Jalan Tol Paspro Jadi Lokasi Kedua Latihan Pendaratan Darurat F-16 dan Super Tucano TNI AU

TNI AU kembali mengukir catatan penting dalam menguji kesiapsiagaan operasional dan doktrin highway strip landing atau pendaratan darurat di jalan raya. Pada Kamis, 22 Oktober 2026, untuk kedua kalinya di lokasi jalan tol yang berbeda, TNI AU menguji kemampuan pendaratan dan lepas landas empat pesawat tempur di ruas Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro), Jawa Timur.

Baca juga: Lakukan “Hot Pit Refueling,” Jet Tempur F-35A Norwegia Take-off dan Landing di Jalan Raya Finlandia

Pengujian taktis ini dilangsungkan secara khusus di sepanjang Kilometer 834 hingga Kilometer 837+500 guna menyiapkan jaringan jalan tol strategis sebagai landasan pacu darurat (alternate strip) untuk mendukung kelangsungan operasi udara nasional.

Rangkaian pengujian yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dilaksanakan secara penuh, tidak hanya mensimulasikan prosedur pendaratan (landing), tetapi juga pengisian ulang serta persiapan lepas landas kembali (take-off) secara cepat dari permukaan jalan tol yang memiliki lebar ruas 24 meter tersebut.

Empat pesawat tempur yang dikerahkan terdiri dari dua jet tempur F-16 Fighting Falcon dan dua pesawat serang ringan EMB-314 Super Tucano. Penerbangan unsur jet tempur F-16 dari Skadron Udara 3 Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, dipimpin oleh F-16 bernomor ekor TS-1610 beserta satu unit F-16 rekannya.

Latihan yang memanfaatkan bentangan Jalur Km 834 hingga Km 837+500 di ruas Tol Paspro ini menjadi lokasi kedua setelah pengujian serupa yang sebelumnya sukses digelar TNI AU di Pulau Sumatera, tepatnya di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), Lampung, pada 11 Februari 2026.

Meski sama-sama memanfaatkan infrastruktur jalan tol berbeban berat, uji pendaratan di Jawa Timur kali ini memiliki tantangan dan karakteristik jalan yang cukup berbeda dibanding pengujian sebelumnya di Sumatera. Ruas tol di Jawa Timur ini menyajikan tantangan profil angin samping (crosswind) yang lebih dinamis akibat lokasinya yang membentang dekat dengan wilayah pesisir utara Jawa, serta geometri permukaan aspal dan lebar bahu jalan yang menuntut tingkat presisi kemudi roda depan (nose-wheel steering) yang jauh lebih tinggi bagi para penerbang tempur.

Pertama Kali: A400M Mendarat di Jalan Raya Swedia, Bukti Ketangguhan Pesawat Angkut Berat TNI AU

Keberhasilan simulasi pendaratan dan lepas landas empat pesawat tempur di Tol Paspro ini makin mempertegas fleksibilitas serta kesiapan tempur skadron-skadron jajaran TNI AU dalam mengoperasikan alutsista udara di luar pangkalan udara konvensional.

Fleksibilitas operasional seperti ini merupakan bagian penting dari taktik kelangsungan hidup (survivability) kekuatan udara modern, di mana pemanfaatan jaringan jalan tol strategis dapat disulap dalam waktu singkat menjadi pangkalan tumpuan untuk menggelar operasi udara lanjutan. (Bayu Pamungkas)

Angkatan Udara Thailand Pertama Kali Gelar Latihan Take off and Landing Gripen di Jalan Raya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *