
Demam desain drone kamikaze dengan sayap delta khas Shahed-136 rancangan Iran rupanya belum juga mereda di kancah pertahanan global. Setelah Amerika Serikat “tertular” tren ini dengan mengembangkan drone serang jarak jauh berlabel LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), kini giliran Taiwan yang mengembangkan drone kamikaze baru dengan racikan serupa yang dinamai Papa Delta. (more…)

Strategi serangan udara jarak jauh Ukraina ke wilayah domestik Rusia menunjukkan lompatan teknologi yang masif. Dalam insiden serangan drone kamikaze massal yang menyasar kawasan kilang minyak di distrik luar kota Moskow baru-baru ini, sebuah rekaman video amatir warga setempat berhasil menangkap pergerakan gelombang drone jenis baru. (more…)

Peta pertempuran di teater Laut Hitam kembali mengalami eskalasi taktis yang radikal seiring munculnya bukti-bukti baru mengenai perubahan doktrin penggunaan alutsista oleh militer Rusia. Drone intai dan serang jarak jauh berpemandu, Shahed-136—atau yang dalam dinas militer Rusia dikenal sebagai Geran-2, kini dilaporkan mengemban misi baru yang jauh lebih dinamis. (more…)

Militer Amerika Serikat terus bergerak cepat mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi merevolusi taktik perang asimetris masa depan. Platform amunisi pendarat (loitering munition) jarak jauh mereka yang bernama resmi Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), kini bersiap menerima integrasi perangkat lunak otonom canggih Hivemind besutan perusahaan teknologi pertahanan Shield AI. (more…)

Peringatan Hari Kemenangan (Victory Day) Rusia tahun ini menjadi ajang unjuk gigi bagi evolusi terbaru drone kamikaze (loitering munition) andalan Moskow, Geran-2. Salah satu unit yang mencuri perhatian adalah Geran-2 dengan nomor seri Ы80000 yang dipamerkan di Patriot Park, Kronstadt. (more…)

Isu keamanan di kawasan Teluk kembali memanas seiring dengan langkah taktis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memitigasi ancaman asimetris yang kian nyata terhadap infrastruktur sipil vital. Angkatan Bersenjata UEA kini dilaporkan resmi mengandalkan sistem pertahanan laser buatan Cina, Guangjian-21A atau Light Arrow-21A, untuk memproteksi Bandara Internasional Dubai dari potensi serangan one-way attack drone yang diluncurkan oleh Iran. (more…)

Dinamika medan perang di Ukraina telah melahirkan urgensi baru dalam arsitektur pertahanan udara global. Munculnya ancaman drone kamikaze murah seperti seri Shahed-136 dari Iran atau Geran Rusia telah menciptakan dilema ekonomi bagi negara-negara Barat; menggunakan rudal pertahanan udara yang sangat mahal untuk mencegat target yang harganya jauh lebih murah dianggap sebagai strategi yang tidak berkelanjutan. (more…)

Dunia militer internasional dikejutkan dengan laporan mengenai penggunaan drone kamikaze oleh Amerika Serikat dalam sebuah operasi tempur nyata. Pada 3 Januari 2026, LUCAS (Low-Cost Uncrewed Combat Attack System), drone kamikaze buatan perusahaan SpektreWorks, diduga telah digunakan untuk pertama kalinya dalam serangan yang menargetkan basis militer Venezuela di Caracas. (more…)

Setelah diketahui punya kemampuan meluncurkan rudal udara ke udara jarak pendek R-60, drone kamikaze Shahed-136, atau variannya yang diproduksi Rusia, Geran-2, disebut punya kemampuan ekstra lainnya, yaitu disebut mampu meluncurkan ranjau anti tank. (more…)

Sebagai ‘pemain’ awal dalam operasi militer Rusia di Ukraina, nama drone kamikaze Shahed-136 masih eksis, dan terus dioperasikan dengan sejumlah inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan akan misi barunya. Sebagai bukti adalah Geran 2, yakni varian Shahed-136 yang diproduksi oleh Rusia, ternyata kini punya peran baru untuk melancarkan serangan ke sasaran di udara. (more…)