Trigate: Solusi Taktis Penembus Sekat Komunikasi Antar Jaring Radio TNI AD

Dalam operasi militer di lapangan, koordinasi antar satuan seringkali terhambat oleh masalah teknis yang mendasar, seperti ketidakmampuan perangkat radio dari merek atau jenis yang berbeda untuk saling berkomunikasi. Perbedaan sistem enkripsi, pengkodean, hingga frekuensi seringkali membuat klaster-klaster pasukan bekerja dalam “jaring” yang terisolasi satu sama lain.

Baca juga: Mengenal BMS Personnel: Teknologi ‘Mata dan Otak’ Prajurit Infanteri Modern, Buatan Dalam Negeri!

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan swasta nasional yang bermarkas di Bandung, Hariff Defense, menghadirkan Trigate (Tactical Radio Gateway), sebuah inovasi yang dirancang untuk menyatukan berbagai jaring komunikasi yang sebelumnya terpisah.

Trigate dikembangkan berangkat dari permasalahan nyata yang dihadapi oleh TNI AD. Di lapangan, populasi perangkat radio sangat beragam, mulai dari merek populer seperti Motorola hingga Hytera. Tanpa adanya standarisasi antar jaring, radio-radio ini secara teknis tidak dapat saling terhubung.

Trigate bekerja dengan prinsip sebagai PTT (Push-to-Talk) Converter. Perangkat ini mengambil sinyal suara analog dari perangkat radio, mengonversinya menjadi data digital, dan memprosesnya di pusat sistem untuk kemudian di-broadcast kembali ke jaring yang berbeda. Dengan sistem ini, perbedaan merek, pengkodean, maupun frekuensi bukan lagi menjadi penghalang. Pasukan dapat “menyeberang” jaring komunikasi dengan lancar, memungkinkan koordinasi yang lebih efektif di tingkat taktis.

TACA: Solusi Posko Taktis untuk Komando dan Kendali Pasukan, Telah Digunakan di Papua!

Secara fungsional, satu unit Trigate dipasangkan untuk satu unit perangkat radio (konsol). Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sinyal dan matching impedance agar komunikasi tetap jernih dan tidak terganggu. Perangkat ini biasanya digelar di Posko Taktis sebagai bagian dari ekosistem komunikasi yang mengintegrasikan data dan suara.

Salah satu aspek krusial dari Trigate adalah kemampuannya untuk bekerja melalui jaringan internet. Dengan memanfaatkan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), Trigate memungkinkan komunikasi antar posko tetap terjalin tanpa terbatas oleh jarak geografis, selama tersedia koneksi internet.

Karya Anak Bangsa: BMS Ranpur Kini Jadi ‘Otak’ Digital Bagi 400 Kendaraan Tempur TNI

Teruji di Medan Papua
Keandalan Trigate bukan sekadar teori di atas kertas. Sejak rentang tahun 2022 hingga 2023, perangkat ini telah banyak dikirim dan dioperasikan di wilayah Papua. Di medan yang menantang tersebut, Trigate menjadi solusi vital untuk menghubungkan populasi radio HT yang masif namun beragam.

Meskipun radio-radio HT standar ini tidak memiliki fitur secanggih radio taktis militer—seperti anti-jamming atau frequency hopping—kehadiran Trigate memberikan nilai tambah strategis dengan harga yang lebih terjangkau dan jangkauan yang luas. Dengan Trigate, kendala komunikasi antar satuan kini memiliki jawaban teknis yang konkret, memastikan setiap instruksi komandan dapat didengar oleh seluruh jaring pasukan di lapangan. (Haryo Adjie)

Aldalbak TSY-23H: Rahasia di Balik Akurasi Tinggi Artileri Medan TNI Hasil Kolaborasi Hariff Defense-Pussenarmed

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *