Persenjatai Jet Tempur Su-57E, Rusia Siap Unjuk Gigi Rudal Siluman Baru di El Alamein Airshow 2026

S-71M “Monokhrom”

Menjelang pembukaan resmi El Alamein Airshow pada 8 September 2026, agen tunggal ekspor pertahanan pemerintah Rusia, Rosoboronexport, bersiap mencuri perhatian dengan memboyong deretan amunisi berpresisi tinggi berteknologi siluman (stealth) generasi terbaru.

Baca juga: Debut Aerobatik Su-57E di Mesir: Rusia Siapkan Senjata Rahasia dan Performa Udara Perdana di Afrika

Fokus utama eksibisi Rusia kali ini mencakup rudal jelajah siluman seri S-71M “Monokhrom”, varian S-71K “Kovyor (Carpet)”, rudal jelajah ringan S8000 “Banderol”, serta amunisi mikro yang belum teridentifikasi. Seluruh persenjataan ini utamanya dirancang untuk memperkuat daya gempur jet tempur siluman generasi kelima versi ekspor, Su-57E, guna mendongkrak daya tawar Rusia di pasar pertahanan internasional.

Di antara lini produk yang akan dipajang, keluarga rudal S-71 menyita perhatian karena memadukan teknologi rudal jelajah dengan keunggulan drone jelajah (loitering munition). Varian S-71K “Kovyor” difungsikan sebagai senjata pemukul jarak jauh stand-off berdaya ledak tinggi. Rudal ini didesain agar muat di dalam kompartemen internal Su-57E untuk menjaga jejak radar pesawat tetap minimal.

S-71K ditenagai mesin turbojet kecil R500, mampu menempuh jarak hingga 300 km pada kecepatan subsonik, serta membawa hulu ledak konvensional OFAB-250-270 seberat 250 kg. Navigasinya mengandalkan sistem inersial terprogram untuk menyerang sasaran bernilai tinggi tanpa tergantung sinyal pemandu terminal eksternal.

S-71K “Kovyor (Carpet)”

Sementara itu, varian S-71M “Monokhrom” menghadirkan pendekatan yang lebih cerdas dan fleksibel. Rudal jelajah ini dilengkapi sensor elektro-optik, kamera pencitraan termal, serta modul pemrosesan data onboard untuk fungsi pengintaian sekaligus penyerangan mandiri.

Didesain dengan bobot total sekitar 650-700 kg dan hulu ledak 250 kg, S-71M mampu menjangkau jarak hingga 350-400 km pada kecepatan 500-600 km/jam. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan loitering (mengorbit) untuk mencari target bergerak di area sasaran sebelum melakukan tembakan terminal secara mandiri, terhubung ke stasiun darat, maupun pos komando udara.

S8000 “Banderol”

Lini lain yang tidak kalah strategis adalah rudal jelajah mini S8000 “Banderol”. Rudal taktis ini memiliki bobot hulu ledak 150 kg dengan jangkauan operasional mencapai 500 km dan kecepatan maksimum sekitar 500–600 km/jam. Banderol mengandalkan sistem navigasi inersial yang dipadu dengan pemandu satelit serta profil penerbangan yang sangat lincah untuk menghindari pertahanan udara musuh.

Yang menarik, dokumentasi persiapan di lokasi memperlihatkan Banderol terpasang pada helikopter serang Mi-28. Ini menjadi platform peluncuran kedua yang terkonfirmasi setelah drone tempur Orion (UCAV), sekaligus menandai potensi kembalinya peran ofensif jarak jauh bagi armada helikopter tempur Rusia. Selain Banderol, Rusia juga menampilkan rudal mikro berpemandu elektro-optik dengan panjang di bawah dua meter yang diperkirakan bakal menjadi amunisi saturasi untuk pesawat tempur maupun helikopter dengan keterbatasan muatan.

Helikopter Serang Mi-28NM Rusia Luncurkan Rudal Jelajah Mini S8000 Banderol, Taktik Baru Serangan Jarak Jauh

Pameran kedirgantaraan yang berlangsung hingga 10 September di El Alamein International Airport ini menjadi panggung strategis bagi Moskow untuk menawarkan teknologi militer combat-proven berbiaya efisien. Lewat Rosoboronexport, Rusia secara agresif memasarkan amunisi berpenampang radar rendah ini—baik untuk jet tempur Su-57E maupun helikopter serang—guna membidik pasar ekspor potensial di kawasan Timur Tengah dan Afrika yang mencari alternatif alutsista modern. (Gilang Perdana)

Rusia Pamer Drone Tempur Orion Gendong Rudal Jelajah Banderol, Perluas Jangkauan Serang Tanpa Awak

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *