Adopsi Strategi ‘Pooling and Sharing’, NATO Resmi Bentuk Armada Multinational Airbus A400M

Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) secara resmi mengambil langkah besar untuk memperkuat kedaulatan udara dan mobilitas strategis kawasan Eropa. Dalam forum pertahanan KTT NATO (NATO Summit Defence Forum) di Ankara, pemerintah dari tujuh negara anggota—yaitu Turki, Inggris, Perancis, Spanyol, Polandia, Belgia, dan Kroasia—meluncurkan Proyek Visibilitas Tinggi (High Visibility Project) guna membentuk Armada Airbus A400M Multinational.

Baca juga: Borong Tambahan 20 Unit A400M Atlas, Jerman Bakal Jadi Raja Pesawat Angkut Berat di Eropa

Mengusung strategi pooling and sharing (berbagi dan menyatukan aset), inisiatif mutakhir ini dirancang khusus untuk mengatasi celah kemampuan angkut udara strategis (strategic airlift capability gaps) yang selama ini membayangi para sekutu Eropa, sekaligus menyatukan operasional pesawat angkut militer A400M di bawah satu komando taktis terpadu.

Kerja sama multinasional ini direncanakan mencakup berbagai tahapan krusial, mulai dari kepemilikan dan pengoperasian bersama armada A400M, hingga integrasi layanan pendukung seperti perawatan pesawat (maintenance), dukungan pelatihan kru, pengadaan infrastruktur, hingga manajemen pengadaan logistik.

Melalui skema solusi terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end solution), armada bersama ini ditargetkan mampu memenuhi kebutuhan nasional masing-masing negara sekaligus mandat NATO secara lebih efektif. Selain itu, integrasi ini akan memberikan fleksibilitas operasional yang jauh lebih tinggi dalam berbagai misi spesifik, termasuk pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refuelling), penanggulangan bencana alam, evakuasi medis darurat (Medevac), hingga misi pemadaman kebakaran hutan lintas batas.

Langkah pembentukan armada A400M ini terinspirasi langsung oleh kesuksesan program Multinational MRTT Fleet (MMF) yang sejak tahun 2020 telah berhasil mengoperasikan pesawat tanker strategis Airbus A330 MRTT. Menariknya, bersamaan dengan penandatanganan kesepakatan A400M, NATO juga resmi mengumumkan bergabungnya Finlandia sebagai anggota baru dalam armada MMF.

Dengan masuknya Finlandia, program MMF kini diperkuat oleh sembilan negara, termasuk Belanda, Luksemburg, Norwegia, Jerman, Belgia, Ceko, Swedia, dan Denmark. Hingga saat ini, unit MMF telah mengoperasikan sembilan dari total 12 unit A330 MRTT yang dipesan, di mana armada ini telah aktif dikerahkan ke Sayap Timur NATO, mendukung evakuasi pengungsi di Afghanistan, hingga terlibat dalam berbagai latihan multinasional di kawasan Indo Pasifik.

Gantikan KC-767A dan ‘Tendang’ KC-46 Pegasus, Italia Resmi Akuisisi Enam Unit Airbus A330 MRTT

Pilihan NATO untuk berpusat pada Airbus A400M menegaskan posisi pesawat ini sebagai tulang punggung mobilitas udara (backbone of Air Mobility) bagi negara-negara besar Eropa. Hingga saat ini, armada global A400M telah mencatatkan lebih dari 135 unit yang beroperasi dengan torehan lebih dari 270.000 jam terbang.

Pihak Airbus Defence and Space menyatakan bahwa dengan peta jalan (roadmap) kemampuan masa depan yang terus dikembangkan, peran A400M akan menjadi jauh lebih esensial dalam beberapa dekade mendatang. Keberhasilan proyek-proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana negara-negara Eropa dapat merespons tantangan keamanan yang terus berkembang secara efektif, inovatif, dan efisien melalui kolaborasi pertahanan yang erat antara aliansi, negara peserta, dan industri. (Bayu Pamungkas)

RESMI: Thailand Jadi Launch Customer Airbus A330 MRTT+, Tanker Militer Generasi Terbaru A330-800neo

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *