Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan berhasil melewati tahapan krusial dalam program pengembangan sistem penangkal elektronik (electronic countermeasures) generasi terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi personel infanteri dari berbagai ancaman berbasis kendali radio. (more…)
Dinamika ketegangan di Selat Taiwan memasuki babak baru yang semakin sengit, khususnya dalam perebutan supremasi di ruang siber dan gelombang radio. Angkatan Darat Taiwan (Republic of China Army) dilaporkan baru saja meluncurkan kendaraan khusus (ransus) perang elektronik taktis terbaru yang dinamakan Hsuan-Chieh. (more…)
Perusahaan pertahanan asal Swedia, Saab, memperluas jajaran alutsista peperangan elektronik (electronic warfare) dengan meluncurkan Sirius Compact L24R. Diperkenalkan secara perdana dalam ajang simposium kedirgantaraan bergengsi AOC EW Europe di Helsinki, Finlandia, perangkat berbasis Radar Electronic Support Measures (R-ESM) ini hadir sebagai sensor pasif berdesain panel tetap (fixed-panel passive sensor) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan aplikasi keamanan nasional yang bersifat strategis. (more…)
Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM) sedang mengevaluasi platform perangkat lunak mobile revolusioner yang memungkinkan operator di medan tempur mengakses citra satelit komersial dan analisis data langsung melalui perangkat genggam Android. (more…)
AN/PRC-171 Compact Team Radio. Photo by L3Harris Technologies
L3Harris Technologies secara resmi memperkenalkan Wraith Shield pada 13 Mei 2026, sebuah inovasi revolusioner yang mampu mengubah radio taktis eksis menjadi sensor anti drone berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Melalui pembaruan perangkat lunak (software upgrade), prajurit kini dapat mendeteksi, mengklasifikasi, hingga melumpuhkan sistem drone kecil hanya dengan menggunakan peralatan komunikasi yang sudah mereka bawa di lapangan. (more…)
Dalam operasi militer di lapangan, koordinasi antar satuan seringkali terhambat oleh masalah teknis yang mendasar, seperti ketidakmampuan perangkat radio dari merek atau jenis yang berbeda untuk saling berkomunikasi. Perbedaan sistem enkripsi, pengkodean, hingga frekuensi seringkali membuat klaster-klaster pasukan bekerja dalam “jaring” yang terisolasi satu sama lain. (more…)
Setelah pada tayangan sebelumnya dikupas tentang kemampuan dari perangkat Battlefield Management System (BMS), baik BMS Personnel dan BMS Ranpur, dari fasilitas produksi Hariff Defense di Bandung, kini kami ajak Anda untuk ‘melihat’ dari dekat proses produksi dari perangkat militer karya anak bangsa, yang dirancang dan diproduksi dengan standar militer khusus. (more…)
Dalam modernisasi komando pusat, TNI AD kini diperkuat dengan sistem komando dan kendali (C2) komprehensif bernama TACA (Tactical Army Collaboration Action) Center. Jika sebelumnya terdapat varian TACA Field yang beroperasi di level lapangan, maka TACA Center hadir sebagai perangkat di level strategis dan operasional yang ditempatkan pada posko satuan atas. (more…)
Dalam operasi militer modern, koordinasi antar unit kendaraan tempur (ranpur) membutuhkan lebih dari sekadar komunikasi suara. TNI AD kini telah mengadopsi teknologi Battlefield Management System (BMS) Vehicle atau BMS Ranpur, sebuah perangkat sistem manajemen medan tempur produksi Hariff Defense, yang dirancang khusus untuk prajurit di dalam kendaraan tempur seperti tank dan panser. (more…)
Di era peperangan modern yang berbasis informasi, kecepatan dan ketepatan data di lapangan adalah kunci keberhasilan operasi. Setelah sebelumnya kami mengupas tentang TACA (Tactical Army Collaboration Action), sebuah Battlefield Management System (BMS) posko tingkat taktis yang dirancang untuk kondisi menantang, maka pada prajurit di garis depan disematkan perangkat BMS Personnel. (more…)