Rudal Balistik Kheibar Shekan Iran Hantam Shelter Jet Tempur F-35 AS di Yordania

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali mengejutkan kawasan Asia Barat dengan meluncurkan gelombang serangan peluru berpandu jarak jauh yang menyasar aset-aset vital militer Amerika Serikat. Dalam pengumuman resminya, Angkatan Aeroangkasa IRGC mengklaim telah berhasil menghancurkan empat sasaran strategis di Pangkalan Udara Al-Azraq, Yordania.
Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu pangkalan terdepan yang menampung armada jet tempur siluman generasi kelima, F-35 Lightning II milik AS. Serangan presisi ini dilaporkan langsung menghantam pusat komando kendali serta fasilitas shelter atau hangar yang menjadi tempat perlindungan jet tempur canggih tersebut.
Operasi ofensif ini dilakukan sebagai bentuk aksi balasan langsung setelah militer AS melancarkan serangan udara ke beberapa wilayah pertahanan udara dan fasilitas radar di Iran selatan, menyusul insiden jatuhnya helikopter serbu AH-64 Apache milik AS di Selat Hormuz.
Bintang utama dalam serangan pembalasan ke Yordania kali ini tidak lain adalah Kheibar Shekan, rudal balistik taktis jarak menengah (Medium-Range Ballistic Missile/MRBM) generasi ketiga yang dikembangkan secara mandiri oleh industri pertahanan domestik Iran. Nama “Kheibar Shekan” sendiri memiliki arti simbolis “Penghancur Khaybar,” sebuah rujukan historis yang menegaskan fungsi utamanya untuk menembus benteng pertahanan paling kokoh sekalipun.
Pertama Kali di Palagan Iran: Helikopter Serang AH-64 Apache US Army Jatuh di Selat Hormuz
Pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2022 oleh mendiang Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, rudal ini dirancang khusus dengan fokus pada kecepatan peluncuran, mobilitas tinggi, serta kemampuan penetrasi mutakhir untuk mengelabui payung udara berlapis seperti sistem pertahanan Patriot buatan AS maupun Iron Dome dan Arrow milik Israel.
Kheibar Shekan merupakan mahakarya teknologi rudal berbahan bakar padat (solid-fuel) yang memiliki jangkauan operasional sangat masif hingga mencapai 1.450 kilometer. Penggunaan bahan bakar padat memberikan keuntungan taktis yang luar biasa bagi IRGC, karena rudal ini tidak membutuhkan waktu pengisian bahan bakar yang lama sebelum ditembakkan, sehingga dapat diluncurkan dalam hitungan menit dari platform peluncur bergerak (Transporter Erector Launcher/TEL).
Footage recorded by an operator of the IRGC Aerospace Force shows the launch of 11 solid-fuel Kheibar Shekan ballistic missiles toward Jordan. pic.twitter.com/2VDEZbSk16
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) June 10, 2026
Keunggulan utama yang membuat Kheibar Shekan begitu mematikan terletak pada bagian hulu ledaknya (warhead) yang mengadopsi teknologi Maneuverable Reentry Vehicle (MaRV). Desain bodi dan sirip kendali pada hulu ledak memungkinkannya untuk melakukan manuver tajam secara acak saat memasuki fase terminal atau atmosfer bumi. Dengan kecepatan yang dilaporkan menembus Mach 7 hingga Mach 9 pada fase akhir, manuver ekstrem ini membuat lintasan rudal menjadi sangat sulit diprediksi oleh radar komputer sistem pertahanan udara musuh, sekaligus menjamin tingkat akurasi atau Circular Error Probable (CEP) yang sangat tinggi di bawah 10 meter.
Penggunaan rudal Kheibar Shekan dalam pertempuran nyata sebetulnya bukan pertama kali ini terjadi. Sebelum melabrak hanggar F-35 di Yordania, IRGC tercatat telah beberapa kali menguji keandalan rudal ini dalam operasi tempur jarak jauh yang sesungguhnya. Pada Januari 2024, Iran mencatatkan rekor serangan rudal jarak jauh pertamanya menggunakan Kheibar Shekan ketika menggempur basis kelompok teroris di Idlib, Suriah, yang berjarak sekitar 1.300 kilometer dari posisi peluncuran di pangkalan Huzestan.
Around 25 solid-fuel Kheibar Shekan missiles were fired toward Israel in tonight’s attack, with 4 failing and the rest reaching Israeli airspace. pic.twitter.com/ZVP3oYP1so
— OSINTWarfare (@OSINTWarfare) June 7, 2026
Tidak berhenti di situ, rudal penghancur instalasi vital ini juga menjadi tulang punggung kekuatan Iran saat melepaskan ratusan proyektil dalam operasi berskala besar bertajuk “True Promise” pada April 2024, di mana beberapa unit Kheibar Shekan dilaporkan sukses menembus sistem pertahanan udara berlapis untuk menghantam Pangkalan Udara Nevatim di gurun Negev. Rekam jejak operasional yang mumpuni inilah yang membuat IRGC kembali mempercayakan Kheibar Shekan sebagai instrumen pemukul taktis untuk meremukkan fasilitas hanggar pesawat siluman AS di Al-Azraq.
Meskipun pihak Yordania menyatakan telah melakukan upaya intersepsi terhadap sejumlah proyektil dan menegaskan tidak ada korban jiwa, klaim keberhasilan hantaman dari IRGC ini mengirimkan pesan geopolitik yang sangat kuat ke Washington dan sekutunya. Keberhasilan rudal balistik taktis berkecepatan hipersonik seperti Kheibar Shekan dalam menjangkau dan merusak fasilitas militer berproteksi tinggi membuktikan bahwa Iran kini memiliki kemampuan deteren yang kian matang. (Bayu Pamungkas)
Iran Pamerkan ‘Fattah’ – Rudal Balistik Hipersonik Pertama dengan Kecepatan Mach 15
Related Posts
-
Pengerjaan Konstruksi Tuntas, Pembangunan Fasilitas Perakitan dan Pemeliharaan Mesin Jet Tempur F-35 di Nokia Berjalan Sesuai Jadwal
No Comments | Mar 18, 2025 -
Di Laut Cina Selatan, F-35C Mengalami Insiden Saat Mendarat di Kapal Induk USS Carl Vinson
No Comments | Jan 25, 2022 -
Rugi Bandar, Kemungkinan Rudal AIM-9X Sidewinder Tembak Balon Hobi Seharga US$12
7 Comments | Feb 19, 2023 -
Hyundai Rotem Rilis Desain K3 – Generasi Masa Depan MBT Korea Selatan
4 Comments | Jun 19, 2023


