‘Mata-Mata’ Senyap di Perbatasan: Saab Luncurkan Sirius Compact L24R, Sensor Pasif Pengendus Radar Musuh

Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, memperluas jajaran alutsista peperangan elektronik (electronic warfare) dengan meluncurkan Sirius Compact L24R. Diperkenalkan secara perdana dalam ajang simposium kedirgantaraan bergengsi AOC EW Europe di Helsinki, Finlandia, perangkat berbasis Radar Electronic Support Measures (R-ESM) ini hadir sebagai sensor pasif berdesain panel tetap (fixed-panel passive sensor) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi keamanan nasional yang bersifat strategis.
Baca juga: Thales Resmi Serahkan Dua Radar Ground Master (GM) 403 Pertama untuk TNI AU
Menariknya, sistem pengintai mutakhir ini dilaporkan telah berhasil mengamankan kontrak penjualan perdana dengan pengguna pertamanya (launch customer).
Sebagai anggota terbaru dalam keluarga Sirius Compact, varian L24R ini sengaja dioptimalkan untuk instalasi permanen pada tiang antena (masts) maupun memanfaatkan infrastruktur sipil dan militer yang sudah ada di lapangan. Perangkat ini bekerja secara otonom dan kontinu untuk mendeteksi, melacak, mengklasifikasikan, hingga melokalisasi emisi radar dari berbagai aset tempur asing—mulai dari jet tempur yang melintas, radar pengawas (surveillance radar), hingga pergerakan kapal perang permukaan.
Berbeda dengan sistem ESM konvensional masa lalu yang berukuran raksasa, rancangan Sirius Compact L24R sangat modular dan ringan, sehingga tidak hanya andal untuk penempatan permanen (fixed) tetapi juga sangat fleksibel untuk mendukung skenario pengerahan taktis yang dinamis (mobile).
View this post on Instagram
Karakteristik teknis yang dibawa oleh Sirius Compact L24R membuatnya sangat ideal dan diandalkan untuk ditempatkan di wilayah perbatasan (border surveillance) serta zona depan pertahanan. Di wilayah perbatasan yang sensitif, menyalakan radar pengawas aktif sering kali dianggap provokatif dan berisiko membocorkan posisi pangkalan sendiri karena emisi sinyalnya dapat dilacak balik oleh rudal anti-radiation musuh.
Sebaliknya, Sirius Compact L24R bekerja 100 persen secara pasif atau hanya “mendengarkan” gelombang elektromagnetik di ruang udara tanpa memancarkan sinyal balik sama sekali. Hal ini memungkinkan militer untuk memantau dan mengendus segala aktivitas radar negara tetangga dengan cakupan deteksi hingga 360 derajat secara senyap, legal, dan rahasia tanpa memicu ketegangan diplomatik maupun militer di garis batas negara.
TACA: Solusi Posko Taktis untuk Komando dan Kendali Pasukan, Telah Digunakan di Papua!
Guna menjamin keamanan data intelijen elektromagnetik yang diprosesnya, Saab membekali sensor ini dengan sistem perlindungan siber yang sangat ketat. Sirius Compact L24R beroperasi secara mandiri untuk mengolah data mentah menjadi informasi taktis berupa koordinat posisi pemancar radar lawan (Direction Finding).
Data matang tersebut kemudian disalurkan secara instan ke jaringan komando tempur (networked environments) melalui jalur komunikasi aman. Untuk mengantisipasi risiko jatuh ke tangan musuh dalam situasi konflik di perbatasan, Saab menegaskan bahwa sensor cerdas ini dikonfigurasi untuk tidak menyimpan data sensitif apa pun secara lokal di dalam perangkat fisik sensor, sehingga kerahasiaan operasi intelijen negara tetap terjaga mutlak. (Gilang Perdana)


