Solusi ISR Berbiaya Murah: Drone Bayraktar Kalkan VTOL Perkuat Armada Korvet dan Kapal Induk Turki

Baykar Tech kembali mencatatkan sejarah dalam pengoperasian wahana nirawak di atas platform maritim. Manufaktur militer tersebut secara resmi sukses menggelar rangkaian uji coba lepas landas dan pendaratan bagi drone Vertical Take-Off and Landing (VTOL) teranyar mereka, Bayraktar Kalkan, di atas geladak dua kapal perang utama Angkatan Laut Turki, yaitu kapal induk serbu amfibi TCG Anadolu (L-400) dan korvet Ada class TCG Burgazada (F-513).
Baca juga: AL Turki Resmi Operasikan LHD TCG Anadolu, Kapal Induk Drone Pertama di Dunia
Keberhasilan uji operasional ini mengukuhkan dominasi Baykar Tech dalam merancang drone maritim berbasis kapal perang, menyusul kesuksesan integrasi dua wahana nirawak kelas berat sebelumnya—drone tempur stealth bermesin jet Kızılelma dan drone taktis Bayraktar TB3—yang telah lebih dulu beroperasi dari atas geladak TCG Anadolu.
Berbeda dengan jajaran drone tempur utama buatan Baykar yang mengandalkan sayap tetap (fixed-wing) serta sistem penahan pendaratan khusus, Bayraktar Kalkan dirancang khusus untuk misi Intelijen, Pengawasan, dan Rekognisi (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance / ISR) tanpa memerlukan landasan pacu (runway-independent).
Fleksibilitas ini dicapai berkat arsitektur propulsi hibrida yang memadukan empat unit mesin listrik untuk fase vertical take-off and landing (VTOL) serta satu mesin piston pembakaran dalam yang hemat bahan bakar untuk fase penerbangan jelajah (cruise flight). Kombinasi ini memungkinkan Kalkan terbang secara otomatis penuh (fully autonomous) dengan radius operasional mencapai 500 kilometer, daya jelajah hingga 6 jam di udara, serta ketinggian operasional hingga 6.000 hingga 10.000 kaki.
BAYKAR Makine A.Ş. tarafından geliştirilen KALKAN Dikey İnsansız Hava Aracı (DİHA) sisteminin deniz platformlarında kullanılmasına ilişkin test faaliyetleri kapsamında, TCG Anadolu ve TCG Burgazada gemilerinde test uçuşları başarıyla icra edildi.#MillîSavunmaBakanlığı pic.twitter.com/iN7IOYr51W
— T.C. Millî Savunma Bakanlığı (@tcsavunma) August 26, 2026
Dari spesifkasi, Bayraktar Kalkan memiliki bobot lepas landas maksimum (MTOW) 78 kilogram dengan rentang sayap sepanjang 5 meter. Meskipun berukuran ringkas, drone ini mampu membawa muatan sensor modul (payload) hingga 3 kilogram, seperti modul kamera Electro-Optical/Infrared (EO/IR) buatan dalam negeri (Baykar BG-160/BG-180) yang dilengkapi penanda sasaran laser (laser rangefinder).
Kalkan dibekali kemampuan navigasi canggih termasuk fitur pelacakan rute otomatis, target tracking, penjelajahan area target (loitering), serta sistem Return-to-Home (RTH) berbasis sensor-fusion yang menjamin keamanan saat pendaratan presisi di atas geladak kapal yang sedang bergoyang di laut lepas.
Sea Cavalry SD-40: Drone Hybrid VTOL Pengintai Laut Cina Selatan
Pengintegrasian Bayraktar Kalkan memberi nilai strategis yang sangat signifikan bagi kekuatan Armada Laut Turki. Dimensi fisiknya yang kompak membuat Kalkan dapat ditempatkan dengan mudah di dalam hanggar kapal sekelas fregat maupun korvet yang ruangnya terbatas, bahkan dapat disimpan secara berdampingan tanpa mengganggu ruang operasional helikopter utama seperti SH-60 Seahawk.
Kehadirannya memberikan opsi pengawasan udara (ISR) jarak pendek dan menengah berbiaya sangat murah (low-cost option). Tanpa harus menerbangkan helikopter bermesin turbin yang mahal atau menguras jam terbang drone tempur utama seperti TB3, para komandan kapal kini memiliki sarana mata-mata udara yang lincah, ekonomis, dan siap diluncurkan secara instan kapan saja dari atas kapal kombatan mereka. (Gilang Perdana)
Lepas Landas dari kapal Induk TCG Anadolu, Drone Bayraktar TB3 Sukses Uji Tembak MAM-L


