Lantaran punya efek hentakan (tolak balik) yang terbilang kuat, maka lazimnya self propelled howitzer atau howitzer swagerak dipasang pada platform kendaraan berat, seperti dari basis heavy truck atau tank. Sekalipun ada yang menggunakan platform rantis model jip 4×4, itu pun dibatasi pada adopsi kaliber 105 mm. Namun, Angkatan Darat Ethiopia melakukan modifikasi yang terbilang kontroversial. (more…)
Setelah sebelumnya dihadirkan dalam varian roda rantai (SH16) dan varian roda ban 6×6 dalam platform heavy truck, North Industries Group Corporation Limited (Norinco) pada Zhuhai Airshow 2024 kembali memperkenalkan jenis self propelled (swagerak) howitzer dengan turret (kubah) tanpa awak. Inovasi terbaru ini mengadopsi sasis ranpur (kendaran tempur) roda ban VN-23 8×8 yang juga produksi Norinco. (more…)
Selain Leonardo (Otobreda) 127/64 pada haluan yang menjadi meriam utama, pada dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon di Revel class, yang diakuisisi TNI AL, juga tedapat senjata di katergori meriam lainnya, yang dimaksud adalah satu unit Leonardo 76 mm/62 Strales Sovraponte anti-aircraft gun, yang ditempatkan pada posisi di atas hanggar helikopter menghadap buritan. (more…)
Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)
Lantaran ketar-ketir terkena imbas perang, maka Belanda yang ‘lemah’ pada aspek kekuatan darat, secara langsung berkepentingan untuk mendukung dan mempersenjatai militer Ukraina dengan alutsista canggih. Salah satu yang dilakukan Negeri Kincir Angin adalah dengan membeli self propelled howitzer produksi Republik Ceko, yakni DITA, yang nantinya akan dipasok untuk kebutuhan Ukraina. (more…)
Dalam perang berkepanjangan, kebutuhan amunisi dalam jumlah besar menjadi hal yang mutlak, seperti hal yang terjadi dalam perang Ukraina. Guna ‘mempersingkat’ jalur pasokan amunisi yang selama ini harus dipasok dari dari luar negeri, maka dalam waktu dekat Ukraina akan membangun pabrik amunisi, khususnya untuk amunisi berat di kaliber 155 mm untuk artileri medan. (more…)
North Industries Group Corporation Limited (Norinco) bisa dibilang sudah ‘kenyang’ dalam memproduksi beberapa varian alutsista jenis self propelled howitzer yang dipasang pada platform truk. Setelah sebelumnya merilis SH15 dan PLC-181 yang dipasang pada platform truk taktis 6×6, kini ada ‘bocoran’ bahwa Norinco akan memproduksi self propelled howitzer (SPH) 6×6 baru, masih di standar kaliber 155/52 mm NATO, namun SPH ini nampak sedikit berbeda. (more…)
Seperti halnya Indonesia, Arab Saudi adalah salah satu negera pengguna self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 155 mm buatan Nexter Systems. Bahkan Arab Saudi adalah pengguna terbesar CAESAR 6×6 terbesar untuk pasar ekspor, sebut saja Negeri Raja Salman ini mengoperasikan setidaknya 132 unit CAESAR, sebagai perbandingan Indonesia mengoperasikan 55 unit CAESAR. Nah, pada Pameran Pertahanan World Defense Show (WDS) 2024 di Riyadh (4 – 8 Februari 2024), Arab Saudi berupaya menciptakan kemandirian alutsista di segmen self propelled howitzer. (more…)
Meski saat didatangkan belum dilengkapi rudal anti kapal, namun potensi pengadaan dua OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat dari Italia, Paolo Thaon di Revel class dengan metode rapid acquisition, merupakan momen besar bagi sistem senjata kapal perang TNI AL. Pasalnya OPV Thaon di Revel class dalam paketnya dibekali meriam Otobreda 127/64 pada haluan. Bila pengadaan OPV ini terealisasi, maka predikat kapal perang TNI AL dengan kaliber terbesar bukan lagi berada di korvet Fatahillah class. (more…)
Guna melakukan modernisasi, termasuk mengganti beberapa unit yang telah dikirim ke Ukraina, Badan Pengadaan Pertahanan Perancis – DGA (Direction Générale de l’Armement) belum lama ini telah mengkonfirmasi adanya pesanan baru sejumlah 109 unit self propelled howitzer (SPH) CAESAR 6×6 versi terbaru, yakni CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 Mark (MK) II Next Generation (NG), produksi Nexter Systems. (more…)