Dilepas dari Helikopter Black Hawk, Drone Kamikaze Altius-700 Sukses Eksekusi Sasaran Secara Otonom

Pengembangan konsep Launched Effects (LE) oleh Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) kembali mencatatkan lompatan teknis signifikan melalui demonstrasi dalam ajang Project Convergence Capstone 6. Perusahaan teknologi pertahanan Anduril Industries merilis rekaman uji coba terbaru yang menampilkan keterlibatan helikopter H-60M Black Hawk sebagai platform peluncur udara untuk loitering munition) atau drone kamikaze Altius-700.
Dalam pengujian tersebut, kru helikopter meluncurkan drone yang secara otonom mendeteksi target, membagikan data taktis (telemetry) ke seluruh formasi penerbang, lalu meluncur menabrak sasaran dengan presisi tinggi tanpa menempatkan awak helikopter dalam jangkauan bahaya pertahanan udara musuh.
Dari spesifikasi, Altius-700 (khususnya varian penyerang Altius-700M) dikembangkan sebagai muatan udara serbaguna dengan ukuran dan kapasitas tempur yang jauh lebih besar dibandingkan pendahulunya, Altius-600. Drone ini mengusung jangkauan operasional efektif hingga 160 kilometer dengan batas daya tahan di udara (endurance) mencapai 75 menit.
Keunggulan utamanya terletak pada kapasitas muatan (payload) masif hingga 15 kilogram—mendekati daya hancur hulu ledak rudal anti-tank AGM-114 Hellfire. Dengan bobot total peluncuran sekitar 29 hingga 36 kilogram, Altius-700 mampu mengintegrasikan hulu ledak high-explosive penembus lapis baja, sistem pencari target elektro-optik/inframerah (EO/IR), hingga perangkat peperangan elektronika (EW).
New Test Footage: Black Hawk executes rocket-powered launch of Altius-700.
At Project Convergence Capstone 6, an H-60M Black Hawk crew employed an Altius-700 hunter-killer team to autonomously find the target, pass data across the formation, and strike.
Another successful step… pic.twitter.com/Jpq1OtU4FR
— Anduril Industries (@anduriltech) August 31, 2026
Guna mendukung pengoperasian dari platform helikopter seperti H-60M Black Hawk, Altius-700 dikemas dalam tabung peluncur pneumatik atau peluncur berbantu roket (Common Launch Tube/CLT).
Satu unit helikopter H-60M Black Hawk yang dilengkapi dengan pylon gantungan senjata eksternal (External Stores Support System/ESSS) diproyeksikan mampu membawa hingga empat sel tabung peluncur CLT pada masing-masing sayap luar, sehingga secara keseluruhan dapat mengangkut hingga 8 unit drone Altius-700 dalam satu kali misi penerbangan. Konfigurasi ini memungkinkan helikopter bertindak sebagai induk udara (mothership) untuk melepaskan gelombang drone penyerang dalam jumlah besar.
Black Hawk ‘Next’: Rahasia US Army Jaga Armada UH-60M Tetap Gahar Hingga 2050
Keberhasilan uji coba ini memantapkan posisi Altius-700 sebagai kandidat kuat pengganti peran rudal konvensional untuk misi penyerangan jarak jauh yang fleksibel. Setelah pengujian pada Project Convergence Capstone 6, US Army dijadwalkan bakal segera menguji coba integrasi Altius-700 secara langsung pada unit Kavaleri Udara.
Selain dikembangkan untuk kebutuhan operasional domestik, drone kamikaze buatan Anduril ini juga telah masuk dalam daftar paket bantuan dan penjualan militer internasional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Ukraina dan Taiwan. (Gilang Perdana)
Perkuat Pertahanan Pesisir, Taiwan Sukses Uji Tembak Drone Kamikaze Altius-600M Incar Target di Laut


