Sinergi Safran dan Baykar: Era Baru Teknologi Drone Tempur Bayraktar TB2 dengan Sistem Euroflir

Industri pertahanan dunia menyaksikan pergeseran kekuatan strategis seiring dengan diumumkannya kemitraan antara raksasa kedirgantaraan Turki, Baykar, dan perusahaan teknologi pertahanan asal Perancis, Safran Electronics & Defense. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan pada pertengahan Mei 2026, kedua perusahaan sepakat untuk mengintegrasikan sistem optronik canggih Euroflir ke dalam platform drone tempur (UCAV) Bayraktar TB2.
Baca juga: Kejutan! Indonesia Jadi Pelanggan Ekspor Pertama di Dunia untuk Drone Siluman Kızılelma
Langkah tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang Baykar untuk terus menghadirkan inovasi mutakhir pada platform pesawat nirawak mereka, sekaligus memperluas daya saing di pasar global yang semakin ketat.
Keputusan untuk menggunakan teknologi Euroflir dari Safran secara resmi mengakhiri penggunaan sistem sensor generasi lama buatan Kanada yang selama ini menjadi bagian dari perangkat keras Bayraktar TB2. Jika dibandingkan dengan sistem terdahulu yang mengandalkan standar HD dan kemampuan termal konvensional, sistem Euroflir menawarkan lompatan teknologi yang sangat signifikan.
Sensor asal Perancis ini dibekali dengan teknologi multi-spektral beresolusi ultra-tinggi yang dipadukan dengan sistem stabilisasi tingkat lanjut, sehingga mampu memberikan kualitas citra yang jauh lebih jernih dan stabil bahkan dalam kondisi pertempuran yang dinamis.
Safran 🇨🇵 and Baykar 🇹🇷 signed a strategic partnership to co-develop next-generation drone and smart weapon systems. The deal will integrate Safran’s Euroflir optronics, navigation and targeting technologies into Baykar’s TB2 UAVs, boosting surveillance, precision strike and… pic.twitter.com/8ChZ1bw3aR
— Tom Antonov (@Tom_Antonov) May 14, 2026
Selain dari sisi kualitas visual, aspek jangkauan deteksi menjadi keunggulan utama dalam transisi teknologi ini. Sistem sensor lama buatan Kanada cenderung efektif hanya untuk jarak menengah dan sangat bergantung pada kondisi cuaca yang cerah. Sebaliknya, sistem Euroflir dirancang untuk operasi jarak jauh (Long-Range) dengan performa yang tetap unggul meski berada dalam kondisi visibilitas rendah atau lingkungan yang ekstrem. Hal ini memungkinkan operator drone untuk melakukan pengawasan dan identifikasi target dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi, memberikan keuntungan taktis yang krusial bagi para pengguna di lapangan.
Integrasi ini juga membawa dampak besar pada daya gempur Bayraktar TB2, di mana sistem Euroflir dioptimalkan untuk bekerja secara harmonis dengan generasi terbaru senjata cerdas (smart weapons), berbeda dengan sistem lama yang memiliki kompatibilitas terbatas pada amunisi standar.

Di luar aspek teknis, kerja sama ini juga mencerminkan langkah strategis untuk melepaskan diri dari kerentanan embargo ekspor yang sempat menghambat penggunaan komponen asal Kanada di masa lalu. Dengan menggandeng Safran, Baykar tidak hanya meningkatkan kecanggihan teknis dronenya, tetapi juga memperkuat kemitraan strategis Franco-Turki yang lebih stabil dan berkelanjutan demi mengamankan pangsa pasar pertahanan internasional. (Gilang Perdana)
Rusia Pamerkan Drone Kamikaze Geran-2 Versi Terbaru dengan Dual Mode Seeker di Victory Day 2026


