Mendekat ke Selat Taiwan, Cina Geser Artileri Berat SPH PLZ-05 ke Garda Depan

Pemerintah Cina secara signifikan memperkuat daya gempur militer di kawasan Selat Taiwan melalui pembaruan alutsista pada armada artileri daratnya. Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat Cina (People’s Liberation Army atau PLA), khususnya Grup Angkatan Darat Ke-71, secara resmi menerima gelombang baru self-propelled howitzer (SPH) rantai PLZ-05 berkaliber 155mm.
Langkah ini menandai transisi penting karena armada artileri berat ini ditempatkan secara langsung di tingkat brigade untuk menggantikan sistem artileri 122mm lama, sebuah konfigurasi yang sebelumnya hanya dioperasikan pada tingkat korps atau group army sebagai senjata penekan jarak jauh.
Secara teknis, PLZ-05 merupakan salah satu sistem artileri medan paling perkasa yang dimiliki daratan Cina saat ini. Mengusung meriam berkaliber 155mm dengan panjang laras 52 kaliber (L/52), sistem SPH berbasis rantai (tracked) ini dilengkapi dengan mekanisme pengisi amunisi otomatis (autoloader) canggih yang mampu menembakkan 8 hingga 10 peluru per menit tanpa mengharuskan awak keluar dari kabin terlindung.
Keunggulan utamanya terletak pada jarak jangkau dan presisi, di mana PLZ-05 sanggup meluncurkan amunisi pemandu satelit BeiDou tipe WS-35 hingga jarak efektif mencapai 100 kilometer.
Dominating the Battlefield:
Footage shows PLZ-05 autoloading self-propelled howitzers attached to the Chinese PLA 71st Group Army firing at the targets at varying distances in training exercise. #PLZ05 #SelfPropelledHowitzer#PLA #AutoLoader #Army#Chinamilitary #ChinaMilBugle pic.twitter.com/bd1oieRBBy
— China Military Bugle (@ChinaMilBugle) September 12, 2026
Kombinasi mobilitas lintas medan dari sasis berantai dan proteksi lapis baja menjadikan platform ini sangat ideal untuk menghancurkan benteng pertahanan pantai serta memberikan tembakan penutup (suppression fire) mendalam saat skenario invasi amfibi.
Penguatan armada artileri Komando Teater Timur ini diyakini merupakan hasil rotasi taktis dari Komando Teater Barat, yang kini lebih banyak menggunakan varian roda ban PCL-181 155mm yang cocok untuk medan pegunungan tinggi.
Di sisi lain, modernisasi artileri Cina yang agresif ini semakin mempertegas ketimpangan dengan perkembangan program artileri darat Amerika Serikat yang terus mengalami penundaan dalam meremajakan armada M109 mereka.
🚨🇨🇳 TAIWAN SEPARATISTS IN PANIC: CHINA GIVES TAIWAN-FACING BRIGADE ITS OWN PLZ-05 LONG-RANGE HOWITZERS
China has pushed one of its most powerful artillery systems down from group-army formations to a heavy combined-arms brigade in the Eastern Theater Command.
A brigade under… pic.twitter.com/ESgWlFPHK1
— NewRulesGeopolitics (@NewRulesGeo) September 10, 2026
Tak hanya di darat, Angkatan Laut Cina (PLAN) bahkan dilaporkan tengah menguji coba meriam kapal berkaliber 155 mm pada kapal eksperimental. Integrasi amunisi 155mm lintas matra ini diprediksi akan menyederhanakan rantai logistik PLA secara masif, sekaligus meningkatkan efisiensi gempuran permukaan ke darat jika konflik terbuka di Selat Taiwan benar-benar pecah.
Penyebaran PLZ-05 di garda depan Selat Taiwan ini juga menegaskan pergeseran strategi PLA dalam menghadapi skenario intervensi asing di kawasan Indo-Pasifik. Dengan memusatkan armada artileri swagerak berdaya gempur tinggi di tingkat brigade, Komando Teater Timur kini memiliki fleksibilitas taktis yang jauh lebih tinggi untuk menggelar operasi tembakan cepat dan berpindah tempat (shoot-and-scoot).
Kemampuan ini tidak hanya memperkecil risiko terdeteksi oleh radar serangan balasan musuh, tetapi juga memastikan bahwa garis pantai Taiwan dan aset pertahanan strategis di sekitarnya berada dalam jangkauan tembak konstan yang sangat presisi dan sulit dibendung. (Rendy)
‘Terkuak’ Sosok PLZ-05B 155mm: Self Propelled Howitzer Tracked Terbaru Cina yang Misterius


