Simulasi Hadapi Invasi: Taiwan Pertama Kali Uji Tembak HIMARS di Pantai Barat, Incar Koridor Pendaratan Militer Cina

Taiwan mengambil langkah taktis yang sangat agresif dalam upaya menangkal potensi serbuan amfibi oleh militer Cina. Untuk pertama kalinya, angkatan bersenjata Taiwan menggelar latihan uji tembak langsung (live-fire) menggunakan sistem peluncur roket multilaras canggih pasokan Amerika Serikat, M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System), di kawasan pantai barat pulau tersebut.
Baca juga: Sukses Lawan M142 HIMARS, Rusia Klaim MLRS Tornado-S Diminati Pasar Ekspor
Wilayah pantai barat ini dikenal secara geopolitik dan strategi militer sebagai koridor utama yang paling rawan dan diproyeksikan menjadi titik pendaratan utama bagi pasukan invasi Cina jika konflik terbuka pecah di Selat Taiwan.
Latihan penembakan rudal dan roket taktis ini menandai pergeseran doktrin komparatif yang cukup signifikan dalam latihan pertahanan udara dan pantai Taiwan. Berbeda dengan manuver militer berbasis HIMARS sebelumnya yang selalu digelar di wilayah pantai timur yang relatif lebih aman dan terlindung oleh pegunungan tengah pulau, latihan kali ini sengaja dihadapkan langsung ke arah Selat Taiwan.
Dalam simulasi tersebut, detasemen artileri Taiwan menjadwalkan peluncuran 36 unit roket ke arah target di lautan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32 roket berhasil melesat dan menghantam sasaran dengan presisi, sementara empat roket lainnya dilaporkan mengalami gagal tembak (misfire) dan saat ini sedang berada dalam investigasi teknis mendalam oleh pihak militer.
‼️🇹🇼🇨🇳 Taiwan’s (RoC) military conducted its first-ever live-fire exercise launching U.S.-supplied HIMARS rockets into the Taiwan Strait on Wednesday, directly facing mainland China.
The drills took place near a river mouth on Taiwan’s western coast in Taichung — a site… pic.twitter.com/4guipEHsKf
— Visioner (@visionergeo) June 10, 2026
Meskipun roket yang diledakkan dalam uji coba ini merupakan varian berdaya jangkau pendek untuk keperluan latihan taktis pantai, pesan deteren yang dikirimkan ke Beijing sangatlah jelas. Arsenal HIMARS yang dimiliki Taiwan saat ini sejatinya disiapkan dengan amunisi mematikan yang mampu menjangkau wilayah daratan utama Cina.
Sebagai sistem senjata yang telah membuktikan reputasi tempurnya di berbagai palagan modern, M142 HIMARS merupakan sistem artileri roket berdaya gerak tinggi yang dipasang pada sasis truk taktis keluarga kendaraan militer sedang (FMTV) berbobot 5 ton dengan konfigurasi penggerak roda 6×6. Dikembangkan oleh Lockheed Martin, keunggulan teknis utama HIMARS terletak pada fleksibilitas operasionalnya yang mengadopsi prinsip shoot-and-scoot (tembak lalu kabur).
For the first time, Taiwan fired U.S.-supplied HIMARS rocket systems into the Taiwan Strait during military drills from a beach considered a potential landing site for a PLA invasion force. pic.twitter.com/ncFUSdum1s
— Breaking911 (@Breaking911) June 10, 2026
Didukung oleh mesin diesel Caterpillar 3116 ATAAC berkekuatan 330 tenaga kuda, truk peluncur ini mampu melesat hingga kecepatan maksimal 94 km/jam dengan jarak jelajah operasional mencapai 480 kilometer. Sistem kendali tembak otomatisnya memungkinkan awak yang hanya terdiri dari tiga personel (komandan, penembak, dan pengemudi) untuk menyiapkan, membidik, dan meluncurkan seluruh muatan roket hanya dalam hitungan menit, lalu segera berpindah posisi sebelum posisi mereka dapat diendus oleh radar kontra-baterai atau satelit intai militer Cina.
Demi membangun benteng pertahanan asimetris yang kokoh, Taiwan telah mengajukan dan menyepakati pembelian armada HIMARS dalam jumlah yang sangat masif dari Amerika Serikat. Melalui serangkaian paket penjualan militer asing (FMS) yang disetujui Washington, total pengadaan sistem peluncur roket ini mencapai 111 unit peluncur M142 HIMARS (terdiri dari pesanan awal sebanyak 29 unit yang mulai dikirim secara bertahap sejak akhir tahun 2024 dan pertengahan 2025, serta tambahan pembelian masif sebanyak 82 unit sistem peluncur).
Perang Ukraina Pacu Produksi Fake Target, Termasuk HIMARS Palsu
Paket modernisasi artileri bernilai miliaran dolar ini juga mencakup akuisisi ribuan amunisi mutakhir yang dirancang khusus untuk memotong jalur logistik dan menghancurkan konsentrasi pasukan lawan di sepanjang garis pantai maupun di seberang selat.
Jenis amunisi yang dibeli oleh Taiwan dibagi ke dalam dua kategori utama berdasarkan fungsi strategisnya. Untuk peperangan taktis jarak dekat dan menengah, Taiwan mengakuisisi roket berpandu GMLRS (Guided Multiple Launch Rocket System) kaliber 227 mm, yang mencakup 756 unit pod M31A2 GMLRS-Unitary (berhulu ledak tunggal seberat 90 kg untuk menghancurkan target infrastruktur atau bunker spesifik secara presisi) serta 447 unit pod M30A2 GMLRS-Alternative Warhead (GMLRS-AW) yang dirancang untuk melepaskan ratusan ribu fragmen tungsten guna menyapu personel dan kendaraan lapis baja ringan di area terbuka dengan jarak jangkau mencapai 15 hingga 92 kilometer.
Sementara itu, untuk fungsi serangan strategis jarak jauh, militer Taiwan melengkapi arsenalnya dengan 420 unit rudal balistik taktis MGM-140/M57 ATACMS (Army Tactical Missile System). Rudal berkemampuan MaRV (Maneuverable Reentry Vehicle) ini memiliki jangkauan tembak hingga 300 kilometer, yang berarti dari posisi peluncurannya di sepanjang pantai barat, sistem HIMARS Taiwan memiliki kemampuan riil untuk menghantam pelabuhan militer, pangkalan udara, serta pusat komando embarkasi pasukan Cina di provinsi Fujian sebelum mereka sempat menyeberangi selat. (Gilang Perdana)
Korut Sukses Uji Coba ‘HIMARS KW’, Bisa Luncurkan Roket 240mm dan Rudal Mirip ATACMS dalam Satu Truk
Related Posts
-
Tanpa Source Code dari AS, F-16 Turki Gunakan Konsol Tablet Untuk Luncurkan Rudal Jelajah Buatan Lokal
No Comments | Mar 28, 2025 -
“Tribute to War World II” – Jet Tempur F-15E Strike Eagle Tampil dengan Heritage Paint Job
No Comments | May 22, 2023 -
[Video] Kuat Dugaan Sukhoi Su-35 Telah Tiba di Iran, Israel ‘Ketar-ketir’
8 Comments | Apr 19, 2023 -
‘Kado’ Idul Fitri, Prototipe Jet Latih Tempur Hurjet Turki Sukses Terbang Perdana
4 Comments | Apr 26, 2023


