
Rangkaian serangan udara dan rudal yang dilancarkan Iran membuka tabir kerentanan nyata dari pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Sejak dimulainya Operation Epic Fury oleh AS dan sekutunya pada 28 Februari 2026, Berdasarkan analisis The Wall Street Journal (WSJ), Iran dilaporkan telah melepaskan lebih dari 2.000 serangan balasan yang menghantam sedikitnya 20 instalasi militer AS di delapan negara kawasan. (more…)

Sebuah rekaman video pertempuran malam hari yang memperlihatkan aksi nekat prajurit Rusia menembaki drone kamikaze First-Person View (FPV) milik Ukraina menggunakan senapan serbu jarak dekat viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat kobaran api dan asap tebal membubung di medan pertempuran yang gelap gulita ketika para prajurit mengarahkan tembakan small arms ke arah suara raungan drone yang terbang cepat. (more…)

Angkatan Darat Taiwan mengerahkan MBT (Main Battle Tank) M1A2T Abrams ke Bandara Internasional Taoyuan untuk pertama kalinya pada hari ketiga latihan militer tahunan Han Kuang ke-42. Penggelaran alutsista lapis baja berat di salah satu gerbang udara internasional tersibuk di Asia ini menjadi simulasi pertahanan krusial guna mengantisipasi skenario terburuk, yakni serangan mendadak pasukan lintas udara (airborne assault) Cina yang berupaya menguasai fasilitas vital tersebut untuk dijadikan pangkalan logistik lanjutan dalam mengancam ibu kota Taipei. (more…)

Laporan terbaru dari publikasi resmi Kementerian Pertahanan Rusia, jurnal Voyennaya Mysl (Military Thought), mengungkapkan klaim efektivitas pertempuran udara dari sistem pertahanan udara (hanud) jarak jauh S-400 Triumf. Dalam artikel yang ditulis bersama oleh Kepala Pasukan Rudal Pertahanan Udara Angkatan Dirgantara Rusia, Mayor Jenderal Alexander Romanenkov, disebutkan bahwa sistem S-400 berhasil menjatuhkan 10 unit jet tempur MiG-29 milik Angkatan Udara Ukraina hanya dalam waktu satu hari pada tahun 2023. (more…)

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Ukraina sempat berada di titik kritis sebelum akhirnya mereda lewat jalur diplomasi. Menyusul insiden penyerangan kapal kargo Iran Anna di Laut Kaspia oleh militer Ukraina pada 25 Juli 2026—yang kemudian diklarifikasi oleh Kiev sebagai sebuah kekeliruan sasaran—Teheran rupanya sempat menyelesaikan persiapan operasional militer untuk melancarkan serangan balasan langsung ke wilayah Ukraina. (more…)

Laporan mengejutkan yang dirilis media AS, CNN, mengungkapkan bahwa persediaan rudal pencegat dan amunisi presisi jarak jauh milik militer Amerika Serikat telah berada pada tingkatan yang sangat mengkhawatirkan. Rentetan konfrontasi militer dengan Iran dalam operasi bertajuk Operation Epic Fury dikabarkan telah menghabiskan hampir 80 persen (empat perlima) dari total stok rudal pencegat THAAD (Terminal High Altitude Area Defense). (more…)

Perang skala besar dan konfrontasi sengit di Timur Tengah, khususnya pasca-eskalasi dengan Iran, memberikan pukulan telak bagi persediaan sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa stok rudal pencegat (interceptor) Patriot milik Angkatan Darat AS mengalami penurunan tajam hingga 65 persen. (more…)

Kerentanan sistem pertahanan udara Iran pasca serangkaian serangan udara presisi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel dalam dinamika konflik kawasan belakangan ini mendorong Teheran mengambil langkah akuisisi strategis. Berdasarkan laporan investigasi dari Reuters, Iran diperkirakan akan menerima pengiriman perdana hingga 400 unit rudal MANPADS (Man Portable Air Defence System) buatan Cina dalam beberapa pekan mendatang. (more…)

Sebuah pukulan telak menghantam reputasi alutsista bernilai tinggi di zona konflik Timur Tengah. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah berhasil menembak jatuh Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) kelas berat buatan Turki, Bayraktar Akinci, di wilayah udara Yaman utara. (more…)

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem drone telah bergeser dari sekadar pengujian eksperimental menjadi doktrin operasional di medan tempur. Berdasarkan artikel ilmiah terbaru berjudul ‘Ways of Increasing the Effectiveness of Using Unmanned Aerial Vehicles Through the Use of Artificial Intelligence’ yang dipublikasikan dalam majalah resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Military Thought, kawanan (swarm) drone kamikaze Geran yang dibekali algoritma AI mampu secara masif menjenuhkan hingga melumpuhkan sistem pertahanan udara Ukraina (Air Defense Overload) hingga 400 persen dalam satu gelombang serangan. (more…)