Bikin Geger! Jet Tempur F/A-18F Super Hornet US Navy Pasang ‘Kill Marks’ Kapal Selam Iran

Dunia penerbangan militer internasional mendadak heboh setelah beredarnya foto terbaru dari jet tempur F/A-18F Super Hornet milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Jet tempur dari Skadron VFA-41 “Black Aces” yang baru saja menyelesaikan tugas dalam Operasi Epic Fury ini mendadak jadi sorotan karena membawa piala tak biasa yang terukir di sisi samping kokpitnya.
Sebuah “Kill Marks” bernuansa langka dengan gambar siluet kapal selam musuh. Pemandangan ini terbilang sangat unik di era modern, sebab tradisi mengukir kill marks hasil buruan kapal selam pada badan jet tempur (anti-submarine warfare/ASW) nyaris tidak pernah terlihat lagi sejak Perang Dunia II.
Meskipun otoritas militer AS belum merilis rincian resmi mengenai identitas spesifik kapal selam yang dilumpuhkan, berdasarkan lanskap peta pertempuran Operasi Epic Fury, kapal selam tersebut dipastikan milik Angkatan Laut Iran.
Para analis intelijen sumber terbuka (open-source intelligence/OSINT) memprediksi bahwa target buruan F/A-18F ini mengarah pada salah satu lini kapal selam utama Iran, seperti kapal selam diesel-elektrik Kilo class (Project 877EKM/Tareq-class) buatan Rusia, kapal selam kelas Fateh, atau kapal selam kerdil Ghadir class yang kerap beroperasi di sekitar Selat Hormuz.
Secara teknis, aksi perburuan kapal selam oleh jet tempur tempur serang (strike fighter) mengalami perubahan drastis dibanding era lama. Pada Perang Dunia II, pesawat bermesin baling-baling biasa menjatuhkan bom dalam (depth charge) saat kapal selam musuh muncul di permukaan.
Sub Buster
A silhouette of a submarine, filled in with the moniker ‘Sub Buster’, adorned the nose of F/A-18F Super Hornet 168491 as it was photographed landing at Naval Air Station Lemoore, California https://t.co/O7tN5Ulcem
#FlyNavy https://t.co/LuFoWpijtp— Glenn Mallo (@Glenn_Mallo) October 3, 2026
Di era modern, perburuan kapal selam senyap umumnya dipasrahkan pada pesawat khusus seperti P-8A Poseidon atau helikopter MH-60R Seahawk. Karena F/A-18F Super Hornet tidak dibekali torpedo anti-kapal selam, eksekusi terhadap kapal selam Iran ini diyakini menggunakan bom berpenemu presisi (JDAM atau Laser-Guided Bomb) maupun rudal jelajah.
Ghadir Class: Kapal Selam Mini untuk Misi Gerilya Bawah Laut di Teluk Persia
Skenario penghancuran ini diperkirakan terjadi dalam beberapa kemungkinan kondisi taktis di lapangan. Kapal selam Iran tersebut diduga berhasil terdeteksi saat sedang muncul di permukaan air (surfaced), mengalami kerusakan teknis, melintas di perairan yang sangat dangkal, atau dihantam saat tengah berada di dalam dok pemeliharaan pangkalan (port strike).
Kehadiran kill marks bergambar kapal selam di badan F/A-18F Super Hornet ini tak cuma jadi simbol kebanggaan para pilotnya, tetapi juga bukti betapa mematikannya integrasi data sensor tempur gabungan militer modern di medan konflik. (Gilang Perdana)


