Angkatan Udara Australia Deklarasikan Status Operasional Wahana Intai Strategis MC-55A Peregrine dan MQ-4C Triton

Departemen Pertahanan bersama Angkatan Udara Australia (RAAF) secara resmi mendeklarasikan pencapaian Kemampuan Operasional Awal (Initial Operational Capability/IOC) untuk dua armada udara paling sensitif dan canggih milik mereka.

Baca juga: Australia Akuisisi MC-55A Peregrine, Sang “Konduktor” Peperangan Elektronika

Pengumuman bersejarah yang dirilis di Canberra ini menandai kesiapan operasional penuh tahap awal bagi armada pesawat pengintai elektronik MC-55A Peregrine serta drone intai maritim jarak jauh MQ-4C Triton dalam misi pengawasan di Indo-Pasifik.

Deklarasi status IOC ini dicapai setelah kedua jenis wahana udara tersebut melewati serangkaian Uji Coba dan Evaluasi Operasional (Operational Testing and Evaluation/OT&E) yang sangat ketat. Kehadiran dua platform ini melengkapi ekosistem pengawasan udara RAAF di bawah naungan No. 92 Wing yang bermarkas di RAAF Base Edinburgh, Australia Selatan. Langkah ini sekaligus bertepatan dengan kembalinya unit pertama pesawat patroli maritim P-8A Poseidon milik RAAF dari Amerika Serikat pasca-menerima upgrade sistem ke standar Increment 3 Block 2.

Dalam struktur operasi RAAF, peran intelijen spektrum tinggi diemban oleh MC-55A Peregrine yang dioperasikan No. 10 Squadron. Pesawat berbasis jet bisnis Gulfstream G550 yang dimodifikasi khusus oleh L3Harris ini dibekali kapabilitas ISREW (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance, and Electronic Warfare).

Penggunaan istilah ISREW merujuk pada integrasi empat fungsi sekaligus pada pesawat ini, yaitu pengumpulan data intelijen sinyal (SIGINT/ELINT), pengawasan area, pengintaian taktis, dan perang elektronik (electronic attack/jamming). Tiga dari empat unit Peregrine yang dipesan telah tiba di RAAF Base Edinburgh dan bahkan telah sempat ditugaskan dalam misi pemantauan di kawasan Laut Cina Selatan dari pangkalan Clark Air Base di Filipina.

Sementara itu, komponen pengawasan maritim tanpa awak BAMS (Broad Area Maritime Surveillance) diperkuat oleh drone HALE (High-Altitude Long-Endurance) MQ-4C Triton buatan Northrop Grumman. Dioperasikan oleh No. 9 Squadron, armada Triton ditempatkan secara taktis di RAAF Base Tindal, Northern Territory, dengan pangkalan komando utama tetap berada di RAAF Base Edinburgh.

Belum Diserahkan, MC-55A Peregrine Pesanan RAAF (Australia) Bakal Mendapatkan Upgrade EW

MQ-4C Triton mampu terbang 30 jam nonstop pada ketinggian di atas 50.000 kaki, Triton mengusung radar Multi-Function Active Sensor (MFAS) 360 derajat yang sanggup memindai wilayah perairan seluas lebih dari 2,7 juta mil persegi dalam satu kali penerbangan.

Pengadaan kedua jenis wahana ini melibatkan investasi pertahanan bernilai puluhan miliar dolar bagi Australia. Untuk program MC-55A Peregrine (AIR 555), pemerintah Australia berkomitmen mengadakan total 4 unit pesawat dengan nilai kontrak mencapai 2,5 miliar dolar Australia (sekitar US$1,7 miliar), di mana unit keempat dijadwalkan menyusul untuk memperkuat armada penuh RAAF.

Northrop Grumman Luncurkan Unit Perdana MQ-4C Triton Pesanan Australia, Punya Endurance 30 Jam

Sementara untuk program MQ-4C Triton (AIR 7000 Phase 1B), Australia sejauh ini telah menyetujui akuisisi 4 unit drone dari potensi kebutuhan hingga 6–7 unit, dengan total nilai proyek melebihi 3 miliar dolar Australia. Pengiriman berlanjut secara bertahap untuk memastikan RAAF mempertahankan rotasi pengawasan 24/7 tanpa henti di seluruh perimeter pertahanan negaranya.

Pencapaian IOC bagi MC-55A Peregrine dan MQ-4C Triton memberikan militer Australia (Australian Defence Force) kombinasi kapabilitas berawak dan nirawak yang saling melengkapi (crewed-uncrewed teaming).

Dengan koordinasi real-time bersama pesawat P-8A Poseidon, RAAF kini memiliki arsitektur pengawasan jarak jauh berdaya jangkau ekstrem yang mampu memetakan dinamika maritim, pergerakan armada kapal perang, hingga potensi ancaman spektrum elektromagnetik di seluruh kawasan perbatasan utara dan Indo-Pasifik. (Gilang Perdana)

Australia Resmikan Unit Perdana Drone Intai HALE MQ-4C Triton di Lanud Tindal, Teknologinya ‘Paripurna’

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *