Hanya 205 Rubel per Tembakan, Perun Laser System Rusia Siap Hanguskan Segala Jenis Drone Berbasis AI

Rusia dilaporkan tengah gencar melakukan uji coba lapangan terhadap sistem senjata laser anti drone generasi terbaru yang dinamakan “Perun”. Dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Produksi Svarog, sistem senjata berbasis pancaran gelombang kontinu (continuous wave emission) ini dirancang khusus untuk menghadapi ancaman segala jenis drone.
Baca juga: Ukraina Mengonfirmasi Penggunaan Senjata Laser Dalam Pertempuran
Mulai dari drone intai bersayap tetap (fixed-wing) hingga drone kamikaze First-Person View (FPV) yang saat ini mendominasi pertempuran modern. Kehadiran Perun menandai babak baru dalam doktrin pertahanan udara taktis Rusia yang mulai mengandalkan teknologi Directed Energy Weapon (DEW) untuk melindungi obyek vital nasional secara efisien.
Perun diproyeksikan untuk menjaga fasilitas stasioner berkategori kritikal, seperti kompleks industri militer, kilang energi dan bahan bakar, infrastruktur transportasi, hingga pelabuhan strategis. Kendati demikian, sistem ini dirancang fleksibel sehingga dapat diintegrasikan ke dalam unit tempur bergerak (mobile combat teams).
Dalam konfigurasi stasioner, seluruh perangkat Perun dikemas ringkas di dalam kontainer maritim berukuran 20 kaki. Sementara untuk versi bergerak, sistem canggih ini dapat dipasang pada sasis truk kargo dengan kapasitas angkut 5 ton, memungkinkannya berpindah tempat dengan cepat di medan laga.
🇷🇺 In Russia, they are testing the “Perun” laser system designed to counter all types of drones, providing up to 15 minutes of continuous radiation.
This was announced by an official representative of the “Svarog” center.
“The latest laser systems for countering drones of any… pic.twitter.com/jSAlI9olOy
— Z.O.V Military (@WarHunter2222) July 17, 2026
Perun dibekali kemampuan baterai yang sanggup menyokong pancaran laser kontinu hingga 15 menit, dengan total waktu siaga operasional (combat duty) mencapai 5 jam. Jarak jangkauan tembak efektif sistem ini mencapai hingga 5 kilometer. Di balik kemampuan ofensifnya, daya tarik utama Perun terletak pada nilai ekonomisnya yang luar biasa rendah.
Biaya operasional untuk satu kali “tembakan”—yang dihitung dari 10 detik paparan laser kontinu—hanya berkisar di angka 205 rubel atau setara dengan kurang dari Rp40.000 saja. Nilai yang sangat murah ini menjadi solusi jitu untuk mengatasi dilema biaya dalam perang drone, di mana militer sering kali terpaksa menghabiskan rudal pertahanan udara yang mahal hanya untuk menjatuhkan drone rakitan murah.
PT PAL Pamerkan Senjata Laser Hand-Held, Biaya Sekali Tembak Kurang dari Rp15.000
Ketangguhan sistem Perun semakin diperkuat dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) pada sistem penglihatan dan penargetannya. Menggunakan kubah putar dua sumbu (dual-axis turret), Perun dilengkapi dengan kamera deteksi, kamera penargetan, serta kamera pemindai termal (thermal imager). Sistem kecerdasan buatannya memanfaatkan jaringan saraf tiruan (neural network) serta metode pemrosesan data analitis untuk mengenali, mengklasifikasikan jenis drone, hingga memandu arah laser secara otomatis tanpa jeda.
Selama fase pengujian oleh Pusat Svarog, sistem Perun diklaim sukses mendemonstrasikan efisiensi tinggi dalam melumpuhkan target. Alih-alih hanya merusak fisik luarnya, paparan energi panas tinggi dari sinar laser Perun bekerja secara destruktif dengan cara membutakan sensor kamera drone, membakar baterai, merusak motor listrik, menghancurkan baling-baling, hingga mematahkan struktur sayap UAV dalam hitungan detik. (Gilang Perdana)
Kinerja Senjata Laser Anti Drone Memble di Iklim Panas Arab Saudi, Ini Sebabnya!
Related Posts
-
Ikuti Jejak Singapura, Filipina Pastikan Akuisisi Sistem Hanud Spyder
36 Comments | Jul 21, 2020
-
Cina Garap Proyek Kapal Induk Keempat, Diduga Bakal Mengusung Tenaga Nuklir
No Comments | Mar 9, 2024 -
Bedah Kanon 2A72 – Senjata Sekunder Nan Mematikan di Ranpur Amfibi BMP-3F Korps Marinir
16 Comments | May 2, 2020
-
Berkat Reverse Engineering, Iran Kini Jadi Pengguna Terbesar F-4 Phantom II di Dunia
42 Comments | May 5, 2020



Si Vietcong
https://youtu.be/QfNIOToFwJg?is=j7EmBLHk8llJduSv
https://youtu.be/QfNIOToFwJg?is=Jv6VMXIZgHa3HrFS
Smg bener linknya
Putin sangat LELET bikin ANTI DRONE DEFENCE yg berlapis. Pdhal meriam Si Mbah dan ZSU banyak bangkenya tinggal di intregasikan ma advance tracking system. Sptnya Mas PUTIN nggak punya SMART MUNITION yah.
T N I haruuuuuuuus mulai jaringan anti drone defence buat lindungi pergerakan pasukan mulai dr KINETIC dan ELECTRIC systems. Kita punya banyak BANGKE CANON2x dr Hispano triple, ex jet2x tempur dan AA ex soviet…hidupkan dan intregasikan, koyo Si Mbah. Si Vietcong intregasi 37mm soviet dan si mbah jd 1 batere. PINDAD fokus ke bullet drones making. Wong DRONE nya tenaga KITIRAN so ngga perlu fancy.
Si Vietcong
https://youtu.be/LQAWJvRgZvY?is=-tlKNQw44e7GrDL5
Laser dan microve based system bagus buat perkotaan.