Vietnam Mulai Bangun Fregat Anti Kapal Selam Buatan Lokal 2.600 Ton Berteknologi AESA dan VLS

Pada tanggal 10 Agustus 2026, Song Thu Corporation (Tổng công ty Sông Thu) bersama Angkatan Laut Vietnam secara resmi menggelar upacara pemotongan baja pertama (first steel cutting) di Da Nang untuk pembangunan kapal perang jenis Fregat Anti-Kapal Selam (Multipurpose ASW Frigate) buatan lokal pertama.
Acara bersejarah bagi industri pertahanan maritim Vietnam ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Vietnam, Letnan Jenderal Senior Phạm Hoài Nam, yang menyampaikan pidato utamanya mengenai pencapaian kemandirian alutsista tersebut.
Pembangunan kapal perang ini menjadi tonggak sejarah penting karena merupakan kapal tempur terbesar dan paling canggih yang dirancang, dibangun, serta diintegrasikan secara mandiri oleh industri dalam negeri Vietnam. Kapal ini diproyeksikan memakan waktu pembuatan selama 36 bulan (3 tahun), jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan empat fregat Gepard 3.9 class buatan Rusia milik Vietnam terdahulu yang masing-masing membutuhkan waktu sekitar lima tahun di galangan luar negeri.
Berdasarkan rincian spesifikasi yang terungkap, fregat berbobot sekitar 2.600 ton ini memiliki panjang 105 meter dan lebar lebih dari 14 meter. Kapal ini dirancang sebagai pengembangan dari basis desain Gepard dengan penambahan panjang untuk mengakomodasi sistem peluncur vertikal (Vertical Launch System/VLS). Untuk menunjang performa pertempuran, kapal dibekali empat mesin pendorong, fasilitas hanggar serta dek penerbangan yang mampu menampung satu helikopter anti-kapal selam kelas menengah seperti Kamov Ka-28.
#Vietnam’s First Indigenous Multipurpose Anti-Submarine Frigate – Updated
The official steel-cutting / groundbreaking ceremony was performed on 10 August 2026.
Overview & Significance
On the morning of 10 August 2026, Song Thu Corporation (Tổng công ty Sông Thu, under the… pic.twitter.com/DSm5f5cZMe
— Da Nang Expat (@Carlosa_DaNang) August 11, 2026
Sistem persenjataan dan sensor pada kapal perang baru ini didominasi oleh hasil rekayasa raksasa teknologi militer lokal, Viettel Group. Fregat ini dilengkapi radar utama Fixed AESA (Active Electronically Scanned Array), Combat Management System (CMS) lokal, 12 hingga 16 sel VLS untuk meluncurkan rudal pertahanan udara keluarga TLĐK-01 berjangkauan 70 km, serta rudal anti-kapal permukaan keluarga VCM/VSM Song Hong.
Selain itu, kapal juga diperkuat meriam utama 76,2 mm produksi dalam negeri, CIWS 30 mm, peluncur roket anti-kapal selam tipe RBU, tabung peluncur torpedo, dan perangkat sonar pemindai bawah laut. Langkah ini menegaskan komitmen tinggi Hanoi dalam menguasai teknologi inti pertahanan maritim secara mandiri.
Proyek fregat anti-kapal selam ini juga mempertegas pergeseran peta kekuatan industri pertahanan di Asia Tenggara, di mana Vietnam mulai bertransformasi dari negara pengimpor alutsista menjadi produsen kapal tempur utama secara mandiri. Ketergantungan tinggi pada pasokan senjata asal Rusia di masa lalu—seperti yang terlihat pada pengadaan empat Fregat Gepard 3.9 class dan enam kapal selam Kilo class—kini menghadapi tantangan besar akibat dinamika geopolitik dan hambatan rantai pasok global. Pembangunan kapal secara domestik ini menjadi jawaban taktis Hanoi untuk menjaga kesiapan tempur armada lautnya tanpa bergantung pada pihak luar.
Kehadiran fregat buatan lokal yang dibekali kombinasi sensor radar AESA, sistem VLS, serta perangkat sonar mutakhir ini akan memperkuat perimeter pertahanan maritim Vietnam di kawasan Pasifik Barat dan Laut Cina Selatan. Dengan menguasai hak desain penuh serta integrasi sistem senjata dalam negeri, Angkatan Laut Vietnam kini memiliki fleksibilitas tinggi dalam melakukan perawatan, modernisasi, hingga pengoperasian armada kapal perang garis depannya secara mandiri di masa depan. (Bayu Pamungkas)
HQ-016 Quang Trung: Hadir di IMDEX 2019, Inilah Frigat Gepard Class Andalan AL Vietnam


