KRI Canopus 936: Kapal Survei dan Penyelamat Kapal Selam Tercanggih TNI AL Resmi Perkuat Armada Pushidrosal

Kekuatan armada maritim Indonesia kembali mencatatkan sejarah dengan peresmian KRI Canopus 936 sebagai kapal survei hidro-oseanografi (BHO) tercanggih milik TNI AL. Kedatangan kapal ini Indonesia disambut langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/05/2026).
Baca juga: KRI Leuser 924: Ocean Going Tug Boat, Kapal Tunda Terbesar di Asia Tenggara
Kehadiran KRI Canopus bukan sekadar penambahan alutsista, melainkan tonggak penting bagi kedaulatan data laut nasional dan bukti keseriusan Indonesia dalam memperkuat peran sebagai poros maritim dunia.
Perjalanan KRI Canopus 936 menuju Tanah Air merupakan misi panjang yang dikemas dalam sandi “Operasi Dhruva Samudra-26”. Di bawah komando Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhono, kapal ini menempuh jarak luar biasa sekitar 12.798,5 Nautical Mile (Nm) dari galangan Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Jerman.
Berangkat sejak 14 Maret 2026, kapal ini mengambil rute menantang dengan mengitari Tanjung Harapan di Afrika Selatan guna menguji ketangguhan platform di tengah samudra luas sebelum akhirnya bersandar di Jakarta. Selain uji operasional, pelayaran perdana ini juga mengemban misi diplomasi maritim dengan mengunjungi sejumlah negara sahabat di sepanjang rute yang dilewati.

Secara spesifikasi, KRI Canopus 936 memiliki dimensi yang mengesankan dengan panjang 105 meter dan dirancang untuk memiliki ketahanan operasional (endurance) hingga 60 hari di laut lepas tanpa perlu sandar. Kemampuan surveinya pun tidak main-main; kapal ini sanggup memetakan kondisi bawah laut dari perairan dangkal hingga kedalaman ekstrem mencapai 11.000 meter.
Di dalamnya tersemat teknologi hidro-oseanografi kelas dunia, mulai dari sistem sonar canggih hingga kemampuan mengoperasikan wahana tanpa awak seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk identifikasi objek bawah laut dengan akurasi tinggi.

Poin yang paling menarik perhatian dan menjadi keunggulan strategis kapal ini adalah multifungsinya sebagai kapal penyelamat. Kasal menegaskan bahwa selain fungsi ilmiah, KRI Canopus merupakan kapal pertama milik TNI AL yang dirancang secara khusus untuk dapat difungsikan sebagai kapal SAR kapal selam atau submarine rescue.
Dengan kemampuan deteksi ranjau, pemetaan jalur kapal selam, hingga dukungan intelijen maritim, kapal ini menjadi tulang punggung baru dalam mendukung operasi militer dan keamanan laut. Fleksibilitas ini memungkinkan KRI Canopus bertransformasi dari kapal riset menjadi platform penyelamatan darurat jika terjadi insiden di kedalaman samudra.
Guna memastikan teknologi canggih tersebut dapat dioperasikan secara maksimal, TNI AL telah melaksanakan berbagai pelatihan intensif bagi para pengawak kapal, baik di luar negeri maupun melalui sekolah hidrografi di dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk menjamin profesionalisme personel dalam menguasai teknologi modern yang ada pada KRI Canopus 936. Gilang Perdana)
Sebagai garda terdepan pertahanan negara di laut, TNI AL dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus memperkuat kemampuan survei, pemetaan, dan pengelolaan data kelautan nasional guna mendukung keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia… pic.twitter.com/XSnPL3QEon
— Pusat Penerangan TNI (@Puspen_TNI) May 12, 2026


