Kisah Unik Bell AH-1P Cobra N132FC: Saat Helikopter Serang Disulap Jadi Pemadam Kebakaran Udara

Penggunaan eks helikopter serang untuk misi pemadaman kebakaran hutan bermula pada awal tahun 2000-an, ketika Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) menghentikan masa dinas armada Bell AH-1 Cobra. Melalui program hibah alutsista (Federal Surplus Property Program), puluhan unit helikopter AH-1—termasuk varian AH-1P dan AH-1S—dihibahkan kepada lembaga kehutanan federal dan negara bagian, seperti US Forest Service (USFS) dan Florida Division of Forestry (kini Florida Forest Service).

Baca juga: Hari ini 61 Tahun Lalu, AH-1 Cobra Terbang Perdana, “Born to Fight Jawara Perang Vietnam”

Sebagian besar unit ini dimodifikasi menjadi varian sipil yang dikenal sebagai Firewatch Cobra untuk menjalankan peran pengawasan udara (Air Attack/Command and Control).

Meski mayoritas Firewatch Cobra hanya dibekali sensor kamera elektro-optik dan pemantau termal tanpa kemampuan membawa air, Florida Division of Forestry mengambil langkah eksperimental yang berbeda. Lembaga kehutanan negara bagian Florida memodifikasi sekelompok kecil armada Cobra, termasuk unit berregistrasi N132FC, serta unit saudaranya seperti N133FC dan N134FC—menjadi platform water bomber sejati.

Keunikan dari helikopter-helikopter ini terletak pada pemasangan sistem tangki air internal (belly tank) berbahan komposit di bawah perut helikopter yang terhubung langsung dengan selang isap (flexible draft hose/snorkel) bertenaga pompa listrik.

Lawan Kebakaran Hutan, AS Punya Helikopter ‘Serang’ Firewatch Cobra

Dari spesifikasi, Bell AH-1P Cobra ditenagai satu mesin turboshaft Lycoming T53-L-703 berdaya 1.800 shaft horsepower. Dengan meranggalkan seluruh sistem persenjataan militer—seperti kanon putar 20 mm, peluncur rudal TOW, dan pod roket 70 mm—bobot kosong helikopter berkurang drastis.

Badan helikopter yang ramping dan aerodinamis memungkinkan Cobra melaju cepat hingga kecepatan maksimum 276 km/jam. Modifikasi tangki perut pada N132FC dan saudaranya memungkinkannya mengangkut sekitar 100 hingga 150 galon (sekitar 380–570 liter) air. Air tersebut dapat disedot secara cepat melalui snorkel hanya dalam hitungan detik saat helikopter mengapung (hovering) di atas danau atau sumber air dangkal.

Bukan Buat Perang, Ini Alasan NASA Operasikan Helikopter Serang TAH-1P Cobra

Penggunaan helikopter serang ketimbang helikopter angkut berkapasitas besar (heavy-lift) seperti Sikorsky CH-54 Skycrane didasari oleh kebutuhan taktis Initial Attack (serangan awal). Saat titik api (spot fire) baru bermunculan di area hutan terpencil, Cobra dapat terbang jauh lebih cepat menuju lokasi, memetakan koordinat, sekaligus langsung melakukan water drop presisi untuk menahan laju kebakaran sebelum titik api meluas dan sebelum armada pemadam berkapasitas besar tiba.

Ciri khas visual dari armada langka ini mencakup skema cat berkode “FIRE”, penambahan perangkat avionik sipil, tangki perut komposit di bagian bawah, serta pelepasan sayap kecil (stub wings) pylon senjata militer.

Di Balik Klaim Tajam Rostec: Mengapa Eropa Bakal Kepayahan Tanpa Helikopter Pemadam Kamov Ka-32?

Saat ini, sebagian besar armada Firewatch Cobra—termasuk unit-unit pemadam berpenyedot air di Florida—sudah dipensiunkan atau digantikan oleh platform yang lebih modern dan ekonomis. Kelangkaan suku cadang mesin tunggal Lycoming T53 serta tingginya biaya perawatan komponen rotor eks-militer membuat lembaga pemerintah AS beralih ke helikopter sipil modern atau drone pengawas (UAV).

Kendati demikian, rekam jejak Bell AH-1P Cobra N132FC beserta jajarannya tetap dicatat sebagai salah satu proyek modifikasi penerbangan paling unik, di mana sebuah helikopter pemukul legendaris berhasil disulap menjadi penjinak si jago merah yang sangat cepat. (Gilang Perdana)

Tidak Ada Matinya, OV-10 Bronco Kini Beraksi Sebagai Pemadam Kebakaran Hutan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *