Sakti! Lewat Fitur Wraith Shield, Radio Taktis L3Harris Kini Bisa ‘Rontokkan’ Drone Lawan

AN/PRC-171 Compact Team Radio. Photo by L3Harris Technologies

L3Harris Technologies secara resmi memperkenalkan Wraith Shield pada 13 Mei 2026, sebuah inovasi revolusioner yang mampu mengubah radio taktis eksis menjadi sensor anti drone berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Melalui pembaruan perangkat lunak (software upgrade), prajurit kini dapat mendeteksi, mengklasifikasi, hingga melumpuhkan sistem drone kecil hanya dengan menggunakan peralatan komunikasi yang sudah mereka bawa di lapangan.

Baca juga: Mengenal BMS Personnel: Teknologi ‘Mata dan Otak’ Prajurit Infanteri Modern, Buatan Dalam Negeri!

Dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan DataShapes AI, perusahaan yang ahli dalam edge-native AI untuk kesadaran spektrum elektromagnetik, Wraith Shield memanfaatkan data frekuensi radio yang dikumpulkan oleh radio taktis untuk memberikan kesadaran situasional real-time.

Hebatnya, sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai mata digital, tetapi juga memungkinkan prajurit untuk memutus tautan komando (command links) drone musuh hanya dengan satu tekanan tombol, membuat drone tersebut seketika jatuh dari langit.

Secara teknis, Wraith Shield dibangun di atas fondasi waveform (bentuk gelombang) Wraith yang dikembangkan L3Harris pada awal 2020-an. Waveform ini merupakan teknologi wideband dengan lompatan frekuensi cepat (fast frequency-hopping) pertama yang dirancang untuk menjaga integritas komunikasi di bawah serangan peperangan elektronika (EW) yang canggih.

Dengan infrastruktur waveform yang sudah ada, Wraith Shield menambahkan kapabilitas penginderaan RF dan efek gangguan menggunakan perangkat keras yang sama untuk mengirim dan menerima data. Platform peluncuran awal untuk teknologi ini adalah radio tim kompak RF-9820S (AN/PRC-171) dan versi tertanamnya RF-9820S-ER, yang dijadwalkan untuk pengerahan penuh pada akhir 2026. Kedepannya, Wraith Shield akan tersedia sebagai peningkatan perangkat lunak bagi seluruh keluarga radio berkemampuan Wraith, termasuk seri populer seperti AN/PRC-158C, AN/PRC-163, dan AN/PRC-167.

Logika teknis di balik efektivitas sistem ini terletak pada tumpang tindih pita frekuensi antara radio militer dan tautan komando drone FPV (First Person View) komersial yang banyak digunakan di medan tempur modern seperti Ukraina. Menurut Tom Sheehan dari L3Harris, penggunaan RF-9820S sebagai sensor di garis depan sangat strategis karena prajurit sudah mengenakan sistem komunikasi tersebut di tubuh mereka tanpa menambah beban fisik baru.

Trigate: Solusi Taktis Penembus Sekat Komunikasi Antar Jaring Radio TNI AD

Dalam operasionalnya, platform GlobalEdge milik DataShapes AI akan memproses data RF terdistribusi dari perangkat yang terhubung, mengklasifikasikannya menggunakan AI tanpa perlu infrastruktur terpusat, dan menampilkannya langsung di perangkat genggam prajurit. Hal ini memungkinkan personel untuk memiliki kemampuan “lihat-deteksi-tembak” (see-sense-shoot) secara instan guna menetralisir ancaman drone FPV murah senilai US$300 yang kini mendominasi zona konflik global.

Arsitektur integrasi Wraith Shield diposisikan sebagai komponen dalam pertahanan anti-drone berlapis, di mana ribuan radio taktis yang tersebar berfungsi sebagai sensor terdistribusi yang memperkuat sistem pertahanan udara yang sudah ada. Chris Aebli, Presiden Mission Critical Communications di L3Harris, menegaskan bahwa kemampuan untuk mengganggu sinyal musuh langsung dari radio taktis adalah contoh nyata dari inovasi sebagai “Trusted Disruptor” di pasar pertahanan.

Secara ekonomi, solusi ini sangat masuk akal karena memangkas biaya mahal penggunaan rudal pencegat untuk target drone murah. Dengan lebih dari 100.000 sistem radio taktis yang sudah dikerahkan oleh AS, NATO, dan sekutu lainnya, potensi skalabilitas teknologi ini sangat besar karena hanya membutuhkan distribusi perangkat lunak, bukan pengadaan perangkat keras baru yang memakan waktu dan biaya besar. (Bayu Pamungkas)

TACA: Solusi Posko Taktis untuk Komando dan Kendali Pasukan, Telah Digunakan di Papua!