
Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, kembali mencatatkan terobosan penting dalam inovasi alutsista nirawak. Bertempat di National Test Centre Cochstedt, Jerman, Rheinmetall sukses mendemonstrasikan peluncuran amunisi terpandu (loitering munition) FV-014 langsung dari peluncur berbasis kontainer standar 20 kaki (20-foot container) yang diusung oleh truk taktis berat seri HX. (more…)

Rheinmetall, raksasa industri pertahanan asal Jerman yang selama ini mendominasi pasar amunisi dan kendaraan tempur berat, kembali membuat kejutan di industri militer global. Setelah sempat menghebohkan publik lewat kemunculan desain kapal perang denga fregat GMF 140, pabrikan legendaris tersebut kini membuktikan daya jangkau bisnisnya yang makin luas dengan menembus pasar perlengkapan kesehatan militer. (more…)

Raksasa industri pertahanan asal Jerman, Rheinmetall, resmi membuat lompatan besar dalam portofolio bisnisnya dengan meluncurkan desain kapal tempur utama perdana bertajuk GMF 140 (Guided Missile Frigate sepanjang 140 meter). Selama ini Rheinmetall sangat tersohor sebagai produsen papan atas alutsista darat—seperti kendaraan lapis baja, artileri, sistem pertahanan udara, hingga amunisi dan sistem penerbangan—sehingga manuver ini menandai langkah berani untuk merambah segmen manufaktur perkapalan militer tingkat tinggi. (more…)

Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) bersiap menjadi salah satu pemilik jaringan satelit terbesar di planet ini, tepat di bawah posisi Starlink milik Elon Musk. Berlin menargetkan peluncuran hingga 1.200 satelit ke orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) pada tahun 2030. (more…)

Pameran pertahanan Eurosatory 2026 menjadi panggung bagi raksasa pertahanan Jerman, Rheinmetall AG, untuk memamerkan lompatan teknologi terbarunya dalam konsep perang modular. Rheinmetall secara resmi meluncurkan Containerized Missile Launcher (CML), sebuah sistem peluncur mandiri berbasis kontainer standar 20 kaki yang sepenuhnya otonom, modular, dan terhubung dalam jaringan (networked). (more…)

Rheinmetall dari Jerman pada pameran pertahanan Eurosatory 2026 memperkenalkan rantis (kendaraan taktis) terbarunya, Caracal 6×6, sebuah platform rantis udara (airborne vehicle) berperforma tinggi yang dirancang untuk kebutuhan operasi serbuan kilat. Kehadiran armada roda enam ini merupakan varian lanjutan dan evolusi strategis dari basis sukses rantis Caracal 4×4. (more…)

Rheinmetall memperluas gurita bisnisnya di ranah wahana tanpa awak. Bertempat di ajang pameran dirgantara bergengsi ILA Berlin 2026 pada 10 Juni 2026, Rheinmetall resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis dengan pengembang drone Jerman, ERC System, serta pemerintah negara bagian North Rhine-Westphalia. (more…)

Boleh jadi, desainer atau perancang kendaraan khusus (ransus) asal Kroasia ini memiliki kenangan mendalam atau terinspirasi oleh sosok reptil purba endemik asal Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pasalnya, nama hewan legendaris tersebut kini resmi disematkan pada sebuah wahana tanpa awak mutakhir raksasa. (more…)

Hubungan geopolitik dan bisnis pertahanan antara Rusia dan Jerman kembali memanas ke ranah hukum. Pemerintah Federasi Rusia melalui Kejaksaan Militer Moskow bersama JSC Garnizon—sebuah perusahaan yang berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertahanan Rusia—telah melayangkan gugatan hukum terhadap raksasa produsen senjata asal Jerman, Rheinmetall. (more…)

Sistem pertahanan udara titik (point defence) modern kini sangat bergantung pada efektivitas kanon reaksi cepat untuk menetralisir ancaman di ketinggian rendah, mulai dari rudal jelajah hingga drone intai dan kamikaze. Salah satu pionir dalam teknologi ini adalah Rheinmetall Oerlikon melalui sistem Skyshield, Skynex, maupun Skyranger yang mengandalkan kanon otomatis kaliber 35mm. (more…)