Rusia Mulai Produksi Massal Volna Kupol Garant, Sistem Perang Elektronika Anti Starlink

Sektor industri pertahanan Rusia terus beralih ke tahap produksi massal untuk mengatasi dominasi komunikasi satelit Starlink di garis depan pertempuran. Perusahaan manufaktur militer asal Krimea, Rossiysky Kupol, dilaporkan telah memulai produksi skala besar terhadap sistem electronic warfare (EW) terbaru bernama Volna Kupol Garant, yang dirancang khusus untuk melumpuhkan jaringan terminal Starlink militer Ukraina.
Berdasarkan laporan kantor berita TASS yang mengutip sumber dari industri pertahanan Rusia, Volna Kupol Garant beroperasi sebagai sistem point-defense jammer. Sistem ini memanfaatkan antena parabola berdaya tinggi (high-power dish) yang diarahkan secara presisi ke satelit Starlink yang sedang melintas di atas area sasaran. Volna Kupol Garant bekerja dengan membanjiri frekuensi uplink pada Ku-band (rentang 14.0–14.5 GHz pada delapan kanal 62.5 MHz) menggunakan sinyal interferensi gelombang radio yang sangat kuat.
Mekanisme penjammingan ini membuat satelit Starlink yang berada di orbit bumi rendah (Low Earth Orbit/LEO) tidak dapat menangkap atau merespons sinyal pancaran dari terminal-terminal di darat yang berada di area terdampak di bawahnya. Spesialis militer Rusia mengibaratkan efek serangan pemancar interferensi ini seperti membuat wahana antariksa tersebut “terperanjat” (stunning) atau “terbutakan” (blinding) selama durasi satelit melintas di atas jangkauan sektor jamming.
Menariknya, efektivitas penjammingan tidak serta-merta hilang begitu satelit bergerak keluar dari jangkauan pancaran Volna Kupol Garant. Para ahli dari industri pertahanan Rusia mengklaim bahwa sistem komunikasi Starlink masih membutuhkan waktu pemulihan (recovery lag) selama beberapa menit setelah paparan sinar interferensi dihentikan sebelum terminal di darat dapat terhubung kembali ke jaringan.
Russia has begun mass production of the Volna Kupol Garant electronic warfare system,designed to disrupt and blind Starlink satellite terminals.
Volna Kupol system could disrupt Starlink connections in targeted areas, making it harder for Ukraine to coordinate operations and use… pic.twitter.com/4YCnhGdCPZ
— Current Report (@Currentreport1) August 29, 2026
Perbedaan paling mendasar antara Volna Kupol Garant dan sistem EW anti-Starlink Rusia sebelumnya—seperti Tirada-2S atau Tobol—terletak pada doktrin taktis dan target sasaran interferensinya. Sistem terdahulu umumnya berukuran besar, berbasis area (area-denial), dan menyebarkan sinyal jammer secara omnidireksional untuk memblokir penerima (receiver) di tingkat terminal darat. Pendekatan lama ini memerlukan daya listrik sangat besar dan relatif mudah dilacak oleh intelijen sinyal (SIGINT) musuh, serta sering kali berhasil diredam oleh pembaruan perangkat lunak (anti-jamming patch) dari pihak SpaceX.
SpaceX Lumpuhkan Akses Starlink di Drone Rusia: Strategi Pembatasan Sinyal Berbasis Kecepatan
Sebaliknya, Volna Kupol Garant mengusung pendekatan point-defense dengan menyasar langsung satelitnya (uplink) di antariksa, bukan terminal pengguna di darat. Dengan memfokuskan pancaran daya tinggi secara terarah (directional) hanya ke wahana satelit yang melintas di atas titik operasi, sistem ini jauh lebih sulit dideteksi lokasi pemancarnya. Pendekatan terfokus ini juga terbukti lebih efektif melumpuhkan rantai komunikasi komando secara lokal tanpa harus menggelar peralatan penjamming berukuran masif di garis depan. (Bayu Pamungkas)


