Jet Tempur Su-30MK2 TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin: Struktur Kokoh Flanker dan Peluang Recovery

(foto: detiksulsel)

Sebuah insiden yang menyita perhatian publik pengguna jalan raya dan warga di sekitar Bandara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Satu unit pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU dilaporkan mengalami insiden keluar dari ujung landasan pacu (overrun) di runway 13 saat melakukan pendaratan.

Baca juga: Asah Kemampuan Tempur, TNI AU Gelar Air Refueling Antara KC-130B Hercules dan Sukhoi Su-27/Su-30

Posisi jet tempur yang terhenti di area rumput di luar landasan pacu terlihat jelas oleh para pengendara yang melintas di Jalan Poros Makassar-Maros dan videonya dengan cepat menyebar di media sosial. Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Sus Yudha Pramono, mengonfirmasi kejadian tersebut namun masih menunggu laporan resmi lebih rinci terkait kronologi dan kondisi terkini dari jet tempur tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat yang mengalami musibah tersebut merupakan pesawat tempur berawak ganda (tandem seat) jenis Sukhoi Su-30. Kabar tak resmi di lapangan menyebutkan bahwa jet tempur yang terlibat adalah Su-30MK2 dengan nomor registrasi TS-3011.

Pesawat dengan nomor ekor TS-3011 ini merupakan bagian dari gelombang pengadaan Su-30MK2 buatan Komsomolsk-on-Amur Aircraft Plant (KnAAPO), Rusia, yang memperkuat Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin. Sebagai varian Su-30MK2, TS-3011 tergolong jet tempur multirole yang sangat tangguh dengan berbagai rekam jejak operasi pertahanan udara dan latihan penembakan muatan presisi.

Kejadian overrun pada jet tempur di lingkungan TNI AU sejatinya bukan hal baru dalam sejarah operasional penerbangan militer tanah air. Insiden serupa pernah dialami oleh jet tempur F-16 Fighting Falcon dengan nomor registrasi TS-1603 dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi pada 10 Maret 2017 silam. Kala itu, F-16 C/D Block 52ID tersebut mengalami overrun dan terbalik di ujung runway Bandara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, akibat kegagalan fungsi pengereman (brake malfunction) saat mendarat. Peristiwa itu mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bagian kanopi dan sirip ekor (vertical stabilizer).

Meski mengalami kerusakan yang lumayan berat, nasib F-16 TS-1603 tidak berakhir di tempat pembuangan bangkai pesawat. Melalui kapabilitas teknisi dan teknisi ahli Depo Pemeliharaan 30 (Depohar 30) Lanud Iswahjudi, pesawat tempur buatan Lockheed Martin tersebut berhasil direparasi dan direkonstruksi secara total. Bahkan, TS-1603 kemudian diikutsertakan dalam program modernisasi skala besar Falcon STAR (Structural Augmentation Roadmap) dan eMLU (Enhanced Mid-Life Update). Hasilnya, F-16 TS-1603 tidak hanya sukses kembali terbang (test flight), tetapi juga memiliki jam terbang rangka pesawat yang lebih panjang serta avionik dan sistem persenjataan setara F-16 generasi baru.

Setelah Overrun, Mungkinkah F-16 TS-1603 Kembali Mengudara?

Pengalaman sukses pada pemulihan F-16 TS-1603 memberi harapan serupa bagi penanganan Sukhoi Su-30MK2 yang mengalami overrun di Makassar. Jet tempur buatan Rusia seperti keluarga Flanker dikenal memiliki struktur airframe yang sangat kokoh dan dirancang untuk tahan dalam berbagai kondisi operasional yang keras.

Selama kerusakan yang dialami akibat meluncur ke padang rumput tidak merusak struktur utama (main spar) atau komponen vital secara permanen, tim teknisi Depo Pemeliharaan 30 (Depohar 30) dan Skadron Teknik (Skadtek) diperkirakan mampu melakukan asesmen serta perbaikan (repair) secara menyeluruh. (Bayu Pamungkas)

F-16 TS-1603 TNI AU: Dari Overrun ke Sukses Upgrade Falcon Star-eMLU

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *