Presiden Perancis Emmanuel Macron secara resmi mengumumkan keputusan Paris untuk mengoperasikan aset militer berupa personel, sistem radar, dan alutsista pertahanan udara ke Arab Saudi. Penempatan kekuatan ini difokuskan penuh untuk mengamankan hub minyak dan industri vital Yanbu di pesisir Laut Merah. (more…)
Di tengah tingginya ancaman serangan nirawak dan rudal di medan tempur modern, salah satu perusahaan teknologi pertahanan, kedirgantaraan, dan keamanan terbesar di dunia, Northrop Grumman terus memperkuat sistem pertahanan udara jarak pendek (Short-Range Air Defense / SHORAD). Perusahaan yang berbasis di Falls Church, Virginia, Amerika Serikat ini mengumumkan keberhasilan uji coba aerobalistik untuk amunisi 50mm terbaru yang dirancang khusus bagi sistem pertahanan berbasis meriam (Gun-Based Air Defense / GBAD), Raid Hunter. (more…)
Hujan amunisi pertahanan udara melintasi langit Yordania pada minggu kedua September 2026, ketika militer Amerika Serikat (AS) merilis gelombang tembakan rudal interceptor skala besar demi mengamankan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti. (more…)
Ancaman serangan udara bergelombang (saturation attack) berupa drone kamikaze Shahed dan rudal jelajah yang membayangi wilayah Eropa Timur mendorong Polandia mencari solusi pertahanan udara yang efisien secara finansial. (more…)
Pemerintah Australia melalui Departemen Pertahanan secara resmi mendeklarasikan status Final Operational Capability (FOC) bagi sistem pertahanan udara berbasis darat NASAMS (National Advanced Surface-to-Air Missile System) milik Angkatan Darat Australia pada 9 September 2026. (more…)
Ukraina secara resmi memperagakan sistem rudal permukaan-ke-udara (surface-to-air missile/SAM) buatan dalam negeri terbaru bernama Koral dalam ajang pameran pertahanan internasional di Kielce, Polandia. Pengembangan alutsista ini menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Ukraina yang terus berupaya melepaskan ketergantungan dari pasokan sistem pertahanan udara AS dan Barat. (more…)
Militer Pakistan terus memperkuat elemen pertahanan udaranya melalui adopsi alutsista modern buatan Cina, salah satunya sistem rudal pertahanan udara (surface-to-air missile/SAM) HQ-17. Dikembangkan sebagai sistem Hanud jarak pendek (Short-Range Air Defense/SHORAD) taktis dengan mobilitas tinggi, HQ-17 dirancang khusus untuk memberikan perlindungan jarak dekat (close protection) bagi konvoi militer dan aset strategis dari potensi ancaman udara di ketinggian rendah. (more…)
Jerman semakin mempertegas ketergantungannya pada teknologi pertahanan udara (air defense) buatan Israel untuk melindungi wilayahnya dari potensi ancaman militer Rusia. Setelah sebelumnya mengamankan kontrak raksasa pembelian sistem pertahanan rudal anti-balistik Arrow 3, Jerman kini mengambil langkah awal untuk mengakuisisi sistem penangkal roket dan amunisi presisi Iron Dome, buatan Rafael Advanced Defense Systems. (more…)
Keberhasilan Korea Selatan dalam mendominasi pasar ekspor alutsista global kembali mencatatkan sejarah baru yang sangat krusial. Dalam langkah yang mempertegas dominasi sistem artileri buatan Negeri Ginseng, Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) resmi menganugerahkan kontrak senilai US$100 juta kepada Hanwha Defense USA. (more…)
Langkah mengejutkan tengah dipertimbangkan oleh Pemerintah Paraguay. Setelah hampir empat dekade kehilangan kemampuan tempur supersonik, negara di Amerika Selatan ini dilaporkan mulai mengevaluasi potensi akuisisi armada jet tempur legendaris F-5E/F Tiger II dan jet latih AIDC AT-3 Tzu Chung yang baru saja dipensiunkan oleh Angkatan Udara Taiwan. (more…)