Meksiko Pamerkan Drone Kamikaze Berbasis Shahed-136, Desain Ikonik Iran Kian Mendunia

Meksiko secara mengejutkan memamerkan alutsista terbarunya berupa drone intai-serang (loitering munition) jarak jauh dalam parade Hari Kemerdekaan pada 16 September 2026. Penampilan perdana wahana nirawak yang dinamai Plataforma de Proyección Extendida ini langsung menyita perhatian para pengamat militer global.
Baca juga: Turki Punya “Azab” – Drone Kamikaze Bersayap Delta dengan Munisi yang Bisa Dikustomisasi
Pasalnya, rancangan fisik drone buatan Meksiko ini secara kasat mata mengadopsi konsep sayap delta (delta-wing) dan arsitektur ikonik dari drone serang satu arah (one-way attack drone) Shahed-136 buatan Iran.
Dari spesifikasi teknis dan latar belakang pengembangannya, Plataforma de Proyección Extendida dikembangkan oleh konsorsium industri pertahanan domestik di bawah naungan Angkatan Bersenjata Meksiko untuk memenuhi kebutuhan taktis operasi jarak jauh. Meski lembaga atau manufaktur spesifiknya belum diumumkan ke publik, drone yang dijuluki “Shahed versi Meksiko” ini dilaporkan memiliki tingkat keberhasilan sasaran (success rate) hingga 97 persen dalam berbagai pengujian.
Mengusung skema kamikaze atau loitering munition, sistem ini diproyeksikan untuk mengedepankan efisiensi biaya operasional namun tetap membawa daya hancur presisi tinggi terhadap target bernilai strategis.
Based on this video from @OscarGtzVa it’s likely that this is a scaled up model & not a functioning LROWA drone.
There does not appear to be any ailerons or elevators. So w/o these key elements it likely lacks the ability to maneuver at all if it was even able to get airborne. https://t.co/9BT5q1Al1F pic.twitter.com/UQvOB7jjwZ
— Pernicious Propaganda (@natsecboogie) September 17, 2026
Fenomena hadirnya Plataforma de Proyección Extendida semakin mempertegas status Shahed-136 sebagai “Kalashnikov di dunia drone”—sebuah desain dasar yang begitu populer, berbiaya murah, dan mudah diproduksi massal sehingga ditiru oleh berbagai negara di dunia. Lebih dari 10 negara tercatat telah mengembangkan maupun memproduksi varian lokal berdasarkan cetak biru atau konsep aerodinamis Shahed-136.
Negara-Negara Pengembang Varian Berbasis Shahed-136:
- Rusia: Menjadi pengguna dan pembuat lisensi terbesar melalui varian Geran-2 (salinan langsung Shahed-136) serta pengembangan varian bertenaga jet, Geran-3.
- Amerika Serikat: Mengembangkan platform uji dan serang nirawak LUCAS serta MQM-172 Arrowhead.
- Cina: Memproduksi varian Sunflower-200 yang secara terbuka mengadopsi desain sayap delta Shahed.
- Mesir: Mengembangkan salinan lokal yang hampir identik bernama Jabar-250.
- Ukraina: Mengembangkan drone penyeimbang (counter-drone/attack) berbasis desain serupa bernama Batyar dan Behemoth.
- Polandia: Menghadirkan varian Plargonia untuk memperkuat armada drone serang mandiri.
- Perancis: Memproduksi platform Deluge yang memiliki profil dan karakteristik operasional sangat mirip.
- Pakistan: D-248, drone Kamikaze Berdesain ‘Shahed’ dari Pakistan Berjangkauan 3.000 Km Ancam Posisi Pertahanan Israel
- India: Mengembangkan varian lokal Sheshnag-150 untuk kebutuhan pertempuran asimetris.
- Venezuela: Memproduksi Zamora V-1 sebagai bagian dari kerja sama teknologi pertahanan.
- Arab Saudi: Mengembangkan platform X-1500.
- Turki: Memproduksi drone kamikaze Azab yang mengusung konsep sayap delta serupa.
- Taiwan: Taiwan Kembangkan Drone Kamikaze ‘Papa Delta’dari Desain LUCAS AS
- Korea Selatan: Mengembangkan sistem baru yang K-LUCAS didasarkan pada model LUCAS milik Amerika Serikat.
Penampilan Plataforma de Proyección Extendida di Mexico City mengonfirmasi bahwa doktrin serangan berbasis drone swarm dan loitering munition murah kini bukan lagi monopoli negara-negara produsen senjata tradisional, melainkan telah menjadi standar baru kekuatan militer global. (Gilang Perdana)
Misteri Jatuhnya Drone Kamikaze K-LUCAS di LPH Marado Terkuak, Ternyata Gara-gara Masalah Sepele


