
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada sistem drone telah bergeser dari sekadar pengujian eksperimental menjadi doktrin operasional di medan tempur. Berdasarkan artikel ilmiah terbaru berjudul ‘Ways of Increasing the Effectiveness of Using Unmanned Aerial Vehicles Through the Use of Artificial Intelligence’ yang dipublikasikan dalam majalah resmi Kementerian Pertahanan Rusia, Military Thought, kawanan (swarm) drone kamikaze Geran yang dibekali algoritma AI mampu secara masif menjenuhkan hingga melumpuhkan sistem pertahanan udara Ukraina (Air Defense Overload) hingga 400 persen dalam satu gelombang serangan. (more…)

Sejak Kementerian Pertahanan RI mengamankan kontrak pengadaan 42 unit jet tempur Dassault Rafale asal Perancis, perbincangan mengenai keunggulan avionik pesawat generasi 4.5 ini terus mengemuka di kalangan pengamat militer. Salah satu fitur yang paling sering disorot sekaligus memicu perdebatan teknis adalah SPECTRA (Système de Protection et de Gestion des Emprises Radar du Rafale). (more…)

Turki dan Korea Selatan kerap dijuluki sebagai dua raksasa kekuatan menengah (middle powers) dengan pertumbuhan alutsista paling progresif abad ini. Menariknya, jika kita membedah cetak biru kekuatan udara kedua negara, terdapat sebuah kesamaan doktrin yang luar biasa presisi. (more…)

Produsen teknologi pertahanan asal Perancis, Exail, secara resmi meluncurkan Advans Vega SL, sebuah sistem navigasi inersia (Inertial Navigation System/INS) presisi tinggi generasi terbaru yang dirancang khusus untuk menjaga kontinuitas navigasi pada fase kritis operasi amfibi. (more…)

Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan berhasil melewati tahapan krusial dalam program pengembangan sistem penangkal elektronik (electronic countermeasures) generasi terbaru yang dirancang khusus untuk melindungi personel infanteri dari berbagai ancaman berbasis kendali radio. (more…)

Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa Thales kembali memasang dua perangkat elektronik di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. Yang dipasang adalah Scorpion 2 dan Vigile 100 radar electronic countermeasure. Keduanya digadang untuk mempersiapkan Martadinata Class untuk tangguh dalam menghadapi peperangan elektronika di lautan. Namun yang menarik, ternyata Scorpion 2 bukan ‘barang’ baru lagi untuk TNI AL, setidaknya sudah ada dua jenis korvet yang sudah mengadopsi Scorpion 2. (more…)

Selain mengerahkan kemampuan drone, Satgas Tinombala TNI dalam memburu sisa teroris DPO Muhajidin Indonesia Timur Ali Kalora (pengganti Santoso yang tewas pada Juli 2016) yang masih berkeliaran di Pegunungan Poso juga mendapat perkuatan dari Detasemen Peperangan Elektronika (Denpernika) TNI AD yang mendukung pencarian keberadaan DPO lewat teknologi pendeteksi (direction finder) transmisi dan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan lawan. (more…)

Setelah menjalani pelatihan selama tujuh hari, 29 orang prajurit Korps Marinir perwakilan dari Batalyon Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Yonkomelk) Jakarta dan Surabaya serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir TNI AL siap mengoperasikan alat komunikasi generasi terbaru Digital Direction Finder (DDF) 550 buatan Rohde&Schwarz, Jerman. (more…)

Selain Batalyon Perhubungan (YonHub) TNI AD, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir TNI AL rupanya juga memiliki perangkat anyar yang disebut radio Monobs Digital Direction Finder (DDF) 550 produksi Rohde&Schwarz . Perangkat mobile yang digelar untuk mendeteksi keberadaan posisi lawan (musuh) lewat pelacakan sumber pancaran gelombang elektromagnetik, termasuk kemampuan untuk mengendus posisi sasaran lewat jaringan seluler yang digunakan. (more…)

Meski sudah punya enam unit Boeing E-7A Wedgetail, stasiun radar terbang yang punya kemampuan peperangan elektronik (electronic warfare) tingkat tinggi dengan jamming, faktanya AU Australia/Royal Australian Air Force (RAAF) masih belum puas untuk memperkuat elemen electronic warfare-nya. Guna mengantisipasi ancaman dari ‘utara’ yang sewaktu-waktu dapat timbul, AU Australia kini telah didapuk sebagai pemilik kekuatan udara nomer satu di belahan Asia Pasifik, terkhusus untuk meladeni pernika (perang elektronika). (more…)