Gantikan Tranche 1, Airbus Resmi Unveil Eurofighter Typhoon Tranche 4 Perdana untuk Jerman

Momentum kebangkitan jet tempur pan-Eropa, Eurofighter Typhoon, kian nyata di panggung dirgantara global. Airbus Defense & Space secara resmi memperkenalkan (unveil) jet tempur Eurofighter Typhoon varian Tranche 4 perdana pesanan Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe).
Jet tempur kursi tunggal (single seater) dengan nomor produksi GS0115 dan registrasi 34+03 tersebut dipamerkan kepada publik dalam ajang Airbus Defense Summit yang berlangsung di fasilitas Manching, dekat Munich, Jerman. Meskipun unit perdana ini belum melakukan penerbangan perdana, pihak Airbus mengonfirmasi bahwa beberapa unit Tranche 4 lainnya telah rampung dirakit dan siap memulai fase uji terbang dalam beberapa pekan ke depan.
Pengadaan ini berjalan di bawah payung “Proyek Quadriga” yang diteken pada November 2020, di mana Jerman memesan 38 unit Eurofighter standar Tranche 4 (terdiri dari 31 kursi tunggal dan 7 kursi ganda, termasuk pengganti dua unit Eurofighter yang jatuh akibat kecelakaan). Kehadiran jet tempur anyar ini diplot untuk menggantikan peran armada Eurofighter Tranche 1 versi awal Luftwaffe yang kemampuannya kini sudah sangat terbatas.
Namun, ambisi modernisasi Jerman tidak berhenti di situ. Di luar Proyek Quadriga, Berlin berencana menambah belanja dengan membeli 55 unit Eurofighter tambahan untuk menggantikan jet tempur sayap ayun Panavia Tornado, plus pesanan 20 unit varian Tranche 5 yang kontraknya baru saja ditandatangani akhir tahun lalu. Jika ditotal, Jerman bersiap mengamankan hingga 113 unit Eurofighter baru guna memperkuat armada kompositnya yang saat ini berkisar di angka 138 unit (campuran Tranche 1, 2, dan 3).
Para los que os gustan estas cosas.
Detallitos del Eurofighter. pic.twitter.com/DdW1NCDiBh
— Memorias de Pez (@MemoriasPez) May 20, 2026
Sebagai catatan, Tranche (berasal dari bahasa Perancis yang berarti “potongan” atau “bagian”) adalah istilah untuk menyebut gelombang atau tahapan produksi. Setiap tranche baru biasanya membawa peningkatan teknologi, konfigurasi, dan sistem persenjataan yang lebih modern dibandingkan gelombang produksi sebelumnya.
Meskipun secara tampilan luar (skin) tampak serupa dengan varian pendahulunya, Eurofighter Tranche 4 membawa jajaran arsitektur internal yang sepenuhnya baru. Salah satu peningkatan paling krusial adalah adopsi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) dari program European Common Radar System (ECRS) yang dipasok oleh perusahaan pertahanan Jerman, Hensoldt.
The new German Tranche 4 series Eurofighter was presented by Airbus Defense & Space at its facility in Manching near Munich.
Under Project Quadriga, Germany in November 2020 had ordered;
38 Eurofighter Tranche 4 fighter jets.
– 31 single seater
– 07 twin seater pic.twitter.com/wKEA46yhkb— Defense Dagger (@DefenseDagger) May 21, 2026
Menariknya, rilis terbaru mengoreksi bahwa untuk gelombang pengiriman awal, Eurofighter Tranche 4 Jerman akan menggunakan radar AESA standar ECRS Mk 0 (serupa dengan yang dipasang pada armada milik Kuwait dan Qatar), sebelum nantinya beralih ke standar definitif ECRS Mk 1 yang menjadi basis operasional Jerman dan Spanyol. Radar AESA ini memberikan lompatan masif dalam jarak deteksi, akurasi, dan ketahanan terhadap peperangan elektronik (jamming), terutama untuk mengunci target kecil seperti drone dan rudal jelajah.
Mengutip The War Zone, demi menyiasati keterbatasan anggaran, armada Tranche 4 Jerman yang dipamerkan ini dipastikan absen dari perangkat sensor canggih PIRATE (Passive InfraRed Airborne Track Equipment). Sebagai gantinya, ke depan Jerman melirik paket peningkatan Long-Term Evolution (LTE) yang berfokus pada perombakan kokpit lewat instalasi Large Area Display tunggal berukuran 12 x 22 inci untuk menggantikan tiga layar monitor lama, guna memudahkan pilot mengelola limpahan data taktis di ruang udara modern.
Jerman juga tengah bersiap mengonversi 15 unit Eurofighter yang sudah ada menjadi varian khusus peperangan elektronik bernama Typhoon EK (Elektronischer Kampf). Dipersenjatai dengan sistem sensor Arexis buatan Saab dan rudal anti-radiasi AGM-88E AARGM, Typhoon EK akan resmi menendang peran penempur uzur Tornado ECR yang telah berdinas sejak era 1990-an dalam misi menekan dan menghancurkan pertahanan udara musuh (SEAD/DEAD).
Peluncuran Eurofighter Tranche 4 ini terjadi di tengah dinamika geopolitik Eropa yang krusial. Peran Eurofighter dipastikan akan memanjang lebih lama dari proyeksi awal tahun 2040. Hal ini dipicu oleh munculnya keretakan mendalam pada program jet tempur generasi keenam FCAS (Future Combat Air System) akibat perselisihan porsi kerja antara Perancis dan Jerman. Dengan ketidakpastian masa depan pesawat masa depan NGF (New Generation Fighter), Jerman kini menaruh harapan penuh pada Eurofighter Tranche 4 sebagai tulang punggung superioritas udara mereka. (Bayu Pamungkas)


