Mesin Turbojet Cina Buat Drone Geran-4 (Shahed-238) Rusia Makin Lincah: Tembus 480 Km/Jam, Buat Hanud Ukraina Amburadul

Inovasi taktis dalam perang Rusia-Ukraina kembali memasuki babak baru yang kian mengkhawatirkan pertahanan udara Barat. Hasil investigasi terbaru The Wall Street Journal (WSJ) membeberkan fakta bahwa Rusia kini memproduksi masal drone kamikaze varian teranyar berlabel Geran-4 (pengembangan dari platform Shahed-238 buatan Iran) dengan mengadopsi mesin turbojet buatan Cina.
Baca juga: Drone Kamikaze Rusia Geran-4 Hantam Pangkalan Udara Ukraina, Dua Jet MiG-29 Hancur
Penggunaan mesin jet buatan pabrikan Telefly yang berbasis di Shenzhen tersebut mampu mendongkrak kecepatan jelajah Geran-4 hingga menembus 480 km/jam (300 mil per jam)—tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan drone pendahulunya, Geran-2 (Shahed-136), yang masih mengandalkan baling-baling (propeller). Lonjakan kecepatan ekstrem ini membuat sistem penangkis udara taktis Ukraina frustrasi, karena drone tidak lagi bisa diintersepsi oleh drone pemburu biasa dan memaksa pengeluaran rudal pertahanan udara bernilai jutaan dolar yang kian langka.
Analis intelijen militer Ukraina mengonfirmasi bahwa ekosistem rantai pasok global yang berpusat di Cina kini menyokong sekitar 60 hingga 65 persen komponen vital drone pembunuh ini, mulai dari mesin turbojet, antena komunikasi, hingga sistem navigasi berbasis gyroscope. Fenomena ini membeberkan rekam jejak panjang akuisisi teknologi secara sistematis. Sebelum diintegrasikan oleh Cina ke armada Shahed-238/Geran-4, program drone Iran membutuhkan mesin khusus buatan Jerman agar mampu beroperasi secara handal.
Pada tahun 2012, sebuah perusahaan asal Cina mulai mendistribusikan mesin-mesin Jerman tersebut, hingga akhirnya membeli secara penuh pabrikan Jerman itu pada tahun 2017. Tak hanya itu, komponen mikroelektronika asal Barat yang ditemukan di dalam bangkai drone juga terbukti mengalir deras melalui jaringan perusahaan cangkang (shell companies) yang berbasis di daratan Cina dan Hong Kong.
🚨🇨🇳🇮🇷 The drones wrecking American bases and Ukrainian cities run on Chinese engines
A new WSJ investigation just connected the dots on the weapon that changed this war.
The Shahed looks almost silly. A fiberglass wedge stuffed with chips and explosives, priced like a used… pic.twitter.com/HE6lIJv6QS
— Mario Nawfal (@MarioNawfal) August 26, 2026
Upaya penutupan jejak pasokan teknis ini terlihat jelas ketika temuan mesin jet buatan Shenzhen dipublikasikan ke publik. Perusahaan Cina terkait secara diam-diam menghapus katalog bagian turbojet dari situs resmi berbahasa Inggris mereka, meskipun informasi produk tersebut masih dapat diakses pada halaman berbahasa Mandarin.
Russia’s new jet-powered Shahed drones fly at 300 mph, three times faster than the classic propeller version, and they exist because of Chinese engines.
Ukrainian wreckage analysis traces the turbojets to Shenzhen-based Telefly Telecommunications Equipment.
After Ukraine… pic.twitter.com/oXBxA4bx3A
— Clash Report (@clashreport) August 26, 2026
Kehadiran mesin turbojet murah ini mengubah drone sederhana berstruktur fiberglass—yang semula berharga setara mobil bekas—menjadi salah satu alutsista paling destruktif dan efisien di abad ini. Efektivitas lini drone keluarga Shahed/Geran tidak hanya melumpuhkan infrastruktur Ukraina, tetapi juga tercatat pernah menghancurkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain pada fase awal konflik, yang memaksa Pentagon menghabiskan rudal pencegat seharga jutaan dolar demi menjatuhkan target berbiaya puluhan ribu dolar.
Dampak keterlibatan teknologi murah berkinerja tinggi pada varian Geran-4 ini diperkirakan akan menyebar luas ke peta konflik global dalam waktu singkat. Teknologi drone berbasis mesin jet murah ini tidak lagi didominasi oleh negara super power, melainkan telah merembet ke negara-negara seperti Venezuela hingga Ethiopia.
Bahkan Pentagon pun pada akhirnya meniru konsep desain drone wedge-wing berbiaya murah ini setelah menyadari keterlambatan mereka dalam membangun doktrin perang asimetris berbiaya rendah selama satu dekade terakhir. Dengan dukungan pasokan komponen utama yang tetap mengalir deras di tengah penyangkalan resmi Beijing, Geran-4 yang dipertenagai mesin turbojet Cina kini resmi bertransformasi dari sekadar drone kamikaze lambat menjadi ancaman pemukul jarak jauh yang sangat mematikan. (Gilang Perdana)
Rusia Mulai Gunakan Drone Kamikaze Bermesin Jet Buatan Iran, Shahed-238


