Korea Utara Bangun 21 Fasilitas Peluncur Roket Tersembunyi Dekat Perbatasan, Seoul Dalam Jangkauan

Korea Utara terindikasi kuat telah membangun puluhan fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan peluncur roket MLRS (Multiple Rocket Launcher Systems MLRS) baru di area yang sangat dekat dengan Zona Demiliterisasi (DMZ). Berdasarkan analisis citra satelit komersial, bangunan-bangunan militer ini ditempatkan pada posisi strategis yang secara langsung mengancam ibu kota Korea Selatan, Seoul.
Berdasarkan laporan Radio Free Asia (RFA) mengutip data citra satelit yang diambil sepanjang periode 2023 hingga 2025, terdeteksi sedikitnya 21 bangunan memanjang berukuran sekitar 52 meter. Fasilitas-fasilitas baru ini dibangun di area pangkalan militer skala kecil Korea Utara yang berada di sebelah selatan kota Kaesong serta di sebelah utara Sungai Han. Lokasi kompleks militer ini berada hanya sekitar 50 kilometer secara garis lurus dari ibu kota Seoul.
Secara teknis, analisis arsitektur menunjukkan bahwa bangunan-bangunan tersebut memiliki langit-langit yang tinggi, tata letak yang panjang dan sempit, serta dilengkapi akses jalan khusus di kedua ujungnya agar kendaraan militer berukuran besar dapat masuk dan keluar dengan cepat.
🚨🇺🇸🇰🇷 Lee Jae-Myung Guts Defenses As North Korea Builds Invasion Roads To The Border
The communist North Korean regime has built over 100 km of tactical roads and bridges up to the MDL and stripped the DMZ bare for armored assault.
The Lee Jae-myung Democratic Party… https://t.co/8wKjVq1sZq pic.twitter.com/EHT5rVCQCO
— Christopher Kostic (@ShineShadowNews) July 20, 2026
Fitur desain bangunan tersebut sangat spesifik dan ideal untuk menyimpan, merawat, serta menyembunyikan kendaraan peluncur rudal (Transporter Erector Launchers/TEL) maupun sistem artileri roket berat terkaliber besar milik Pyongyang. Selain hanggar utama, kompleks tersebut juga tampak dilengkapi dengan bangunan kantor serta fasilitas pendukung operasional lainnya.
Siap “Perang Habis-habisan”, Korea Utara Sulap Traktor dan Truk Sipil Jadi Peluncur MLRS
Meskipun fitur bangunan sangat mengindikasikan fungsi militer tingkat tinggi, citra satelit komersial sejauh ini belum menangkap penampakan langsung dari unit kendaraan TEL atau peluncur roket di luar bangunan. Hal ini mengindikasikan bahwa Korea Utara menerapkan doktrin kerahasiaan dan penyembunyian (camouflage, concealment, and deception) yang ketat untuk menghindari deteksi dini oleh satelit pengintai Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Analis citra satelit independen, Jacob Bogle, mengonfirmasi bahwa Pyongyang selama beberapa tahun terakhir secara diam-diam dan konsisten terus memperluas fasilitas yang berkaitan dengan sistem artileri roket di dekat garis batas. Menurutnya, struktur bangunan baru ini merupakan bagian dari modernisasi masif di sepanjang kawasan DMZ, sekaligus menjadi salah satu ancaman paling potensial bagi keamanan Semenanjung Korea. Keberadaan fasilitas penjelajah dan peluncur ini memangkas waktu respons sistem pertahanan udara Korea Selatan jika konfrontasi militer mendadak pecah. (Gilang Perdana)
Kondang di Perang Ukraina, Korea Utara Produksi Massal KN-25, Self Propelled MLRS Terkuat di Dunia


