
Medan pertempuran elektronik di palagan Ukraina kembali memanas seiring dengan keberhasilan militer Rusia mengerahkan alutsista pengacau sinyal terbarunya. Sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) mutakhir berkode Volna Kupol Garant (Wave Dome Guarantor) dilaporkan telah menunjukkan efisiensi taktis yang sangat tinggi dalam membungkam jaringan komunikasi satelit Starlink buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi urat nadi operasi militer Ukraina. (more…)

Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengejutkan publik dunia dengan merilis video transparan pertama dari pesawat peperangan elektronik (EW) super rahasia mereka, HAVA SOJ. Publikasi video yang ditujukan untuk merayakan Hari Jadi ke-115 Angkatan Udara Turki (TurAF) memperlihatkan lekuk utuh pesawat modifikasi berbasis jet bisnis jarak jauh Bombardier Global 6000 yang telah dijejali sensor dan pemancar acak (jammer) canggih besutan Aselsan. (more…)

Dinamika ketegangan di Selat Taiwan memasuki babak baru yang semakin sengit, khususnya dalam perebutan supremasi di ruang siber dan gelombang radio. Angkatan Darat Taiwan (Republic of China Army) dilaporkan baru saja meluncurkan kendaraan khusus (ransus) perang elektronik taktis terbaru yang dinamakan Hsuan-Chieh. (more…)

Dominasi ruang angkasa kini bukan lagi sekadar adu cepat meluncurkan roket, melainkan bagaimana mengamankan jalur komunikasi militer dari ancaman peperangan elektronik (electronic warfare/EW) yang kian canggih. (more…)

Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, memperluas jajaran alutsista peperangan elektronik (electronic warfare) dengan meluncurkan Sirius Compact L24R. Diperkenalkan secara perdana dalam ajang simposium kedirgantaraan bergengsi AOC EW Europe di Helsinki, Finlandia, perangkat berbasis Radar Electronic Support Measures (R-ESM) ini hadir sebagai sensor pasif berdesain panel tetap (fixed-panel passive sensor) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi keamanan nasional yang bersifat strategis. (more…)

Sebuah insiden mengerikan yang nyaris berujung tragedi massal melanda perhelatan dirgantara militer Amerika Serikat, Gunfighter Skies Air Show, yang digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Mountain Home, Idaho. Pada hari Minggu, 17 Mei 2026, sekitar pukul 12:10 waktu setempat, dua unit jet tempur spesialis peperangan elektronik milik Angkatan Laut AS (US Navy), Boeing EA-18G Growler, terlibat dalam tabrakan di udara (mid-air collision) saat tengah memperagakan manuver terbang formasi berisiko tinggi (high-risk formation flying). (more…)

Intelijen dan ilmuwan pertahanan India dilaporkan tengah menikmati keuntungan strategis yang luar biasa dalam peta persaingan perang elektronik (electronic warfare) di Asia Selatan. Keuntungan besar ini didapat setelah Angkatan Udara India (IAF) bersama Defence Research and Development Organisation (DRDO) berhasil mengamankan rudal udara-ke-udara jarak jauh (Beyond Visual Range Air-to-Air Missile / BVRAAM) PL-15E buatan Cina milik Pakistan. (more…)

Dinamika peperangan di Ukraina telah menempatkan drone First Person View (FPV) sebagai ancaman paling mematikan bagi kendaraan lapis baja dan konvoi logistik. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan pertahanan negara Rusia, Rostec, melalui anak perusahaannya Rosel Holding (bagian dari Vector Research Institute), resmi memperkenalkan inovasi terbaru dalam keluarga sistem anti-drone mereka yang diberi nama Serp-FPV. (more…)

Ada kabar dari negara bagian California di Amerika Serikat, yakni telah jatuh sebuah jet tempur EA-18G Growler milik Angkatan Laut AS (US Navy), yang selama ini dikenal sebagai pesawat tempur spesialis peperangan elektronika (electronic warfare) tercanggih. Insiden jatuhnya Growler pada 12 Februari 2025 menjadi viral setelah detik-detik jatuhnya pesawat ke Teluk San Diego terekam jelas lewat kamera CCTV pada pukul 10.00 waktu setempat. (more…)

Seiring efektivitasnya di medan peperangan, penggunaan drone kamikaze dipercaya bakal semakin meluas, dan jangan heran bila dalam waktu dekat akan bermunculan inovasi yang mengejutkan dan tidak pernah terbayangkan. Salah satunya datang dari Rusia, yang mengklaim sedang mengembangkan drone yang bisa hibernasi selama berminggu-minggu, sebelum akhirnya menghancurkan sasarannya. (more…)