
Masih segar dalam pembahasan di artikel sebelumnya, mengenai peran helikopter ringan Fennec milik Angkatan Udara Perancis yang sukses memburu drone kamikaze di langit Uni Emirat Arab (UEA) bermodalkan kanon pod. Melanjutkan kesuksesan taktik perang asimetris, Perancis kini kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung Timur Tengah. (more…)

Ancaman udara di kawasan Timur Tengah kembali melahirkan inovasi taktis yang menarik perhatian para pengamat militer global. Angkatan Udara Perancis (Armée de l’Air et de l’Espace) dilaporkan telah mengerahkan armada helikopter ringan Eurocopter (sekarang Airbus Helicopters) AS555 Fennec ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengemban misi interseptor udara terhadap ancaman drone kamikaze Iran. (more…)

Raksasa industri pertahanan Uni Emirat Arab (UEA), EDGE Group, kembali menghentak panggung alutsista global dengan meluncurkan inovasi taktis terbaru di segmen wahana tanpa awak. Manufaktur yang berbasis di Abu Dhabi ini resmi memperkenalkan varian terbaru dari suicide drone atau drone kamikaze (loitering munition) andalan mereka, Shadow, yang kini dirancang khusus untuk diluncurkan dari dalam kontainer (container-launched version). (more…)

Isu keamanan di kawasan Teluk kembali memanas seiring dengan langkah taktis Uni Emirat Arab (UEA) dalam memitigasi ancaman asimetris yang kian nyata terhadap infrastruktur sipil vital. Angkatan Bersenjata UEA kini dilaporkan resmi mengandalkan sistem pertahanan laser buatan Cina, Guangjian-21A atau Light Arrow-21A, untuk memproteksi Bandara Internasional Dubai dari potensi serangan one-way attack drone yang diluncurkan oleh Iran. (more…)

Peta persaingan pesawat angkut militer di kawasan Timur Tengah resmi bergeser secara signifikan. Uni Emirat Arab (UEA) melalui Dewan Tawazun (Tawazun Council for Defence Enablement) telah menandatangani kontrak besar dengan pabrikan dirgantara asal Brasil, Embraer, untuk pengadaan 10 pesanan pasti (firm orders) dan 10 opsi tambahan pesawat angkut jet C-390 Millennium. (more…)

Meski baru diserahkan pada tahun 2027, namun ada kabar bahwa Dassault Aviation telah meluncurkan unit pertama Rafale F4 pesanan Uni Emirat Arab. Peluncuran dilakukan di hadapan pejabat pertahanan dan pemimpin industri, yang menunjukkan kemajuan Dassault Aviation dalam menjalankan kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2021. (more…)

Rencana pengadaan 12 jet tempur Mirage 2000-5 eks Angkatan Udara Qatar telah ditunda oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Terlepas nanti dilanjutkan atau justru dibatalkan, nama Mirage 2000-5 tetap diperhitungkan sebagai pengisi kekosongan (gap filling) sebelum tibanya jet tempur Rafale di Indonesia pada tahun 2026. (more…)

Pameran dirgantara dan pertahanan Dubai Airshow 2023 telah rampung pada bulan November lalu, namun masih ada beberapa produk yang menarik dan terlewat untuk dikupas. Salah satu dirilis oleh Edge Group, industri pertahanan dari tuan rumah, Uni Emirat Arab (UEA) yang memperkenalkan desain drone tempur (Unmanned Combat Aerial Vehicles/UCAV) yang diberi label “Sinyar”. (more…)

Selain mengoder jet tempur Dassault Rafale dalam jumlah besar (80 unit), Angkatan Udara Uni Emirat Arab (UEA) rupanya tak meninggalkan kemampun serang darat dengan keberadaan pesawat COIN (Counter Insurgency) – anti gerilya bermesin turboprop. Sepintas mirip dengan EMB-314 Super Tucano, UEA di Dubai Airshow 2023 mengumumkan order 40 unit pesawat latih COIN Calidus B-250T, pesanan tersebut sekaligus bukti pemerintah UEA memberdayakan industri pertahanan dalam negeri. (more…)

Sebelum kontrak efektif pengadaan jet tempur Rafale oleh Indonesia pada September 2022, Uni Emirat Arab pada awal Desember 2021 telah mengikat kontrak jumbo untuk pembelian 80 unit Rafale F4 senilai 14 miliar euro. Mengingat antrian pada backlog, unit perdana Rafale F4 pesanan Uni Emirat Arab baru akan tiba pada tahun 2026. Namun ada kabar pengiriman unit perdana Rafale F4 pesanan Uni Emirat Arab (UEA) akan ‘molor’ satu tahun dari jadwal seharusnya. (more…)