Buru Drone Iran di UEA, Helikopter Fennec Perancis Dipasangi Kanon 20mm: Opsi Menarik untuk TNI AD?

Ancaman udara di kawasan Timur Tengah kembali melahirkan inovasi taktis yang menarik perhatian para pengamat militer global. Angkatan Udara Perancis (Armée de l’Air et de l’Espace) dilaporkan telah mengerahkan armada helikopter ringan Eurocopter (sekarang Airbus Helicopters) AS555 Fennec ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengemban misi interseptor udara terhadap ancaman drone kamikaze Iran.
Baca juga: Puspenerbad TNI AD Terima Unit Pertama Helikopter Serbu AS550 Fennec
Langkah ini menjadi tajuk pembicaraan hangat di platform X setelah terungkap bahwa helikopter bermesin ganda tersebut diterjunkan dengan persenjataan organik berupa kanon otomatis M621 kaliber 20 mm. Integrasi kanon kaliber berat pada platform helikopter ringan seperti Fennec membuktikan bahwa kombinasi pesawat sayap putar berkecepatan rendah dengan daya hancur presisi tinggi merupakan solusi yang sangat efektif sekaligus ekonomis untuk memburu drone kombatan (UAV kamikaze) yang terbang rendah dan lambat, yang sering kali sulit dikunci oleh sistem rudal pertahanan udara konvensional berbasis darat.
Pengerahan Fennec Perancis di bawah payung kerja sama pertahanan di UEA berfokus pada misi pengamanan ruang udara dari infiltrasi drone-drone asimetris yang kerap menyasar infrastruktur vital di kawasan Teluk. Dalam melaksanakan misi penangkalan drone ini, helikopter Fennec bertindak sebagai elemen interseptor lapis kedua yang sangat fleksibel.
Berkat kelincahan manuvernya, Fennec mampu mendekati target udara tak berawak pada jarak intim, memungkinkan penembak (door gunner atau kru kokpit) mengeksekusi drone musuh menggunakan kanon M621 dengan tingkat akurasi tinggi tanpa risiko kegagalan pemandu radar.
French air force Fennec helicopter armed with 20 mm M621 cannon deployed in UAE against Iranian drones. 🇫🇷🇦🇪
via @EtatMajorFR pic.twitter.com/0gYBD181qM— Tom Antonov (@Tom_Antonov) June 1, 2026
Penggunaan kanon 20 mm dalam skenario ini juga dinilai jauh lebih taktis dan hemat biaya (cost-effective) dibandingkan harus meluncurkan rudal hanud berharga jutaan dolar untuk merontokkan sebuah drone murah, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan kolateral di daratan akibat jatuhnya serpihan rudal.
Kunci dari efektivitas tempur helikopter ini terletak pada adopsi sistem kanon otomatis M621 kaliber 20 mm hasil pabrikan Nexter (KNDS Perancis). Kanon M621 dirancang secara spesifik untuk diintegrasikan pada platform kendaraan ringan, kapal patroli, serta helikopter karena memiliki karakteristik tolak balik (recoil) yang relatif rendah namun memiliki daya rusak yang masif.

Secara spesifik, kanon ini beroperasi dengan sistem gas-operated dan memiliki bobot yang ringan hanya sekitar 45,5 kilogram. M621 mampu memuntahkan amunisi standar NATO 20×102 mm dengan kecepatan tembak (rate of fire) mencapai 800 putaran per menit, serta kecepatan melesat proyektil (muzzle velocity) di udara hingga 1.005 meter per detik.
Jarak tembak efektif kanon ini mencapai 1.500 meter hingga 2.000 meter, menjadikannya senjata ideal untuk merobek cangkang material drone atau helikopter musuh dalam hitungan detik melalui hantaman amunisi berdaya ledak tinggi (High Explosive Incendiary – HEI).

Melihat integrasi taktis ini di Timur Tengah, aspek penggunaan helikopter Fennec ini menjadi sangat menarik untuk ditarik relevansinya dengan postur pertahanan dalam negeri, mengingat helikopter dari keluarga AS550/AS555 Fennec juga dioperasikan oleh Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) TNI AD sebagai helikopter serang ringan dan pengintai.
Selama ini, armada Fennec TNI AD umumnya dibekali dengan konfigurasi senjata berupa machine gun pod (FN Herstal HMP250) kaliber 12,7 mm atau peluncur roket FFAR. Menengok masifnya ancaman peperangan drone modern seperti yang terlihat di berbagai palagan konflik global saat ini, adopsi kanon M621 kaliber 20 mm dapat menjadi opsi modifikasi yang sangat ideal dan mendesak untuk mempersenjatai armada Fennec Puspenerbad TNI AD. (Gilang Perdana)
AS 550 Fennec Puspenerbad, Tampil Perdana di Pameran Alutsista TNI AD 2014


