India Ambil Langkah Resmi Gabung Program Jet Tempur Generasi Keenam FCAS Perancis

Pemerintah India telah secara resmi mengonfirmasi langkah strategisnya untuk bergabung dalam program jet tempur generasi keenam Future Combat Air System (FCAS) pimpinan Perancis, sekaligus secara efektif memilih proyek ini ketimbang aliansi Inggris-Jepang-Italia, Global Combat Air Programme (GCAP).

Baca juga: Selamat dari Krisis Finansial, Proyek Jet Tempur Generasi Keenam GCAP Resmi Diperpanjang!

Penegasan tersebut diungkapkan langsung oleh Kementerian Pertahanan India dalam laporan tertulis (Action Taken Report) kepada Parlemen India, yang menyatakan bahwa New Delhi telah memulai upaya terkoordinasi (concerted efforts) untuk berpartisipasi dalam proyek penerbangan tempur masa depan tersebut.

Langkah strategis ini dinilai bukan sekadar upaya pengadaan alutsista biasa bagi New Delhi. FCAS dirancang sebagai sistem tempur generasi masa depan yang mengintegrasikan pesawat berawak (Next Generation Fighter) dengan teknologi nirawak (loyal wingman), sistem peperangan elektronik (electronic warfare), dan aset intelijen melalui jaringan data bersama (common data network).

Keputusan tersebut diambil di tengah dinamika keamanan kawasan yang didorong oleh ekspansi pesat kekuatan udara Cina, serta untuk mengantisipasi kendala keterlambatan pada proyek jet tempur generasi kelima buatan dalam negeri India, Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).

Di balik ambisi besarnya, debut FCAS sendiri diwarnai oleh rekam jejak kontroversial yang hampir menghancurkan proyek tersebut sejak tahap awal. Diluncurkan pada 2017 sebagai simbol persatuan pertahanan Eropa antara Perancis dan Jerman (yang kemudian disusul Spanyol), program ini justru terjebak dalam perselisihan sengit antar-industri. Ketegangan utama terjadi antara raksasa penerbangan Perancis, Dassault Aviation, dan konsorsium Eropa, Airbus, terkait pembagian hak kekayaan intelektual (IP rights) serta kepemimpinan desain jet tempur utama.

Perselisihan internal yang berlarut-larut mengenai porsi manufaktur ini sempat membuat pengembangan komponen pesawat berawak membeku dan memicu ancaman pembatalan dari para politisi di Paris maupun Berlin.

Drama Panjang Berakhir, Jerman dan Perancis Resmi Batalkan Proyek Jet Tempur FCAS Senilai 100 Miliar Euro

Dinamika kontroversial tersebut memaksa konsorsium FCAS melakukan restrukturisasi besar-besaran agar proyek tidak sepenuhnya runtuh. Situasi internal yang belum sepenuhnya stabil ini menghadirkan tanda tanya besar bagi keterlibatan India di masa depan.

Hingga saat ini, masih belum ada kejelasan mengenai porsi keterlibatan yang akan didapatkan New Delhi dalam struktur anyar tersebut—apakah India akan memperoleh peran pengembangan penuh (full development role), kepemilikan saham industri yang signifikan, atau sekadar akses terbatas pada transfer teknologi terpilih. (Gilang Perdana)

FCAS Kolaps: Dassault Buka Peluang Perancis Gandeng Mitra Luar Eropa Demi Jet Tempur Masa Depan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *