
Publikasi mengejutkan dari media Cina baru-baru ini memicu gelombang kekhawatiran baru bagi lini pertahanan perimeter Amerika Serikat dan sekutu Barat di kawasan Indo Pasifik. Rekaman resmi tersebut memperlihatkan jet tempur kelas berat Shenyang J-16 Angkatan Udara Cina (PLAAF) sukses meluncurkan rudal jelajah udara-ke-permukaan berpemandu presisi jarak jauh, KD-88 (KongDi-88). (more…)

Angkatan Udara Rusia dilaporkan telah melakukan perombakan masif terhadap lini rudal jelajah strategis berbasis udara (Air-Launched Cruise Missile/ALCM) Kh-101. Langkah modernisasi radikal ini berfokus pada peningkatan kemampuan siluman (stealth) melalui penyematan lapisan penyerap gelombang radar (radar-absorbing coating) terbaru pada sekujur badan (fuselage) rudal. (more…)

Doktrin penggelaran jet tempur siluman generasi kelima Rusia, Sukhoi Su-57 “Felon”, dilaporkan telah bergeser secara drastis dari peran aslinya sebagai jet penetrasi udara dalam (deep penetration stealth fighter). Berdasarkan rangkaian laporan pemantauan udara dan komunikasi Angkatan Udara Ukraina sepanjang Mei 2026, VKS Rusia kini semakin gencar memanfaatkan Su-57 sebagai platform peluncur rudal jarak jauh (standoff precision-strike platform) dari posisi yang sangat aman di belakang garis depan. (more…)

Ketergantungan masif negara-negara Eropa terhadap payung keamanan geopolitik Amerika Serikat kini berada di titik nadir, memicu apa yang disebut sebagai “krisis eksistensial” di kalangan ibu kota Benua Biru. Raksasa manufaktur rudal lintas-negara, MBDA, bergerak cepat memanfaatkan celah emas yang terbuka akibat kelangkaan operasional rudal jelajah strategis BGM-109 Tomahawk milik AS. (more…)

Kehadiran Nester dalam jajaran alutsista terbaru Turki di SAHA Expo 2026 membawa ingatan publik pada senjata rahasia Amerika Serikat yang dijuluki sebagai “Flying Ginsu”, yakni rudal AGM-114R9X “Ninja”. Nama tersebut diambil dari merek pisau dapur terkenal karena kemampuan rudal ini yang secara harfiah mencincang targetnya tanpa menggunakan bahan peledak sama sekali. (more…)

Langkah ofensif Beijing di Laut Cina Selatan, khususnya yang terkait konflik dengan Filipina, rupanya menuai ganjalan, pasalnya Angkatan Darat AS (US Army) tetap mempertahankan penggelaran Typhon Weapon System di Pulau Luzon. Typhon Weapon System yang berintikan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan rudal hanud jarak jauh SM-6, telah menciptakan efek deteren. (more…)