Rostec Integrasikan Kanon Anti Drone ZAK-30 Citadel pada Sasis Truk Taktis Ural-63706 6×6

Rostec dari Rusia memperkenalkan varian bermobilitas tinggi (mobile) dari sistem kanon kontra-drone ZAK-30 Citadel (Tsitadel). Jika versi awalnya mengusung konsep modul stasioner yang ditempatkan pada kontainer untuk melindungi objek vital diam, varian terbaru ini memadukan seluruh unit tempur ke atas sasis truk taktis Ural-63706 6×6 (Tornado-U) dengan kabin terproteksi (armored cab).

Baca juga: Rusia Luncurkan Kanon Kontra Drone ZAK-30 Citadel dengan Amunisi Airburst

Pengintegrasian modul tempur, radar pemantau, dan sensor optronik/elektro-optik ke sasis truk Ural 6×6 bertujuan untuk memberikan kecepatan penggelaran (rapid deployment) di medan pertempuran. Untuk menjaga presisi tembakan, platform ini dibekali empat kaki penopang hidrolik (outriggers) di bagian sasis yang akan menstabilkan posisi truk saat kanon memuntahkan amunisi secara intensif demi menjaga akurasi pelacakan sasaran di medan terbuka.

Ditinjau dari spesifikasi teknisnya, ZAK-30 Citadel mengandalkan kanon otomatis 30 mm (kemungkinan berbasis turunan senapan 2A42 atau 2A72) yang dipadukan dengan kubah (turret) terintegrasi secara otonom. Modul tempur ini disokong radar pemantau jarak pendek berteknologi AESA serta perangkat pendeteksi optronik (kamera TV dan kanal pencitraan termal) untuk mendeteksi serta mengunci jejak Radar Cross Section (RCS) mikro milik drone mini.

Kombinasi radar dan optronik ini memungkinkan sistem beroperasi secara penuh dalam segala cuaca maupun malam hari, sekaligus mampu memandu tembakan secara presisi pada jarak jangkau efektif hingga 3.000 meter.

Keunggulan komputasi pada Citadel terletak pada integrasi arsitektur kalkulasi jarak (rangefinder) laser yang langsung terhubung ke fire control system (FCS) untuk memprogram sumbu ledak amunisi airburst secara otomatis sebelum meninggalkan laras. Sistem ini dapat mengukur jarak persis target mikro hingga fraksi milidetik, sehingga amunisi 30 mm berfragmentasi tinggi meledak tepat di jalur penerbangan sasaran.

Selain itu, modularitasnya memungkinkan ZAK-30 Citadel dihubungkan ke jaringan komando pertahanan udara yang lebih luas (integrated air defense system), sehingga dapat menerima umpan data sasaran dari radar jarak jauh sebelum unit menembak.

Hemat Logistik, Kanon Hanud ZAK-30 Citadel Rusia Diklaim Jauh Lebih Sedikit Habiskan Amunisi Per Target

Kanon ZAK-30 Citadel versi mobile ini tetap mempertahankan keunggulan utamanya, yakni penggunaan amunisi pintar berpenunda ledak (airburst/programmable-detonation shells). Amunisi ini dirancang untuk meledak tepat di depan atau di sekitar lintasan terbang target, menciptakan awan fragmen pencacah yang efektif menghancurkan swarming drone kamikaze maupun rudal jelajah terbang rendah dengan konsumsi amunisi yang sangat minimal.

Pengembangan sistem pertahanan titik (point defense) berbasis sasis Ural 6×6 ini didasari atas pengalaman tempur langsung di medan perang Ukraina, di mana serangan drone murah skala masif sering kali menguras amunisi sistem pertahanan udara berbasis rudal yang berbiaya mahal. Dengan mobilitas tinggi pada platform truk beroda, ZAK-30 Citadel dapat berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot) guna menghindari balasan artileri lawan sekaligus mengawal konvoi militer maupun aset vital bergerak. (Gilang Perdana)

Truk Ural 432007-31 6×6: Mencoba Peruntungan di Indonesia, Tampil Perdana di Indo Defence 2018

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *