
Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, resmi membuat lompatan besar dalam portofolio bisnisnya dengan meluncurkan desain kapal tempur utama perdana bertajuk GMF 140 (Guided Missile Frigate sepanjang 140 meter). Selama ini Rheinmetall sangat tersohor sebagai produsen papan atas alutsista darat—seperti kendaraan lapis baja, artileri, sistem pertahanan udara, hingga amunisi dan sistem penerbangan—sehingga manuver ini menandai langkah berani untuk merambah segmen manufaktur perkapalan militer tingkat tinggi. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)

Pameran pertahanan Eurosatory 2026 menjadi panggung bagi raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall AG, untuk memamerkan lompatan teknologi terbarunya dalam konsep perang modular. Rheinmetall secara resmi meluncurkan Containerized Missile Launcher (CML), sebuah sistem peluncur mandiri berbasis kontainer standar 20 kaki yang sepenuhnya otonom, modular, dan terhubung dalam jaringan (networked). (more…)

Rheinmetall dari Jerman pada pameran pertahanan Eurosatory 2026 memperkenalkan rantis (kendaraan taktis) terbarunya, Caracal 6×6, sebuah platform rantis udara (airborne vehicle) berperforma tinggi yang dirancang untuk kebutuhan operasi serbuan kilat. Kehadiran armada roda enam ini merupakan varian lanjutan dan evolusi strategis dari basis sukses rantis Caracal 4×4. (more…)

Rheinmetall memperluas gurita bisnisnya di ranah wahana tanpa awak. Bertempat di ajang pameran dirgantara bergengsi ILA Berlin 2026 pada 10 Juni 2026, Rheinmetall resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan pengembang drone Jerman, ERC System, serta pemerintah negara bagian North Rhine-Westphalia. (more…)

Boleh jadi, desainer atau perancang kendaraan khusus (ransus) asal Kroasia ini memiliki kenangan mendalam atau terinspirasi oleh sosok reptil purba endemik asal Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pasalnya, nama hewan legendaris tersebut kini resmi disematkan pada sebuah wahana tanpa awak mutakhir raksasa. (more…)

Hubungan geopolitik dan bisnis pertahanan antara Rusia dan Jerman kembali memanas ke ranah hukum. Pemerintah Federasi Rusia melalui Kejaksaan Militer Moskow bersama JSC Garnizon—sebuah perusahaan yang berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertahanan Rusia—telah melayangkan gugatan hukum terhadap raksasa produsen senjata asal Jerman, Rheinmetall. (more…)

Sistem pertahanan udara titik (point defence) modern kini sangat bergantung pada efektivitas kanon reaksi cepat untuk menetralisir ancaman di ketinggian rendah, mulai dari rudal jelajah hingga drone intai dan kamikaze. Salah satu pionir dalam teknologi ini adalah Rheinmetall Oerlikon melalui sistem Skyshield, Skynex, maupun Skyranger yang mengandalkan kanon otomatis kaliber 35mm. (more…)

Kompetisi pengadaan kendaraan taktis (rantis) ringan untuk Angkatan Darat Inggris kian membara setelah raksasa pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, resmi memperkenalkan rantis taktis terbaru mereka yang diberi nama Shadow Wolf. Kehadiran rantis gahar ini diproyeksikan khusus untuk bertarung dalam kompetisi Land Mobility Programme (LMP) yang digelar oleh militer Inggris demi mempensiunkan armada rantis legendaris namun menua, seperti varian Land Rover Defender. (more…)

Dunia pertahanan sedang menyaksikan pergeseran paradigma di mana drone murah, seperti tipe FPV (First Person View), mampu melumpuhkan aset militer bernilai jutaan dolar. Menanggapi realitas ini, Aselsan melalui sistem pertahanan udara (hanud) KORKUT 140/35 baru saja membuktikan efektivitasnya dalam uji tembak dinamis yang sukses menghancurkan target drone di udara. (more…)