Tuntas Sea Trials, Kapal Penjelajah Nuklir RFS Admiral Nakhimov (Kirov Class) Siap Perkuat Armada Utara Rusia

Kisah panjang reaktivasi kapal penjelajah tempur bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Rusia, RFS Admiral Nakhimov (Project 1144.2M Kirov class), akhirnya memasuki babak akhir. Berdasarkan laporan kantor berita TASS pada 18 Agustus 2025 yang mengutip sumber resmi industri pertahanan, kapal raksasa ini resmi berlayar keluar dari galangan Sevmash di Severodvinsk untuk memulai pengujian laut (sea trials) di perairan Laut Putih dan Laut Barents.

Baca juga: Kapal Penjelajah Nuklir Rusia RFS Admiral Nakhimov (Kirov Class) Jalani Uji Coba Laut Pabrik – Factory Acceptance Test (FAT)

Rangkaian pengujian tersebut kini dinyatakan rampung, dan kapal penjelajah yang memegang predikat sebagai kapal tempur permukaan terbesar, tercepat, serta berpersenjataan paling berat di dunia, yang dijadwalkan bakal resmi beroperasi kembali (re-commissioning) mengawal Armada Utara Rusia.

Kembalinya Admiral Nakhimov ke lautan menutup episode maraton modernisasi yang penuh dinamika. Pertama kali bertugas di era Uni Soviet pada 1988 dengan nama Kalinin sebelum berganti nama pada 1992, kapal penjelajah ini sejatinya hanya beroperasi sekitar satu dekade sebelum akhirnya ditarik dari tugas aktif pada 1997 dan mangkrak di galangan Sevmash sejak 1999.

Proses refit besar-besaran baru benar-benar berjalan aktif pada 2013-2014. Setelah melewati perombakan struktur masif dan penggantian total sistem persenjataan lama, kapal ini berhasil dialiri air laut kembali (re-launched) pada Agustus 2020. Tahapan krusial berikutnya terjadi ketika reaktor nuklir KN-3 nomor satu dan dua miliknya sukses diaktifkan berturut-turut pada Desember 2024 dan Februari 2025, sebelum akhirnya berlayar penuh dalam factory sea trials.

Secara teknis, Admiral Nakhimov memiliki panjang mencapai 251 meter dengan bobot muatan penuh (full load) berkisar 28.000 ton. Ditenagai oleh dua reaktor nuklir KN-3 yang dipadukan dengan turbin uap, raksasa maritim ini sanggup melesat hingga kecepatan puncak 32 knot. Kecepatan dan jangkauan operasional tanpa batas berbasis nuklir ini memungkinkan Admiral Nakhimov melampaui performa mayoritas kapal tempur utama milik negara-negara anggota NATO, mulai dari kapal penjelajah, destroyer, frigate, kapal serbu amfibi, hingga kapal induk.

Persenjataan yang diusungnya kini berbasis sistem peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS) modern. Untuk pertahanan udara jarak jauh, kapal ini mengusung sistem S-400 (Fort-M) dengan total 96 sel rudal. Sementara untuk kapasitas serangan permukaan dan darat, kapal ini dibekali 80 sel VLS baru yang mampu membawa kombinasi rudal presisi, termasuk rudal jelajah hipersonik 3M22 Zircon (Tsirkon) yang sanggup melesat di atas Mach 8, serta rudal Kalibr dan Oniks.

Penempatan Admiral Nakhimov di markas Armada Utara di Severomorsk memegang peranan strategis dalam kalkulasi militer Moskow. Berpatroli di perairan Laut Barents dan Laut Norwegia, fokus utamanya adalah memantau serta mendeteksi pergerakan kapal perang, kapal selam, dan armada udara NATO. Kehadirannya diproyeksikan sebagai benteng pertahanan terdepan untuk menghalau kekuatan musuh agar tidak mendekati zona patroli kapal selam pengusung rudal nuklir (SSBN) Rusia, yang menjadi inti kekuatan pencegahan nuklir berbasis laut milik Rusia. (Bayu Pamungkas)

Setelah Modernisasi Hampir Tiga Dekade, Battlecruiser Nuklir RFS Admiral Nakhimov Masuki Tahap Akhir Uji Coba Laut

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *