
Sektor industri pertahanan Rusia terus beralih ke tahap produksi massal untuk mengatasi dominasi komunikasi satelit Starlink di garis depan pertempuran. Perusahaan manufaktur militer asal Krimea, Rossiysky Kupol, dilaporkan telah memulai produksi skala besar terhadap sistem electronic warfare (EW) terbaru bernama Volna Kupol Garant, yang dirancang khusus untuk melumpuhkan jaringan terminal Starlink militer Ukraina. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)

Medan pertempuran elektronik di palagan Ukraina kembali memanas seiring dengan keberhasilan militer Rusia mengerahkan alutsista pengacau sinyal terbarunya. Sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) mutakhir berkode Volna Kupol Garant (Wave Dome Guarantor) dilaporkan telah menunjukkan efisiensi taktis yang sangat tinggi dalam membungkam jaringan komunikasi satelit Starlink buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi urat nadi operasi militer Ukraina. (more…)

Pemanfaatan teknologi satelit Starlink dalam konflik modern telah menciptakan babak baru dalam perang asimetris, namun sekaligus menghadirkan dilema etis dan politis bagi SpaceX sebagai penyedianya. Kabar terbaru mengonfirmasi bahwa perusahaan milik Elon Musk tersebut secara resmi mulai melumpuhkan terminal Starlink yang terpasang pada drone kamikaze Rusia, seperti varian BM-35 dan “Molniya”. (more…)

Persaingan supremasi teknologi antara Amerika Serikat dan Cina kini telah meluas hingga ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari para peneliti Cina mengungkapkan sebuah peristiwa signifikan di mana keputusan SpaceX untuk menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)

Ribuan konstelasi satelit komunikasi Starlink bukan ancaman langsung bagi Rusia, namun tebaran jaringan satelit, yang sampai Desember 2024 mencapai lebih dari 7.500 unit, sedikit banyak bisa mengganggu kepentingan strategis Rusia, terlebih bila dikaitkan dalam konflik di Ukraina, lantaran pihak lawan banyak memanfaatkan akses internet satelit dari Starlink. (more…)

Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)

Meski kalah ‘gaung’ dengan Ukraina, namun bukan berarti Rusia kendor dalam pengembangan drone laut – Unmanned Surface Vehicle (USV) kamikaze. Di pameran pertahanan Army 2024, Rusia lewat LLC KB Center for Unmanned Systems memperlihatkan sosok USV kamikaze yang dikendalikan dari jarak jauh, Murena-300S. (more…)