Mengenal Zubr: Sistem Anti Drone Terbaru Rusia dengan Senjata Mesin Otomatis dan Deteksi Radar

Kebutuhan akan perlindungan infrastruktur dari ancaman udara yang semakin dinamis telah mendorong lahirnya inovasi pertahanan titik (point-defense) terbaru dari industri militer Rusia. Belum lama ini, Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi menerima batch pertama dari sistem anti-drone yang dikenal dengan nama Zubr.

Baca juga: Lawan Teror Drone: Swedia Pesan Sistem Senjata Saab Trackfire ARES 30mm Terbaru

Sistem pertahanan udara SHORAD (Short Range Air Defence) ini dikembangkan secara khusus oleh High-Precision Systems di bawah naungan perusahaan negara, Rostec, sebagai jawaban langsung atas meningkatnya serangan drone kamikaze yang menyasar fasilitas-fasilitas vital.

Secara konsep desain penggunaan, Zubr dirancang sebagai sistem modular yang mengutamakan mobilitas dan kemudahan penempatan di sekitar lokasi strategis.

Struktur utamanya terdiri dari empat modul tempur mandiri yang terhubung ke satu pusat kendali atau pos komando. Seluruh elemen ini sering kali ditempatkan di atas platform trailer yang memungkinkan unit ini dipindahkan dengan cepat sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Penggelaran empat modul tempur ini memastikan cakupan pertahanan yang lebih luas dan kemampuan untuk menghadapi serangan drone secara simultan dari berbagai arah sekaligus, menjadikannya benteng terakhir yang sangat efektif bagi objek-objek infrastruktur sensitif.

Jantung dari efektivitas Zubr terletak pada sistem deteksi dan pelacakannya yang bekerja secara otonom. Sistem ini dilengkapi dengan stasiun radar (RLS) terintegrasi yang mampu memantau wilayah udara secara terus-menerus tanpa henti. Kecanggihan radar ini memungkinkannya untuk mendeteksi target berukuran kecil dengan tanda radar rendah (low-signature), seperti drone komersial hingga drone kamikaze pada jarak hingga 1.500 meter dalam segala kondisi cuaca.

Hebatnya, Zubr tidak hanya mampu menemukan ancaman tetapi juga melakukan pelacakan otomatis terhadap target tersebut. Peran operator manusia diminimalkan hanya pada tahap pengambilan keputusan akhir untuk melepaskan tembakan, sehingga mempercepat waktu reaksi yang sangat krusial dalam menghadapi drone berkecepatan tinggi.

Untuk urusan daya gempur, Zubr mengandalkan persenjataan kinetik yang mematikan namun presisi. Setiap modul dapat dipersenjatai dengan senapan mesin PKTM kaliber 7.62 mm yang legendaris karena keandalannya, atau opsi yang lebih dahsyat berupa senapan mesin putar empat laras GShG-7.62.

https://www.indomiliter.com/gshg-7-62-minigun-senjata-laras-putar-andalan-rusia-untuk-hancurkan-usv-kamikaze/

Penggunaan senapan GShG-7.62 memberikan keuntungan luar biasa dalam hal kepadatan tembakan, di mana senjata ini mampu memuntahkan ribuan butir peluru dalam waktu singkat untuk menciptakan “tirai logam” yang mustahil ditembus oleh drone kecil. Kapasitas amunisi yang dibawa pada setiap unit trailer telah diperhitungkan secara matang untuk menjamin keberlanjutan operasional tanpa sering melakukan pemuatan ulang, memastikan sistem tetap aktif menjaga langit meski dalam situasi serangan gelombang drone yang intens.

Dengan kombinasi radar presisi dan daya tembak otomatis ini, Zubr hadir sebagai standar baru dalam perlindungan aset-aset penting dari ancaman asimetris modern. (Gilang Perdana)

https://www.indomiliter.com/polandia-uji-coba-sistem-senjata-anti-drone-dengan-senapan-mesin-berat-multilaras/