
Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)

Medan pertempuran elektronik di palagan Ukraina kembali memanas seiring dengan keberhasilan militer Rusia mengerahkan alutsista pengacau sinyal terbarunya. Sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) mutakhir berkode Volna Kupol Garant (Wave Dome Guarantor) dilaporkan telah menunjukkan efisiensi taktis yang sangat tinggi dalam membungkam jaringan komunikasi satelit Starlink buatan Amerika Serikat yang selama ini menjadi urat nadi operasi militer Ukraina. (more…)

Persaingan supremasi teknologi antara Amerika Serikat dan Cina kini telah meluas hingga ke orbit rendah Bumi (LEO), menciptakan ketegangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru dari para peneliti Cina mengungkapkan sebuah peristiwa signifikan di mana keputusan SpaceX untuk menurunkan ketinggian sekitar 4.400 satelit Starlink. (more…)

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar. (more…)

Dengan dukungan anggaran besar dari negara, Rusia pada akhir tahun ini dijadwalkan akan meluncurkan tahap pertama Rassvet, yakni jaringan satelit komunikasi yang digadang punya kemampuan mirip Starlink, memberikan kemandirian dan kedaulatan akses komunikasi data berbasis satelit nasional. (more…)

Ribuan konstelasi satelit komunikasi Starlink bukan ancaman langsung bagi Rusia, namun tebaran jaringan satelit, yang sampai Desember 2024 mencapai lebih dari 7.500 unit, sedikit banyak bisa mengganggu kepentingan strategis Rusia, terlebih bila dikaitkan dalam konflik di Ukraina, lantaran pihak lawan banyak memanfaatkan akses internet satelit dari Starlink. (more…)

Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika-1 Marinir atau (Yonkomlek 1/Marinir) mendapat perkuatan dengan hadirnya alutsista baru. Seperti diperlihatkan saat Marinir Expo (17 November 2024) di Ksatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Yonkomlek 1 diperkuat dengan dua unit rantis (kendaraan taktis) Mobile EM Radar dan Command Center with EM Radar. (more…)

Aksi satelit Starlink di atas langit Ukraina rupanya bukan hanya membuat gerah Rusia, Cina sejak dini juga telah mewaspadai konstelasi ribuan satelit komunikasi Starlink, khususnya dalam potensi untuk mengganggu kepentingan militer Sang Naga dalam ekspansinya. Setelah mengoperasikan radar anti satelit “Starlink” SLC-18P dan rencana pengiriman 13.000 satelit untuk menandingi dominasi Starlink, kini Cina tengah menguji sistem senjata anti satelit – Anti-Satellite Weapon (ASAT) terbaru. (more…)

Cina membuat kejutan dalam dunia persatelitan, lantaran status ruang angkasa adalah zona tanpa kedaulatan suatu negara, maka ada kabar bahwa Cina dalam waktu dekat bakal meluncurkan 13.000 satelit ke orbit rendah Bumi. Yang mana salah satu tujuannya adalah untuk mengalahkan dominasi konstelasi ribuan satelit Starlink milik SpaceX. (more…)

Bagi Cina, laga Perang Ukraina bisa menjadi pelajaran, khususnya terkait teknologi satelit. Meski Rusia dan Cina mampu melakukan jamming dan spoofing pada GPS (Global Positioning System), namun lain halnya dengan satelit Starlink yang dioperasikan SpaceX. Starlink milik Elon Musk dalam Perang Ukraina, disebut telah membawa kerugian pada militer Rusia. Dan kasus Starlink boleh jadi akan merepotkan bila suatu saat Cina akan melakukan invasi ke Taiwan. (more…)