Gun dengan Stealth Cupola, menjadikan Maharaja Lela kapal perang kedua yang mengadopsi Bofors MK110 dengan stealth cupola setelah korvet Visby class milik Angkatan Laut Swedia. (more…)

Dalam dunia pertahanan udara modern, kecepatan reaksi dan kepadatan tembakan (fire density) adalah kunci kelangsungan hidup. China North Industries Corporation (Norinco) telah menjawab tuntutan ini dengan memperkenalkan sistem meriam anti-pesawat bergerak SH-2 76mm (juga dikenal sebagai SA2). (more…)

Kemampuan Shoot-and-Scoot, yakni mampu menembakkan amunisi pertama dalam waktu kurang dari 30 detik dan dapat segera bergerak untuk menghindari tembakan balasan (counter-battery fire), menjadi ciri khas dari self propelled howitzer (SPH) beroda ban seperti CAESAR (Perancis) dan Archer (Swedia). Berangkat dari keunggulan kemampuan tersebut, Turki pun punya solusi tersendiri yang dapat dipenuhi oleh industri pertahanan dalam negeri. (more…)

Mengikuti model proteksi ala Main Battle Tank (MBT), alutsista artileri medan (armed) self propelled howitzer 2S19M2 Msta-S 152 mm keluaran terbaru yang digunakan Angkatan Darat Rusia, terlihat dilengkapi proteksi sangar improvisasi (improvised protective cages) dan perlengkapan peperangan elektronik (electronic warfare/EW). (more…)

Amunisi artileri bakal punya kemampuan lebih dahsyat, tapi ini bukan bicara tentang hulu ledak dan daya hancur, jangkauan tembak senjata artileri medan (armed) howitzer dengan kaliber standar nantinya bisa setara jangkauan rudal balistik jarak pendek. Dan itu bukan isapan jempol, belum lama Kementerian Pertahanan Inggris telah memberikan kontrak senilai US$5 juta untuk pengembangan dan uji prototipe Spectre. (more…)

Meski belum ada bukti penggunaan howitzer ini dalam konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja, namun, nama M-71 Soltam sempat diperbincangkan, lantaran dikabarkan siap digelar oleh satuan artileri medan Angkatan Darat Thailand. Bukan jenis alutsista baru, tapi debut M-71 Soltam menarik untuk dicermati, khususnya howitzer tarik (towed howitzer) kaliber 155 mm ini telah dioperasikan empat negara di Asia Tenggara. (more…)

Akibat banyak mengumbar konflik, selama ini dinarasikan bahwa Israel kekurangan amunisi, sehingga negara Yahudi berusaha keras mengimpor amunisi dan persenjataan dari negara-negara sekutunya. Namun, ada kabar dari Filipina, yang mana Angkatan Darat Filipina justru akan menerima 100 butir amunisi pintar untuk howitzer dari Israel. (more…)

Ada kabar dari Negeri Nguyan, yaitu Vietnam resmi mencatatkan diri sebagai calon negara pengguna self propelled tracked howitzer (SPH) K9 Thunder. Menjadikan Vietnam sebagai pengguna pertama K9 di Asia Tenggara, sekaligus menorehkan sejarah sebagai negara komunis pertama yang bakal mengadopsi SPH K9 Thunder yang berstandar artileri NATO. (more…)