MBDA dan Lembaga Riset Polandia Racik “Iron Dome Versi Hemat” Berbasis Rudal Murah CMI

Ancaman serangan udara bergelombang (saturation attack) berupa drone kamikaze Shahed dan rudal jelajah yang membayangi wilayah Eropa Timur mendorong Polandia mencari solusi pertahanan udara yang efisien secara finansial.

Baca juga: Setelah Arrow 3, Jerman Bersiap Akuisisi Sistem Pertahanan Udara Iron Dome dari Israel

Raksasa manufaktur militer Eropa MBDA berkolaborasi dengan lembaga riset pertahanan Polandia, Wojskowy Instytut Techniczny Uzbrojenia (WITU), merancang konsep sistem pertahanan udara baru yang dijuluki sebagai “Iron Dome versi hemat”.

Sistem ini mengandalkan peluncur stasioner berkapasitas 32 kontainer rudal interseptor yang dirancang khusus untuk merontokkan ancaman udara berbiaya rendah pada jarak jelajah hingga 6 km dan ketinggian 5 km. Pengujian terintegrasi penuh untuk amunisi pencegat ini dijadwalkan bakal berlangsung pada tahun 2027.

Keunggulan utama sistem ini terletak pada biaya operasionalnya yang sangat murah dibandingkan sistem pertahanan udara Barat konvensional. Dalam doktrin perang modern, menembak jatuh drone kamikaze murah seharga puluhan ribu dolar menggunakan rudal pencegat kelas berat seperti NASAMS, CAMM, atau PAC-3 Patriot yang berharga jutaan dolar per unit adalah bentuk pemborosan ekonomi yang tidak berkelanjutan (economic asymmetry).

MBDA dan WITU mengatasi ketimpangan ini dengan mengintegrasikan pencari inframerah (infrared seeker) murah dari program Counter Mass Interceptor (CMI) buatan MBDA ke dalam bodi rudal rakitan WITU. Pendekatan ini memangkas biaya produksi rudal secara drastis tanpa mengorbankan presisi saat memburu sasaran berjejak panas di fase terminal.

Jika dibandingkan dengan sistem Iron Dome asli milik Israel yang mengandalkan rudal interseptor Tamir (berharga sekitar US$40.000 hingga US$100.000 per unit), varian racikan Polandia-MBDA ini mengejar ambisi efisiensi yang sepadan atau bahkan lebih terjangkau. Peluncur stasioner isi 32 rudal milik Polandia ini dirancang memiliki rate of fire tinggi dengan jeda peluncuran antar-rudal hanya dua detik.

Washington Pasok Rudal Tamir (Iron Dome) untuk Pertahanan Udara Israel

Kemampuan salvo fire ini krusial untuk menyapu kawanan drone (drone swarm) yang mencoba membanjiri objek vital nasional. Konfigurasi peluncur stasioner berkapasitas besar ini sepintas mirip dengan unit peluncur Iron Dome yang disiagakan mengelilingi kawasan perkotaan dan infrastruktur strategis.

Sistem pencegat baru ini diintegrasikan secara penuh ke dalam jaringan komando dan kendali nasional Polandia, Zenit C2. Dalam skema operasionalnya, data jejak target dari stasiun radar terintegrasi akan dikirimkan melalui jaringan Zenit C2 menuju komputer peluncur dan rudal untuk panduan tahap awal (mid-course guidance).

Saat rudal telah mendekati area sasaran, pencari inframerah berbasis CMI pada moncong rudal akan aktif secara otonom mengunci dan mengarahkan interseptor menuju target hingga hancur (terminal phase).

Sinergi antara amunisi berbiaya rendah dan jaringan C2 terintegrasi ini menjadi langkah taktis Polandia dalam membangun benteng udara yang tangguh namun tetap ramah anggaran dalam menghadapi potensi konflik berskala besar. (Bayu Pamungkas)

Dijegal Qatar di Jerman, Israel Alihkan Produksi Rudal Pencegat ‘Iron Dome’ ke India

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *