Kantongi Kontrak US$1,04 miliar, Saab Jual Dua Pesawat AEW&C GlobalEye ke Negara Timur Tengah yang Dirahasiakan

Produsen pertahanan asal Swedia, Saab, mengumumkan keberhasilannya mengamankan kontrak raksasa senilai 10,1 miliar Krona Swedia atau setara US$1,04 miliar untuk pengadaan dua unit pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara (Airborne Early Warning and Control/AEW&C) GlobalEye.
Baca juga: Spesial untuk Korea Selatan, Saab Tawarkan “WatchEye”: AEW&C dari Varian GlobalEye
Meskipun transaksi bernilai fantastis ini telah resmi ditandatangani, Saab memilih untuk menutup rapat identitas pemesan dan hanya menyebut pembeli sebagai salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang dirahasiakan demi alasan keamanan nasional, dengan jadwal pengiriman unit pertama diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2030 mendatang.
Pesawat AEW&C GlobalEye sendiri dibangun menggunakan platform jet eksekutif jarak jauh Bombardier Global 6500 yang dimodifikasi secara luas untuk membawa jajaran sensor canggih terintegrasi, termasuk radar utama AESA Erieye ER (Extended Range). Kombinasi teknologi ini memungkinkan GlobalEye melakukan pengawasan dan deteksi real-time multi-domain secara simultan untuk memantau ancaman udara, permukaan laut, darat, hingga pergerakan drone berukuran kecil. Tingginya kapabilitas ini menjadikan GlobalEye salah satu platform intelijen berbasis udara paling diminati di pasar internasional.
Saab Kirim Unit Kelima (Terakhir) Pesawat Intai AEW&C GlobalEye Pesanan Uni Emirat Arab
Keberhasilan kesepakatan baru ini turut mempertegas dominasi GlobalEye di wilayah Teluk, mengingat Uni Emirat Arab (UEA) sejauh ini berstatus sebagai satu-satunya pelanggan ekspor operasional pesawat canggih tersebut di dunia.
UEA tercatat mengoperasikan sebanyak lima unit GlobalEye—di mana pesanan awal sebanyak tiga unit yang ditandatangani pada 2015 dilanjutkan dengan penambahan dua unit lanjutan—yang kini menjadi tulang punggung pengawasan ruang udara dan laut mereka. Jejak sukses UEA dan pesanan baru yang misterius ini kian melengkapi portofolio pemesanan dari Swedia sendiri, di samping besarnya minat dari negara-negara lain seperti Perancis, Kanada, hingga aliansi NATO.
Kerahasiaan identitas pembeli baru yang dijaga ketat oleh Saab langsung memicu spekulasi hangat di kalangan pengamat pertahanan global, di mana nama Arab Saudi dan Qatar mencuat sebagai kandidat pembeli yang paling berpeluang.
Lonjakan permintaan terhadap platform intelijen dan pengawasan canggih seperti GlobalEye ini juga menegaskan tren pergeseran geopolitik global, di mana banyak negara kini semakin gencar mengincar adopsi teknologi surveillance canggih non-Amerika Serikat untuk memperkuat kedaulatan wilayah serta memitigasi meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan strategis. (Gilang Perdana)
Resmi! Gandeng Saab, Perancis Perkuat Mata Udara Lewat GlobalEye Gantikan Armada AWACS
Related Posts
-
Polandia Incar KGGB (Korean GPS-Guided Bomb) – Bom Pintar untuk Persenjatai FA-50PL Fighting Eagle
No Comments | Dec 31, 2024 -
PT PAL Luncurkan KRI Kerambit 627, Tampil dengan Ruang “Misterius” di Bawah Anjungan!
12 Comments | Feb 28, 2018
-
Dalam Batch-3, Kemhan Pesan Empat Unit KCR-60M
31 Comments | Jan 4, 2019
-
Douglas A-4 Skyhawk: Pesawat Tempur Pertama TNI AU dengan Kemampuan Air Refueling
11 Comments | Apr 5, 2016


