MBDA menggebrak panggung pameran dirgantara ILA Berlin 2026 dengan meluncurkan sistem pertahanan udara (hanud) hibrida yang diberi label DEFENDAIR-DEWS-L. Sistem ini dirancang khusus dengan pendekatan komprehensif untuk menghadapi ancaman kawanan drone yang kian meresahkan di medan perang modern. (more…)
Dalam ajang pameran dirgantara ILA Berlin 2026, Airbus Helicopters menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan Quantum Systems pada Rabu (10/6/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi kemampuan sistem pencegat anti-drone (Counter-Unmanned Aerial Systems/C-UAS) milik Quantum Systems ke dalam jajaran helikopter militer buatan Airbus. (more…)
Ancaman udara di kawasan Timur Tengah kembali melahirkan inovasi taktis yang menarik perhatian para pengamat militer global. Angkatan Udara Perancis (Armée de l’Air et de l’Espace) dilaporkan telah mengerahkan armada helikopter ringan Eurocopter (sekarang Airbus Helicopters) AS555 Fennec ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk mengemban misi interseptor udara terhadap ancaman drone kamikaze Iran. (more…)
Ancaman peperangan asimetris yang dipicu oleh proliferasi drone kamikaze telah mencapai babak baru yang mengejutkan. Jika sebelumnya struktur pelindung improvisasi—atau yang sering disebut sebagai “cope cages”—hanya terlihat pada unit kavaleri di garis depan, kini perlindungan serupa telah merambah ke aset paling strategis dalam triade nuklir Rusia. (more…)
AN/PRC-171 Compact Team Radio. Photo by L3Harris Technologies
L3Harris Technologies secara resmi memperkenalkan Wraith Shield pada 13 Mei 2026, sebuah inovasi revolusioner yang mampu mengubah radio taktis eksis menjadi sensor anti drone berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Melalui pembaruan perangkat lunak (software upgrade), prajurit kini dapat mendeteksi, mengklasifikasi, hingga melumpuhkan sistem drone kecil hanya dengan menggunakan peralatan komunikasi yang sudah mereka bawa di lapangan. (more…)
Perang drone yang kian masif memaksa industri pertahanan global untuk mencari solusi pencegatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis. Terbaru, perusahaan Arkodim yang berbasis di Kazan, Rusia, dilaporkan telah mengembangkan algoritma jaringan syaraf tiruan (neural network) canggih yang dirancang khusus untuk sistem pertahanan udara (air defense) tingkat rendah guna menghadapi ancaman drone kecil. (more…)
Dinamika peperangan di Ukraina telah menempatkan drone First Person View (FPV) sebagai ancaman paling mematikan bagi kendaraan lapis baja dan konvoi logistik. Menjawab tantangan tersebut, perusahaan pertahanan negara Rusia, Rostec, melalui anak perusahaannya Rosel Holding (bagian dari Vector Research Institute), resmi memperkenalkan inovasi terbaru dalam keluarga sistem anti-drone mereka yang diberi nama Serp-FPV. (more…)
Selain Helsing X-2, Jerman juga mengirimkan produk drone lain untuk berlaga di medan perang Ukraina. Drone yang dimaksud adalah Tytan yang dipersiapkan untuk menghadapi drone kamikaze Rusia. (more…)
Dengan penundaan pameran pertahanan Indo Defence 2024, maka fokus berita perkembangan industri militer di Asia Tenggara kini beralih ke Vietnam Defence Expo 2024 (19 – 22 Desember 2024) yang dihelat Bandara Gia Lam, Hanoi. Dari beragam alutsista yang dipamerkan, ada satu yang layak untuk dikupas, yaitu V-EMP/S High Powered Electromagnetic Pulse Countermeasure System. (more…)
Meski terbukti efektif dalam pertempuran, operasional drone intai/kamikaze FPV (First Person View) umumnya terbentur pada terbatasnya jangkauan. Untuk itu sudah ada upaya untuk memperpanjang jangkauan drone FPV. Selain teknik “Drone Bawa Drone” yang dilakukan Rusia untuk meningkatkan jangkauan drone quadcopter FPV, juga ada pelibatan drone repeater “Upyr” yang juga diandalkan Rusia untuk peran memperpanjang jangkuan drone FPV. (more…)