Kapal Induk HMS Queen Elizabeth Sukses Luncurkan Drone Kamikaze Nyan OWE di Atlantik Utara

Angkatan Laut Inggris (Royal Navy) mencetak tonggak sejarah baru dalam pengembangan doktrin tempur maritim dengan sukses menguji coba peluncuran drone serangan satu arah (one-way attack/strike drone) dari kapal induk HMS Queen Elizabeth untuk pertama kalinya.

Baca juga: HMS Furious (47): Kapal Induk Pertama di Dunia yang Dilengkapi Elevator, Cikal Bakal Super Carrier

Uji coba yang berlangsung di Samudra Atlantik Utara pada 20 Oktober 2026 ini merupakan bagian dari Latihan Neptune Reach B di bawah naungan Project VANTAGE—sebuah inisiatif lintas angkatan (Royal Navy, British Army, dan Royal Air Force) untuk mempercepat pengujian serta pengerahan drone tempur maritim. Dalam latihan tersebut, kapal induk kebanggaan Inggris ini berhasil meluncurkan empat unit drone Nyan One-Way Effector (OWE) yang kesemuanya sukses terbang dan mencapai titik sasaran serangan yang telah ditentukan.

Keberhasilan peluncuran dari HMS Queen Elizabeth menguji secara langsung bagaimana drone expendable dapat diintegrasikan dengan aman ke dalam sistem operasional geladak terbang (flight deck) kapal perang raksasa. Langkah ini mematangkan visi Royal Navy menuju pembentukan sayap udara kapal induk hibrida (hybrid carrier air wing), di mana drone amunisi bersirkulasi (loitering munitions) dan sistem nirawak pengintai beroperasi secara berdampingan dengan jet tempur siluman F-35B Lightning II serta helikopter komando.

Selain pengujian drone Nyan OWE, dalam rangkaian latihan tersebut kapal induk HMS Queen Elizabeth juga melangsungkan pengujian Heavy Lift Challenge 3 dengan mendaratkan dan menerbangkan UAV (drone) sayap tetap Tekever AR5—drone intai dan logistik berbentang sayap 7 meter dengan kapasitas muatan 80 kg.

Ditinjau dari spesifikasi teknisnya, Nyan One-Way Effector adalah platform drone serangan presisi kompak yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Callen-Lenz asal Wiltshire—entitas yang kini menjadi bagian dari pabrikan pertahanan BAE Systems melalui divisi FalconWorks.

Drone ini memiliki bentang sayap sepanjang 2,9 meter dan ditenagai oleh mesin jet turbin gas (gas-turbine engine) kecil. Kombinasi pendorong turbin ini memungkinkan Nyan terbang dengan kecepatan jelajah mencapai 220 km/jam serta daya jangkau operasional melebihi 250 km. Untuk proses peluncuran dari dek kapal, sistem ini mengandalkan pelontar pneumatik (pneumatic catapult) yang diposisikan di beberapa titik geladak guna menguji fleksibilitas penempatan peralatan.

Pensiunkan Watchkeeper 450, Angkatan Darat Inggris Pilih Tekever AR5 Jadi ‘Mata-mata Udara’ Generasi Terbaru

Arsitektur Nyan dirancang dengan kompartemen muatan modular (modular payload bay) yang fleksibel untuk dipasangi berbagai jenis peralatan sensor maupun hulu ledak, serta dibekali kemampuan navigasi canggih yang tetap mampu beroperasi secara mandiri di lingkungan yang mengalami gangguan atau pemutusan sinyal satelit (GPS-denied environments).

Sistem kendali terbangnya memungkinkan rute penerbangan diprogram secara presisi langsung dari anjungan kapal sebelum diluncurkan. Pengujian peluncuran di HMS Queen Elizabeth ini sendiri merupakan kelanjutan dari uji coba lepas pantai perdana Nyan yang dilakukan dari geladak kapal riset eksperimental XV Patrick Blackett pada Juni 2026 di lepas pantai Dorset.

Setelah Angkatan Darat, Giliran Angkatan Laut Inggris Uji Coba Drone Kamikaze Nyan OWE dari atas Kapal

Meskipun uji coba ini membuktikan kelayakan taktis peluncuran amunisi one-way strike dari geladak kapal induk, analis militer dan pejabat pertahanan mencatat masih ada tantangan teknis sebelum sistem ini siap disiagakan secara rutin dalam operasi tempur sesungguhnya.

Sebagai drone kamikaze, penggunaan Nyan secara mandiri dalam jumlah kecil masih rentan terhadap intersepsi sistem pertahanan udara lawan yang ketat. Oleh karena itu, Royal Navy terus mematangkan konsep taktik kawanan (swarm tactics), manajemen ruang simpan amunisi di dalam kapal, serta efisiensi prosedur peluncuran cepat dalam jumlah masif (combat mass) agar drone berbiaya terjangkau ini dapat menguras dan menembus pertahanan musuh tanpa mempertaruhkan nyawa pilot. (Bayu Pamungkas)

Strategi Baru Pertahanan Inggris: Korbankan Kapal Perusak dan Fregat demi Ambisi Armada Drone

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *